6.3.21

CARA AMPUH UNTUK MEMULAI BISNIS BARU ANDA

SOSUSAFA


Banyak orang yang tertarik untuk memulai bisnis barunya sendiri. Tapi sayangnya membangun sebuah bisnis tidaklah mudah. Anda mungkin sudah banyak membaca artikel mengenai cara memulai bisnis baru dari banyak pengusaha terkenal.

Apakah tips yang Anda pelajari benar-benar efektif dan dapat Anda praktekkan?
Kenyataannya, tahap memulai bisnis baru itu cukup sederhana. Yang Anda perlukan untuk membangun bisnis yang cepat berkembang hanya empat hal berikut ini.

Pilih ide usaha yang Anda inginkan

Untuk memulai bisnis baru, yang pertama adalah menentukan usaha apa yang akan Anda jalankan. Anda bisa mendapatkan ide usaha darimana saja. Cara termudah untuk menemukan sebuah ide usaha adalah dengan melihat usaha yang telah ada dan buat sedikit perubahan yang dapat membuat ide usaha tersebut menjadi lebih baik.

Misalnya, Anda melihat banyak orang yang membuka usaha Thai Tea di sekitar lingkungan Anda. Salah satu kekurangan yang dimiliki usaha ini adalah harganya yang terbilang mahal. Anda bisa mencoba membuka usaha Thai Tea dengan harga yang sedikit miring agar lebih banyak orang dapat menikmati minuman ini.

Pelajari ide usaha yang Anda pilih

Sebelum mulai bertarung, sebaiknya pahami siapa lawan Anda. Karenanya, sebelum Anda mulai merencanakan pembukaan bisnis Anda, sebaiknya pelajari dulu segala hal mengenai bisnis tersebut. Untuk memudahkan Anda dalam menganalisa usaha yang akan Anda jalani, cobalah untuk menjawab pertanyaan berikut ini:

  • Siapakah pesaing yang memiliki bisnis yang sama?
  • Apakah banyak orang yang tertarik dengan bisnis ini? (Anda bisa memperhatikan kondisi pesaing Anda yang ramai atau sepi peminat)
  • Seperti apakah kondisi di sekitar lingkungan usaha?
  • Hal apa yang membedakan bisnis Anda dari para pesaing Anda?

Jawaban dari pertanyaan-pertanyaan diatas dapat menjadi gambaran dasar dari ide usaha yang Anda pilih. Jika jawaban-jawaban tersebut memberikan gambaran positif, tidak ada salahnya bagi Anda untuk mulai merencanakan ide bisnis ini.


BERBISNIS DAHULU MASUK SURGA KEMUDIAN


DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ------------------------------------------------------------------- 5

THE POWER OF NIAT ---------------------------------------------------------------- 6

SATU IBADAH, SERIBU NIAT ------------------------------------------------------- 7

KERJA DAN BISNIS = TOLABUR RIZQI -------------------------------------------- 8

HADIST KE-1 --------------------------------------------------------------------------- 9

HADIST KE-2 --------------------------------------------------------------------------- 11

HADIST KE-3 --------------------------------------------------------------------------- 13

HADIST KE-4 --------------------------------------------------------------------------- 15

HADIST KE-5 --------------------------------------------------------------------------- 17

HADIST KE-6 --------------------------------------------------------------------------- 19

HADIST KE-7 --------------------------------------------------------------------------- 21

HADIST KE-8 --------------------------------------------------------------------------- 23

HADIST KE-9 --------------------------------------------------------------------------- 25

HADIST KE-10 ------------------------------------------------------------------------- 27

HADIST KE-11 ------------------------------------------------------------------------- 29

HADIST KE-12 ------------------------------------------------------------------------- 31

HADIST KE-13 ------------------------------------------------------------------------- 33

HADIST KE-14 ------------------------------------------------------------------------- 35

HADIST KE-15 ------------------------------------------------------------------------- 37

HADIST KE-16 ------------------------------------------------------------------------- 39

HADIST KE-17 ------------------------------------------------------------------------- 41

HADIST KE-18 ------------------------------------------------------------------------- 43

HADIST KE-19 ------------------------------------------------------------------------- 45

HADIST KE-20 ------------------------------------------------------------------------- 47

PENUTUP ------------------------------------------------------------------------------ 49

TENTANG PENULIS ------------------------------------------------------------------ 50


بسم هللا الرحمن الرحيم

الحمد هلل رب العالمين

والصالة والسالم علي سيد المرسلين محمد و اله واصحابه اجمعين

KATA PENGANTAR

Saya punya seorang sahabat dekat saat saya kuliah dulu. Sekarang ini dia 

sudah memliki karir yang sukses di perusahaan minyak. Mobilnya bagus, 

rumahnya pun di perumahan elit. Suatu hari dia menghubungi saya ingin 

mampir ke rumah saya. Kebetulan malam itu ada pengajian rutin yang saya 

adakan seminggu sekali.

Singkat cerita datanglah kawan saya ini dengan mobil bagusnya. Kita 

nostalgia lagi masa kuliah. Kemudian dia juga ikut duduk di tengah-tengah 

pengajian sampai acara selesai.

Yang mengejutkan adalah saat dia bicara begini kepada saya, “wah ane ngiri 

sama ente. Masih sempat bikin pengajian, masih punya banyak waktu 

perhatikan ibadah…”

Waktu itu spontan saya tertawa membalasnya, “justru saya yang iri sama 

ente. Karir mantap, mobil bagus, rumah enak. Ternyata kita masing-masing 

malah saling iri satu sama lain ya. Hehe” 

Begitulah manusia, melihat rumput tetangga selalu lebih hijau. Tetapi sejak 

hari itu saya tanamkan niat, suatu hari nanti saya ingin membesarkan 

hatinya dan seluruh saudara saya yang saat ini bekerja atau berbisnis, 

bahwa tidak ada yang salah dengan track yang kita pilih. Saya sendiri 

seorang pedagang.

Sehingga terbitlah buku ini untuk mengawal niat kita semua dalam kerjaan 

dan perdagangan kita, sampai kita nanti berkumpul di surgaNya. Amin


THE POWER OF NIAT

Buat kita semua yang saat ini berprofesi sebagai karyawan, wira usaha, 

pedagang, dan lain-lain resep nya cuma satu sebenarnya, yaitu perbanyak 

niat.

Pahala dari Allah sebanyak niat kita loh. Beneran ini. Logika nya gini. 

Saudara pernah ke bandung via tol cipularang ? Nah kalau pernah, coba 

sebutkan ada berapa jembatan yang ada sepanjang tol cipularang.

Pasti gak tau kan. Karena saat kita naik mobil tersebut hanya berniat ke 

Bandung saja, tanpa ada niat yang lain. Maka hanya itu hasilnya. Coba 

seandainya kita tambahkan niatnya selain mau ke Bandung, kita niat mau 

menghitung jumlah jembatan yang ada di tol.

Apa hasilnya ? Tentu saja saudara akan tetap sampai ke Bandung, sekaligus 

tau berapa jumlah jembatan tersebut. Pasti sepanjang jalan di hitungin :)

Jadi kesimpulannya, hasil yang kita peroleh sebanyak apa yang kita niatkan. 

Kalau niatnya tiga gimana ? Ya hasilnya tiga juga.

Saudara berniat ke bandung, sekaligus berniat menghitung jumlah 

jembatan di tol, sekaligus berniat menghitung kebutuhan bensin berapa 

liter yang diperlukan, insya Allah semua ini akan saudara dapatkan hasilnya 

jika sudah diniatkan.

Sekali lagi hasil yang kita peroleh sebanyak apa yang kita niatkan. Sekarang 

bagaimana dengan niat ibadah ? Saya bahas di halaman berikutnya. Hayu 

segera scroll halaman ini!


SATU IBADAH, SERIBU NIAT

Dalam urusan ibadah pun demikian. Allah beri pahala tergantung niatnya. 

Satu perbuatan yang sama, bisa saja dibalas pahala yang sangat besar, bisa 

pula dibalas pahala biasa saja. Bahkan tidak diberi pahala pun bisa.

Contoh nya, orang yang masuk ke Masjid, duduk disana nungguin azan. Dia 

masuk dan duduk di masjid tanpa niat i'tikaf. Cuma duduk sekedar duduk 

aja, daripada berdiri kan cape. Apakah dia dapat pahala i'tikaf ? Ya nggak 

lah. Kan dia ga niat i'tikaf, cuma mau nungguin azan aja.

Padahal kalau aja dia niatin i'tikaf, pasti dapat pahala. Lah i'tikaf kan 

kerjanya juga cuma duduk. Sayang amat kesempatan dapat pahala lepas 

begitu saja gara-gara gak tau ilmu nya.

Mau contoh satu lagi biar makin mantap ? Misalnya kita mandi pagi jam 6 

mau ke kantor. Kebetulan hari itu hari Jumat. Apakah kita mandi dapat 

pahala ? Ya nggak. Sama aja dengan mandi hari-hari lain. 

Nah orang yang tau ilmu nya bahwa di hari Jumat bagi laki-laki ada sunnah 

namanya "mandi hari Jumat" tentu saja ini kesempatan emas, saat dia 

mandi jam 6 pagi mau ke kantor, dia sambil niatkan mandi nya itu sebagai 

"mandi hari Jumat" yang di sunnahkan. Sekarang dapat pahala ? Banget

Di kemudian hari dia dengar pengajian mandi itu disunnahkan bagi orang 

yang bertaubat dari dosa-dosanya. Wah kebetulan, setiap hari kita emang 

berbuat dosa, besar maupun kecil. Nah sekalian aja saat mandi mau ke 

kantor di hari Jumat, sekalian saja kita niatkan sebagai mandi sunnah Jumat, 

dan mandi sunnah taubat. 

Dapat pahala lebih banyak ? Pastinya begitu. Jadi apa kesimpulan nya ? 

Makin piawai kita mengolah niat dalam ibadah, makin besar pahala yang 

kita dapatkan.


KERJA DAN BISNIS = TOLABUR RIZQI

Mbok ya jadi seorang muslim itu mindset nya diganti gitu loh. Kerja dan 

bisnis itu diperintahkan oleh Allah dalam Al-Quran, sama seperti shalat, 

puasa, haji, itu juga perintahnya ada dalam Al-Quran.

Jadi mulai sekarang ganti kalimat kerja dan bisnis dengan "mencari rezeki". 

Ini konotasi nya lebih positif. Power nya lebih terasa. Boleh juga kalau 

saudara lebih nyaman dengan kalimat "menjemput rezeki". Atau ada lagi 

yang lain lebih memilih "menarik rezeki"

Ini hanya masalah khilafiyah pemilihan kata, gak usah diperdebatkan :)

Jadi intinya apa yang kita lakukan sehari-hari dari senin ke jumat adalah 

ibadah mencari rezeki. Nah, sampai disini karena kita sudah faham bahwa 

setiap ibadah apapun berpeluang mendapat pahala besar jika kita pandai 

mengolah niatnya, maka pertanyaan nya adalah, niat mencari rezeki itu apa 

saja ? berapa banyak ?

Jawabannya : bisa buanyak banget. Tetapi dalam buku ini karena 

keterbatasan ilmu saya hanya sanggup mengupas 40 saja niat dalam 

mencari rezeki, dilengkapi dengan 40 hadist dari Rasulullah, dengan 

harapan saya dapat keberkahan orang yang mengumpulkan sebanyak 40 

hadist, sebagaimana Rasulullah memotivasi kita dengan sabda Beliau :

من حفظ على امتي اربعين حديثا من امر دينها بعثه هللا تعالى يوم القيامة 

في زمرة الفقهاء والعلماء

“Barang siapa yang menjaga pada umatku empat puluh hadist dari urusan 

agamanya, maka Allah akan mengumpulkan nya di hari kiamat bersama

para ahli fiqih dan para ulama”


HADIST KE-1

من كان يحب ان يعلم منزلته عند هللا فلينظر كيف منزلة هللا عنده . فان هللا 

ينزل العبد منه حيث انزله من نفسه

Siapa yang ingin mengetahui kedudukannya di sisi Allah, hendaklah dia 

melihat bagaimana kedudukan Allah dalam dirinya sendiri.

Sesungguhnya Allah menempatkan kedudukan hambaNya, sebagaimana dia 

menempatkan kedudukan Allah dalam dirinya.

(Hadist Riwayat Al-Hakim)


YANG PENTING ALLAH RIDHA. UDAH ITU AJA

Pernahkah saudara mendengar kalimat ini ? ini kalimat dalem banget, saya 

masih sering dengar guru-guru saya ngomong kaya gini, tapi generasi muda 

jaman sekarang udah rada susah di temuin yang masih percaya bahwa ridha 

Allah adalah puncak tujuan tertinggi kehidupan kita ini.

Apa artinya Allah ridha sama kita ? Artinya, Allah senang lihat kelakuan kita, 

Allah bangga lihat kehidupan kita, Allah gak nyesel sudah menciptakan kita, 

Allah bersuka cita mengakui kita ini hambaNya.

Pengakuan seseorang itu jadi hamba Allah, adalah pengakuan yang paling 

mulia dari Allah. Lihat saja Rasulullah di sebut sebagai hambaNya pada ayat 

pertama surat Al-Israa. 

Lihat lagi Sahabat Ali bin Abi Thalib yang berkata, aku hanya ingin Allah 

mengakui aku ini sebagai hambaNya.

Dan keridhaan Allah itu hanya bisa diraih dengan mematuhi perintahNya. 

Bukan sebaliknya. Apa perintah Allah yang harus kita patuhi ? Ya beribadah.

Kan sudah jelas dalam Al-Quran bahwa manusia dan jin itu diciptakan untuk 

beribadah. Lalu pertanyaan selanjutnya, ibadah seperti apa yang harus kita 

kejar ? Ya semua ibadah dong. Semua punya potensi yang sama untuk 

menjadi magnet bagi ridha Allah. Seperti shalat, membaca shalawat, 

mencari rezeki, dan lain-lain.

Jadi, ini poin paling vital dalam niat mencari rezeki. Saat langkah pertama 

kaki kita keluar mencari rezeki, berniatlah "Ya Allah nawaitu mencari rezeki 

ini agar Engkau ridha kepadaku".


HADIST KE-2

ال يؤمن احدكم حتي اكون احب اليه من والده وولده والناس اجمعين

Belum beriman seseorang sampai aku lebih dicintai olehnya daripada 

cintanya kepada ayahnya, anaknya, maupun seluruh manusia.

(Hadist Riwayat Muslim)


AKANKAH ENGKAU MENGAKUI AKU INI UMMATMU

Bisakah saudara membayangkan bagaimana perasaan Sahabat Abu Bakar 

saat Rasulullah berkata, “Andai aku harus memilih seorang kekasih saja 

diantara manusia, niscaya aku pilih Abu Bakar sebagai khalilku”

Bisakah pula saudara membayangkan bagaimana perasaan Sahabat Umar 

bin Khattab saat Rasulullah berkata sebelum keberangkatan umrahnya, 

“Jangan lupa doakan aku wahai saudaraku yang aku cintai”

Lalu bagaimana perasaan Sahabat Usman bin Affan saat Rasulullah berkata 

ketika isterinya wafat, “Andai aku masih memiliki anak perempuan lagi, 

pasti akan aku nikahkan kepadamu untuk ketiga kalinya”

Atau perasaan Sahabat Ali bin Abi Thalib saat Rasulullah berbangga 

padanya, “Allah mendaulatku sebagai kota ilmu, dan Ali adalah pintunya”

Sekarang setelah kita membayangkan apa yang dirasakan sahabat-sahabat 

mulia tersebut saat Rasulullah menyatakan ungkapan cintanya kepada 

mereka, apakah kita tidak ingin kalimat cinta tersebut diungkapkan untuk 

kita juga ? Mau kan ? Kalau begitu mari kita niatkan! 

Jadi, ini poin berikutnya dalam niat mencari rezeki. Saat langkah pertama 

kaki kita keluar mencari rezeki, berniatlah "Ya Allah nawaitu mencari rezeki 

ini agar Engkau ridha kepadaku, dan Rasulullah ridha aku sebagai 

ummatnya".


HADIST KE-3

اذا احب احدكم ان يحدث ربه فليقرء القران

Apabila seseorang hendak berdialog dengan Tuhannya, maka hendaklah dia 

membaca Al-Quran

(Hadist Riwayat Ad -Dailami)


IZINKAN AKU MEMATUHIMU SATU AYAT SAJA

Yang namanya sahabat Nabi, sudah jelas seumur hidupnya mereka 

membaca dan mengamalkan Al-Quran. Gimana nggak, sebab mereka 

mengalami langsung turunnya ayat-ayat Al-Quran satu demi satu. Bahkan 

ayat yang turun tidak jarang berkaitan dengan masalah mereka. Ikatan 

emosional antara mereka dengan Al-Quran sudah sangat dekat banget.

Contohnya Sahabat Abu Talhah Al-Ansori, beliau adalah sahabat yang ahli 

dalam memanah dan menunggang kuda. Beliau memiliki umur yang 

panjang sampai menemui masa Khalifah Usman bin Affan.

Ceritanya saat zaman Khalifah Usman, terjadi peperangan yang medan 

tempurnya akan dilaksanakan di lautan. Semua pemuda kaum muslimin 

sudah siap dalam barisan. Siapa sangka Sahabat Abu Talhah hadir disana 

padahal usianya sudah lanjut.

Putra Beliau membujuknya agar tidak perlu ikut peperangan, “Abah kan 

sudah tua, sudah dapat keringanan untuk tidak turun medan perang. Biar 

kami yang berangkat menggantikan Abah”

Dengan santai Beliau jawab putranya itu dengan firman Allah, 

“Berangkatlah kamu dalam keadaan senang dan susah, dan berjihadlah 

kamu dengan harta dan dirimu di jalan Allah. Yang demikian itu lebih baik 

bagimu jika kamu menyadari” (Attaubah : 41)

Tuh kan, dahsyat gak ? Sekaliber Sahabat Abu Talhah masih gak merasa 

puas untuk mematuhi Al-Quran ayat demi ayat. Terus kapan giliran kita ? 

Minimal ayat yang perintahkan untuk mencari rezeki kan bisa tuh kita 

patuhi.

Jadi, tambah niat mencari rezeki. Saat langkah pertama kaki kita keluar 

mencari rezeki, berniatlah "Ya Allah nawaitu mencari rezeki ini agar Engkau 

ridha kepadaku, dan Rasulullah ridha aku sebagai ummatnya, dan untuk 

mematuhi ayat Al-Quran".


HADIST KE-4

ان من اجالل هللا اكرام العلم و العلماء وذي الشيبة المسلم واكرام حملة 

القراّن واهله واكرام السلطان المقسط

Sesungguhnya diantara ciri orang yang mengagungkan Allah ialah mereka 

yang memuliakan ilmu, memuliakan ulama, menghormati orang tua, 

menghargai penghafal Al-Quran dan pengamal Al-Quran, serta mencintai 

penguasa yang adil.

(Hadist Riwayat Abu Dawud)


MEREKA YANG MEMPEROLEH WARISAN PARA NABI

Tahukah saudara bahwa Imam Abu Hanifah adalah seorang pengrajin tikar. 

Beliau merajut benang-benang tikar menjadi selembar tikar dan dijualnya 

ke pasar. Luar biasa ya di tengah kesibukan utama nya mendidik ummat, 

masih punya waktu untuk berdagang.

Nah sampai di pasar produk yang Beliau jual sendiri ini selalu saja habis 

dibeli masyarakat. Bahkan mereka membayar sepuluh kali lipat dari harga 

jual Imam Abu Hanifah. 

Wajar, karena yang beli sebenarnya tidak hanya butuh tikarnya, tapi karena 

yang jual seorang ulama besar. Istilahnya itu, mereka mengharap 

keberkahan dari Imam Abu Hanifah.

Padahal sesampainya di rumah, Beliau menangis kepada Allah memandang 

uang hasil penjualannya itu, karena keilmuan dan ketenaran nya 

menghasilkan penjualan berlipat-lipat, “Ya Allah bukan karena uang ini aku 

menuntut ilmu, aku hanya ingin orang-orang membayar harga barang 

daganganku dengan wajar-wajar saja”

Begitupula Imam Muslim, disela-sela mengumpulkan hadist, Beliau adalah 

seorang pengusaha pakaian. Sampai dengan hari ini, seorang ulama tetap 

memiliki pekerjaan. Dari pekerjaan itu mereka menafkahi keluarganya, dan 

meninggalkan ketergantungannya dari pemberian orang lain.

Saya masih ingat saat guru kami KH Syukron Makmun dengan tegas 

mengingatkan, “Siapa saja murid saya yang menjadi pengajar atau 

penceramah lalu menentukan tarif bayaran kepada orang lain, jangan 

mengaku jadi murid saya lagi”

Jadi, tambah lagi niat mencari rezeki. Saat langkah pertama kaki kita keluar 

mencari rezeki, berniatlah "Ya Allah nawaitu mencari rezeki ini agar Engkau 

ridha kepadaku, dan Rasulullah ridha aku sebagai ummatnya, dan untuk 

mematuhi ayat Al-Quran, dan mengikuti jejak para ulama soleh".


HADIST KE-5

افضل الجهاد حخ مبرور

Jihad yang paling utama adalah haji yang mabrur.

(Hadist Riwayat Bukhari)


PENTINGNYA ONH (ONGKOS dan NIAT HAJI)

Orang Islam yang tidak pergi haji seperti Pancasila yang sila nya cuma 

empat. Ya gak jadi Pancasila lagi namanya. Haji itu wajib. Kewajibannya ini 

bukan hanya bagi orang yang mampu saja.

Bahkan orang yang kurang mampu tetap wajib berhaji. Dengan apa hajinya? 

Haji dengan niatnya. Seluruh muslim tanpa pandang bulu wajib berniat 

untuk melaksanakan ibadah haji suatu hari nanti.

Jangan ngomong begini nih, “Saya mah mana bisa pergi haji, makan saja 

susah”. Ini menunjukkan orang yang tidak punya niat. Disamping itu juga 

meremehkan rukun Islam.

Harusnya ganti kalimatnya, “Walaupun makan susah, saya dan isteri pasti 

akan pergi haji suatu hari nanti” ini yang namanya ada niat. Terus isterinya 

nyeletuk, “Pak kalau mimpi jangan ketinggian, nanti kalau jatuh sakit loh. 

Mau haji uang darimana?”

“Bu, kalau haji itu bukan masuk kategori mimpi bapak, tapi kategorinya 

perintah Allah. Maka nya bapak wajib niat nya. Kalau mimpi bapak beda lagi 

bu, bapak sih mimpinya pengen ke disneyland, pengen naik kapal pesiar, 

dan pengen kawin lagi. Hehe. Tapi gak jadi bu, bapak gak mau mimpi 

ketinggian”

Bila tiba ajal menjemput ternyata belum kesempatan haji juga, orang 

seperti ini tetap akan dibangkitkan pada hari kiamat membawa pahala haji. 

Karena Rasulullah sudah menjanjikan seseorang dibangkitkan nanti 

tergantung niatnya. Asal niatnya jujur ya. Bukan sekedar niat omong kosong 

yang Cuma niat tapi tanpa usaha. Allah Maha Mengetahui loh.

Jadi, lengkapi niat mencari rezeki. Saat langkah pertama kaki kita keluar 

mencari rezeki, berniatlah "Ya Allah nawaitu mencari rezeki ini agar Engkau 

ridha kepadaku, dan Rasulullah ridha aku sebagai ummatnya, dan untuk 

mematuhi ayat Al-Quran, dan mengikuti jejak para ulama soleh, dan agar 

aku bisa menunaikan haji dan umroh".


HADIST KE-6

حصنوا اموالكم بالزكاة و داووا مرضاكم بالصدقة واعدوا للبالء الدعاء

Bentengi hartamu dengan zakat, dan jadikan sedekah sebagai obat bagi 

sakitmu, dan persiapkan doa untuk menghadapi datangnya bencana

(Hadist Riwayat At-Thabrani)


DENGAN ZAKAT, EKONOMI MENINGKAT

Saya cukup kaget ketika membaca suatu analisa bahwa potensi zakat di 

Indonesia mencapai 217 trilyun rupiah. Bayangkan jika dari jumlah tersebut 

kita alokasikan untuk memodali umat muslim yang berkekurangan untuk

memulai wirausaha. Berapa ratus ribu keluarga yang bisa terbebas dari jerat 

kemiskinan setiap tahunnya?

Karena itulah kita harus menempatkan diri kita dalam kelompok pendukung 

zakat. Kita siap dan senang membayar zakat. Demi kebangkitan ekonomi 

umat Islam. Loh tapi kalo kita sendiri yang sadar zakat ya nggak akan 

berhasil toh ? Butuh menggerakkan semua orang kaya biar sadar zakat juga. 

Nanti dulu. Prinsip kita jangan saling tunggu-tungguan, kapan zakatnya.

Tidak penting apakah semua orang-orang kaya akan ikutan menunaikan 

zakatnya, atau menahan zakatnya. Yang penting buat kita adalah kita 

berpihak pada golongan orang yang mengeluarkan zakat. Keberpihakan itu 

yang dinilai oleh Allah.

Masih ingat kisah para semut saat Nabi Ibrahim dibakar di tengah-tengah 

kobaran api yang sangat besar ? Barisan semut tersebut berjalan ke sungai, 

mengambil air sebanyak yang bisa mereka raih dengan tangan nya, lalu 

mereka berbondong-bondong menyiramnya ke arah kobaran api.

Binatang lain heran melihat tingkah mereka, “Hai semut, air cuma segitu 

mana bisa memadamkan api yang demikian besar ?”. Dengan bijak semut 

menjawab, “Tidak penting apinya padam atau tidak, kami hanya ingin Allah 

menjadi saksi bahwa kami berpihak pada Nabi Ibrahim”.

Jadi, semakin banyak lagi niat mencari rezeki. Saat langkah pertama kaki 

kita keluar mencari rezeki, berniatlah "Ya Allah nawaitu mencari rezeki ini 

agar Engkau ridha kepadaku, dan Rasulullah ridha aku sebagai ummatnya, 

dan untuk mematuhi ayat Al-Quran, dan mengikuti jejak para ulama soleh, 

dan agar aku bisa menunaikan haji dan umroh, dan agar aku bisa 

menyalurkan zakat dari hartaku".


HADIST KE-7

انك لن تنفق نفقة تبتغي بها وجه هللا اال اجرت عليها حتي ما تجعل في فم 

امرأتك

Apa yang engkau nafkahkan (baik banyak maupun sedikit) dengan tujuan 

keridhaan Allah akan diberi pahala bahkan sesuap makanan ke mulut 

isterimu

(Hadist Riwayat Bukhari)


PULANG MALU, GAK PULANG RINDU

Pernah baca kalimat seperti ini ? Dimana ? Iya betul, di jalan raya saat posisi 

kita sedang di belakang truk. Entah ya kenapa sopir truk menulis statusnya 

di bak mobil mereka, apa mereka gak punya facebook ya 

Tetapi yang jelas, sopir truk ingin semua orang tau bahwa dia bekerja 

demikian keras itu untuk anak isterinya di kampung halaman. Dia 

mengembara sampai keluar kota menahan rindunya kepada keluarganya, 

demi membawa nafkah yang cukup untuk mereka.

Begitu pula saudara-saudara kita yang bertugas di tengah laut, berminggu-

minggu gak liat daratan, juga demi anak isteri. Yang mengebor di bawah 

tanah, atau pilot yang selalu terbang di udara. Semua mengejar tujuan yang 

sama.

Begitulah bumi ini dari bagian paling bawah sampai bagian paling atas 

dipenuhi orang-orang yang sibuk mencari rezeki. Alhamdulillah Allah Maha 

Pemurah, atas usaha mereka semua dalam mencari rezeki untuk 

keluarganya, Allah telah menyiapkan pahala yang besar bagi mereka.

Jadi, terus tingkatkan niat mencari rezeki. Saat langkah pertama kaki kita 

keluar mencari rezeki, berniatlah "Ya Allah nawaitu mencari rezeki ini agar 

Engkau ridha kepadaku, dan Rasulullah ridha aku sebagai ummatnya, dan 

untuk mematuhi ayat Al-Quran, dan mengikuti jejak para ulama soleh, dan 

agar aku bisa menunaikan haji dan umroh, dan agar aku bisa menyalurkan 

zakat dari hartaku, dan untuk menafkahi keluargaku".


HADIST KE-8

كل جسد نبت من سحت فالنار أولى به

Tiap tubuh yang tumbuh dari (makanan) yang haram maka api neraka lebih 

utama membakarnya.

(Hadist Riwayat At-Thabrani)


MESIN FILTER HALAL

Saat berjalan di dalam mall, ada seorang sales mendekati saya. Dia 

menawarkan alat penyaring air. Dalam alat tersebut terdapat bahan karbon 

dan lain-lain sebagai filter dari kotoran yang terbawa air.

Saya membayangkan begitulah hidup seorang muslim bagaikan alat itu. Jika 

air ibarat rezeki, maka air perlu disaring dari perkara yang tidak halal. 

Sebagaimana air yang mengandung banyak kotoran menyebabkan air 

tersebut tidak layak minum. 

Begitupula rezeki yang tidak halal sesungguhnya tidak layak dimakan, 

apalagi dimakan oleh keluarga kita. Anak makan yang tidak halal, 

menyebabkan sering melawan orangtua nya. Isteri dan suami makan yang 

tidak halal, menyebabkan hati menjadi keras, perceraian dan 

perselingkuhan terjadi dimana-mana.

Ketika saya membaca buku-buku yang dikarang ulama-ulama pada zaman 

dulu, mereka membuka rahasia mengapa lingkungan mereka selalu berhasil 

melahirkan generasi baru yang soleh dan alim, ternyata rahasianya ada dua. 

Pertama, pernikahan selalu terjaga (mengutamakan garis keturunan orang 

soleh). Dan kedua makanan selalu terjaga (hanya memberi yang halal 

kepada putra-putrinya) 

Jadi, sampai disini niat mencari rezeki tambah lengkap saja ya. Saat langkah 

pertama kaki kita keluar mencari rezeki, berniatlah "Ya Allah nawaitu 

mencari rezeki ini agar Engkau ridha kepadaku, dan Rasulullah ridha aku 

sebagai ummatnya, dan untuk mematuhi ayat Al-Quran, dan mengikuti 

jejak para ulama soleh, dan agar aku bisa menunaikan haji dan umroh, dan 

agar aku bisa menyalurkan zakat dari hartaku, dan untuk menafkahi 

keluargaku, dan agar aku bisa memilih yang halal saja dari karuniaMu".


HADIST KE-9

المرء كثير بإخوانه

Seseorang (menjadi kuat) karena banyak kawannya.

(Hadist Riwayat Ibnu Abid-dunia)


1000 KAWAN TERLALU SEDIKIT, 1 MUSUH TERLALU BANYAK

Kadang kita ingat masa-masa kita dulu sekolah sd maupun smp. Berapa 

banyak teman-teman kita yang kehilangan kontak dengan kita bertahun-

tahun. Karena berbeda tempat, beda pula kesibukan. Sekalinya ada teman 

lama ketemu lagi di media sosial, tetap saja terbatas banget untuk 

silaturahmi. Namanya juga dunia digital. Tetap saja beda dengan dunia 

nyata.

Karena itu manfaatkan secara maksimal kesibukan kita saat ini, orang-orang 

yang setiap hari kita temui, eratkan silaturahmi kita. Akan datang nanti 

masa dimana kita sudah sulit bersilaturahmi dengan mereka. 

Perhatikan masalah mereka, mungkin kita lah orang yang diatur oleh Allah 

untuk menolong masalahnya. Atau sebaliknya, saat silaturahmi kita 

demikian dekat, sahabat-sahabat akan datang dengan sendirinya saat kita 

membutuhkan bantuan.

Kesempatan untuk belajar dari semua orang yang kita kenal. Teman yang 

sifatnya baik, nyenengin, bisa jadi cermin buat kita contoh. Sebaliknya 

teman yang sifatnya kurang cocok dengan kita, bisa jadi pelajaran buat kita 

agar tidak meniru nya, dan jadi tantangan buat kita merubahnya. 

Bahkan banyak teman semakin membuka lebar pintu surga kita. Sebab 

teman yang baik di dunia, memberi syafa’at khusus kepada kita. Tidak ada 

ruginya silaturahmi kan.

Jadi, makin banyak niat mencari rezeki nih. Saat langkah pertama kaki kita 

keluar mencari rezeki, berniatlah "Ya Allah nawaitu mencari rezeki ini agar 

Engkau ridha kepadaku, dan Rasulullah ridha aku sebagai ummatnya, dan 

untuk mematuhi ayat Al-Quran, dan mengikuti jejak para ulama soleh, dan 

agar aku bisa menunaikan haji dan umroh, dan agar aku bisa menyalurkan 

zakat dari hartaku, dan untuk menafkahi keluargaku, dan agar aku bisa 

memilih yang halal saja dari karuniaMu, dan aku berniat silaturahmi".


HADIST KE-10

ال ترغبوا عن آبائكم فمن رغب عن ابيه فقد كفر

Janganlah kalian abaikan kedua orang tua. Barang siapa yang mengabaikan 

orang tuanya maka dia telah kafir (kufur nikmat).

(Hadist Riwayat Muslim)


HADIST KE-10

ال ترغبوا عن آبائكم فمن رغب عن ابيه فقد كفر

Janganlah kalian abaikan kedua orang tua. Barang siapa yang mengabaikan 

orang tuanya maka dia telah kafir (kufur nikmat).

(Hadist Riwayat Muslim)


KASIH IBU SEPANJANG JALAN

Seorang teman saya yang baru lulus kuliah memohon izin kepada kyai untuk 

mencari pekerjaan. Memang begitulah adab seorang penuntut ilmu. Mau 

nikah bilang dulu sama guru ngaji. Mau buka usaha bilang dulu.

Mau melakukan hal yang penting bilang dulu, istilahnya mohon izin agar 

didoakan kyai diberi kelancaran. Sekaligus melihat pandangan Beliau 

apakah hal tersebut disetujui atau tidak.

Alhamdulillah kita tinggal di negara yang masih mempertahankan adab 

antara murid dengan gurunya persis layaknya anak dengan orangtuanya. 

Singkat cerita, saat teman saya izin mau melamar pekerjaan tersebut kyai 

berpesan padanya,

“Kalo kamu diterima kerja, jangan lupa gaji pertama kamu full 100% kasih 

ibumu” 

Sebuah nasihat berharga, singkat, dan padat. Dari sinilah saya tau bahwa 

menjadi karyawan atau pengusaha itu hal yang tidak dilarang oleh kyai. 

Tidak harus semua murid Beliau jadi ustadz atau dai.

Dan poin utama dari nasihat tersebut, bahwa hasil yang kita peroleh dari 

profesi kita, prioritas pertamanya adalah untuk orang tua. Bukan sebaliknya 

orang tua dapat sisanya, itupun seandainya masih ada sisa. 

Jadi, tak terasa sudah sepuluh niat mencari rezeki sampai sini. Saat langkah 

pertama kaki kita keluar mencari rezeki, berniatlah "Ya Allah nawaitu 

mencari rezeki ini agar Engkau ridha kepadaku, dan Rasulullah ridha aku 

sebagai ummatnya, dan untuk mematuhi ayat Al-Quran, dan mengikuti 

jejak para ulama soleh, dan agar aku bisa menunaikan haji dan umroh, dan 

agar aku bisa menyalurkan zakat dari hartaku, dan untuk menafkahi 

keluargaku, dan agar aku bisa memilih yang halal saja dari karuniaMu, dan 

aku berniat silaturahmi, dan untuk memuliakan orangtuaku".


29

HADIST KE-11

ما اكل احد طعاما قط خيرا من ان يأكل من عمل يده وإن نبي هللا داود كان 

يأكل من عمل يده

Tidak ada makanan yang lebih baik bagi seseorang, selain memakan hasil 

jerih payahnya sendiri. Sesungguhnya begitu pula Nabi Daud makan dari 

jerih payahnya sendiri.

(Hadist Riwayat Bukhari)


30

MENELUSURI JEJAK PARA NABI DAN RASUL

Siapa kelompok manusia yang paling banyak ibadahnya selain dari para 

Nabi dan Rasul ? Siapa pula manusia yang diberi ilmu oleh Allah begitu 

luasnya selain para Nabi dan Rasul ? Siapa yang masuk surga lebih dahulu 

sebelum umat manusia memasukinya selain para Nabi dan Rasul ?

Kalau begitu kenapa kita harus mengambil teladan lain, padahal mereka 

sebaik-baik teladan yang bisa kita contoh. Mereka menyeru kepada agama 

Allah, tapi tetap bekerja atau berwirausaha. 

Bahkan Rasulullah mengatakan dalam hadistnya secara pukul rata bahwa 

semua Nabi yang diutus oleh Allah pernah bekerja. Yaitu pekerjaan 

menggembala kambing dan menerima gaji dari si pemilik kambing tersebut. 

Setelah merasakan kerja, para Nabi dan Rasul berikhtiar dengan 

menjalankan usaha di pasar. Seperti yang Allah terangkan dalam Al-Quran

“Dan Kami tidak mengutus Rasul-Rasul sebelummu, melainkan mereka 

memakan makanan dan berjalan di pasar-pasar” (Al-Furqon : 20)

Maka dalam sejarah kita sering mendengar bagaimana Nabi Daud adalah 

seorang pandai besi, Nabi Zakariya seorang pandai kayu, dan Rasulullah 

seorang pedagang sukses saat berafiliasi dengan pengusaha besar di 

Mekkah saat itu yaitu Ummul Mukminin Khadijah.

Sudah yakin sekarang bahwa dalam bekerja dan berbisnis terdapat potensi 

pahala ibadah yang dahsyat ? Kalau begitu mari kita niatkan. 

Selain sepuluh niat di awal tadi, tambah lagi niat mencari rezekinya. Saat 

langkah pertama kaki kita keluar mencari rezeki, berniatlah "Ya Allah, saya 

niat mencari rezeki untuk mengikuti para Nabi”


31

HADIST KE-12

إن هللا تعالى جميل يحب الجمال ويحب أن يرى أثر نعمته على عبده 

ويبغض البؤس والتباؤس

Sesungguhnya Allah Ta’ala indah dan suka akan keindahan. Allah suka 

melihat tanda-tanda nikmatNya pada diri manusia, dan membenci 

kemelaratan dan yang berlagak melarat.

(Hadist Riwayat Muslim)


32

BERSYUKUR

Saya mengenal seorang Pak Haji yang diberi karunia oleh Allah bisa 

menyembuhkan penyakit-penyakit medis secara tradisional. Setiap sore 

setelah maghrib puluhan orang mengantri di kediaman Beliau dengan 

berbagai keluhan penyakit mereka. Karena banyaknya orang yang datang 

tersebut Pak Haji baru bisa istirahat setelah lewat tengah malam.

Kebanyakan yang datang bukan dari golongan orang-orang berkecukupan. 

Dan mereka sama sekali tidak diminta bayaran apa-apa. Mungkin ini 

sebabnya mereka yang datang ke pengobatan Pak Haji banyak yang 

sembuh. Kuncinya ikhlas. Guru saya pernah mengatakan, kalau mencari 

pengobatan tradisional carilah yang orangnya ikhlas, insya Allah gampang 

sembuhnya. 

Kenapa ya Pak Haji tersebut tidak melihat peluang bisnis dari pengetahuan 

nya menyembuhkan penyakit ? Kenapa pula Beliau baru buka pintu bagi 

orang yang memerlukan pada malam hari ? 

Oh, rupanya Pak Haji pada pagi harinya adalah seorang karyawan di kantor. 

Ya benar-benar seorang karyawan. Berangkat pagi, bekerja di kantor, lalu 

pulang pada sore harinya. Selama badan sehat, otak juga sehat mampu 

berpikir, kenapa tidak mensyukuri nikmat sehat ini untuk mencari rezeki 

dengan usaha sendiri ? Inilah salah satu motivasi luar biasa dalam mencari 

rezeki : untuk mensyukuri nikmat sehat yang Allah limpahkan kepada kita.

Setelah sepuluh niat di awal tadi, tambah lagi niat mencari rezekinya. Saat 

langkah pertama kaki kita keluar mencari rezeki, berniatlah "Ya Allah, saya 

niat untuk mengikuti para Nabi, dan untuk mensyukuri nikmatMu”


33

HADIST KE-13

من حج فزار قبري بعد وفاتي فكأنما زارني فى حياتي

Siapa yang berhaji kemudian berziarah kepadaku setelah wafatku, maka 

seakan-akan dia berkunjung kepadaku ketika aku masih hidup.

(Hadist Riwayat Al-Baihaqi)


34

SIAPA YANG TIDAK RINDU DENGAN KUBAH HIJAU ?

Alkisah setelah wafatnya Rasulullah, Sahabat Bilal meminta izin kepada 

Khalifah Abu Bakar untuk pensiun dari tugasnya sebagai muazin. Beliau 

mengungkapkan alasan ingin pergi keluar kota Madinah. Sebab setiap 

detiknya Sahabat Bilal selalu teringat kepada Rasulullah, sehingga Beliau 

masih saja membayangkan Rasulullah masih berada ditengah-tengah 

mereka. Nah untuk meredakan bayang-bayang ini Beliau memutuskan 

untuk pergi keluar Madinah.

Singkat cerita Khalifah memberinya izin. Maka segera dicarilah muazin yang 

baru di Masjid Nabawi. Adapun Sahabat Bilal, akhirnya berganti waktu demi 

waktu berlalu sampai hitungan tahun demi tahun Beliau belum 

menginjakkan kaki di Madinah lagi. Sehingga suatu malam, Beliau bermimpi 

berjumpa Rasulullah dan dalam mimpinya itu Rasulullah menegurnya 

mengapa ia tidak pernah berkunjung kepadanya ? 

Mimpi yang luar biasa tersebut membangunkan Sahabat Bilal dari tidurnya 

dan mengobati kerinduannya kepada Rasulullah. Segera Beliau berkemas, 

mantap dirinya untuk menuju ke Madinah dan berziarah kepada Rasulullah.

Akankah kisah rindunya Rasulullah pada kekasihnya berhenti disini ? Jangan 

ya. Kisahnya harus terus berlanjut sampai kepada kita sekarang. Hidupkan 

sunnah Rasulullah, dan perbanyak shalawat kepadanya. Pasti kita termasuk 

orang-orang yang dirindukan Rasulullah. Seandainya belum, minimal kita 

yang sangat merindukan ziarah kepada Beliau. Tentunya. Memang ada 

kekasih yang tidak rindu dengan kekasihnya ?

Setelah sepuluh niat di awal tadi, tambah lagi niat mencari rezekinya. Saat 

langkah pertama kaki kita keluar mencari rezeki, berniatlah "Ya Allah, saya 

niat untuk mengikuti para Nabi, dan untuk mensyukuri nikmatMu, dan 

untuk bekalku berziarah kepada NabiMu”


35

HADIST KE-14

سيد الشهداء حمزة بن عبد المطلب ورجل قام الى إمام جائر فأمره ونهاه 

فقتله

Pemimpin para pahlawan syahid adalah Hamzah bin Abdul Mutolib. Dan 

(termasuk syahid) juga orang yang mengingatkan penguasa yang zalim 

tetapi ia justru dibunuh oleh peguasa itu

(Hadist Riwayat Al-Hakim)


36

SPIRIT SYUHADA

Saudara pernah memandang hamparan tanah uhud ? Tempat jenazah para 

syuhada uhud dimakamkan di sana. Apa yang kita rasakan saat berziarah ke 

makam para syuhada ? Apalagi kalau bukan spirit berjuang. Semangat yang 

bisa menghidupkan jiwa kita yang telah lama mati.

Tanah uhud tidak membisu begitu saja saat kita berada di sana. Telinga kita 

senantiasa mendengar kalimat-kalimat penggugah hati. Jika kita ingin tau 

siapa motivator generasi pertama dalam Islam ? Para pahlawan uhud salah 

satunya.

Saat episode kedua dari perang uhud, pasukan muslim terdesak mundur. 

Serangan musuh yang sangat gencar menyebabkan para sahabat tidak 

mengetahui dimana posisi Rasulullah. Semua sibuk dengan lawan yang ada 

di hadapannya masing-masing. Bahkan tersebar kabar Rasulullah telah 

terbunuh !

Lemaslah sudah tenaga mereka demi mendengar isu tersebut. Semangat 

berperang langsung menurun. Buat apa berperang kalau Rasulullah sudah 

terbunuh ? Di waktu yang menegangkan itulah tampil seorang pahlawan 

yang mengobarkan kalimat motivasi yang sangat indah. Dengan lantang 

Beliau berseru, “Justru kalau Rasulullah sudah tiada, buat apalagi kita masih 

tetap hidup ?” mengena banget. Apa artinya hidup tanpa Rasulullah sang 

kekasih ?

Dalam hitungan detik pasukan muslim bangkit bagai kobaran api yang 

menyala-nyala. Semangat perang lahir kembali. Bahkan lebih dahsyat. 

Karena sekarang mereka perang mencari mati syahid, bukan mencari 

kemenangan !

Setelah sepuluh niat awal, tambah niat mencari rezekinya. Saat langkah 

pertama kaki kita keluar mencari rezeki, berniatlah "Ya Allah, saya niat 

untuk mengikuti para Nabi, dan untuk mensyukuri nikmatMu, dan untuk 

bekalku berziarah kepada NabiMu dan berziarah kepada orang-orang soleh”


37

HADIST KE-15

ان من الذنوب ذنوبا ال يكفرها الصالة وال الصدقة وال الحج ويكفرها الهم 

فى طلب المعيشة

Sesungguhnya ada sebuah dosa diantara jenis-jenis dosa yang lain, yang 

tidak bisa diampuni dengan sebab mengerjakan shalat, sedekah, atu haji, 

namun hanya bisa diampuni dengan kesusah-payahan dalam mencari 

rezeki.

(Hadist Riwayat At-Thabrani)


38

BANYAK JALAN MENUJU TAUBAT

Jalan utama untuk diampuni dosa-dosa kita oleh Allah adalah dengan 

bertaubat di dalam hati. Memohon ampun kepada Allah, menyesali, dan 

bertekad tidak akan mengulangi lagi perbuatan tersebut. Itulah jalan utama.

Tapi yang namanya jalan, ada jalan utama adapula jalan alternatif. Nah 

Allah Yang Maha Mengampuni lagi Maha Penyayang (Ghofurur Rohim) 

membuka lebar-lebar jalan alternatif tersebut. Diantaranya adalah dengan 

berwudhu sesuai sunnah Rasulullah. Karena seseorang yang 

menyempurnakan wudhu nya, maka dosa-dosanya berjatuhan seperti 

berjatuhannya air wudhu dari tubuhnya.

Kemudian shalat awal waktu juga jalan alternatif. Setiap selesai shalat 

fardhu sampai datang waktu shalat fardhu berikutnya adalah pengampunan 

dosa bagi seorang muslim.

Kemudian haji bahkan jalan alternatif sekaligus jalan utama. Karena setiap 

muhrim pasti teringat akan dosa-dosanya saat berhaji, kemudian mereka 

bertaubat. Ditambah lagi haji itu sendiri adalah ibadah penghapus dosa.

Kemudian ini nih yang paling enak. Yaitu mencari rezeki, termasuk jalan 

alternatif yang sangat direkomendasikan. Sudahlah rezeki dapat, dosa pun 

pergi. Bahkan kabar gembiranya itu dosa yang dihapus karena orang itu 

mencari rezeki adalah dosa yang tidak mungkin terhapus melalui jalan-jalan 

alternatif yang lain. Kalau mau juga paling lewat jalan utama. Jangan sampai 

terlupa untuk meniatkannya ya. 

Setelah sepuluh niat awal, tambah niat mencari rezekinya. Saat langkah 

pertama kaki kita keluar mencari rezeki, berniatlah "Ya Allah, saya niat 

untuk mengikuti para Nabi, dan untuk mensyukuri nikmatMu, dan untuk 

bekalku berziarah kepada NabiMu serta berziarah kepada orang-orang 

soleh, dan agar diampuni dosa-dosaku”


39

HADIST KE-16

ألن يهدي هللا على يديك رجال خير لك مما طلعت عليه الشمس و غربت

Apabila Allah memberi hidayah kepada seseorang melalui upayamu, itu 

lebih baik bagimu daripada apa yang dijangkau matahari sejak terbit hingga 

terbenam.

(Hadist Riwayat Bukhari)


40

BEGINILAH SAYA SEHARUSNYA SEBAGAI MUSLIM

Banyak yang terpacu saat saya ceritakan bahwa ada seorang konglomerat di 

Indonesia (kekayaannya masuk 50 besar di negeri ini), tiap hari tidak pernah 

melupakan 8 rakaat shalat dhuha. 

Begitu pula ada seorang jenius fisika paling fenomenal di Indonesia dan 

Jerman tidak pernah melewati sepertiga malamnya kecuali dalam keadaan 

tahajud.

Padahal kita sering mendengar kisah para kyai dan ustadz melaksanakan 

duha dan tahajud setiap hari, tapi kok ya nilai rasanya biasa-biasa saja. 

Namanya juga kyai. Namanya juga ustadz. Kalau ustadz tidak tahajud baru 

itu aneh.

Tetapi, begitu sunnah-sunnah Rasulullah seperti dhuha, tahajud, puasa 

senin kamis, dikerjakan oleh orang-orang yang begitu padat urusan 

dunianya, ternyata kita justru terpacu untuk menirunya. Inilah yang disebut 

syiar agama.

Untuk mengajar agama, kita harus ta’lim dulu ilmunya kepada ulama. Gak 

bisa sembarangan. Tapi untuk mensyiarkan agama, kita bisa melakukannya 

apapun profesi kita. Dengan cara yang paling sesuai dengan keadaan kita.

Kita ini sedang berpacu dengan waktu. Kita sedang berlomba dengan orang 

lain yang bergerak lebih cepat lagi dalam mensyiarkan idealisme mereka

yang menjauhkan manusia dari Allah.

Setelah sepuluh niat awal, perkuat niat mencari rezekinya. Saat langkah 

pertama kaki kita keluar mencari rezeki, berniatlah "Ya Allah, saya niat 

untuk mengikuti para Nabi, dan untuk mensyukuri nikmatMu, dan untuk 

bekalku berziarah kepada NabiMu serta berziarah kepada orang-orang 

soleh, dan agar diampuni dosa-dosaku, dan untuk mensyiarkan Islam”


41

HADIST KE-17

ولكنها على قدر نصبك

Akan tetapi, pahalanya tergantung kepada pengorbanan nya.

(hadist Riwayat Muslim)


42

INGAT SHALAT SAAT ORANG LAIN LUPA

Namanya Mang Adung, seorang tukang bangunan serba bisa. Aseli orang 

Subang. Orangnya kurus kecil, tapi tenaganya luar biasa. Keterampilan nya 

dalam “dunia tukang” komplit dah. Dari awal tanah kosong sampai jadi 

rumah dia bisa kerjakan.

Jadwal kerjanya padat. Setiap selesai bangun atau renovasi sebuah rumah, 

sudah ada dua atau tiga waiting list yang booking dia. Orang suka memakai 

jasanya karena kerjanya cepat dan rapi. Tidak pernah korupsi waktu. Selalu 

ontime jam 8 pagi sampai jam 5 sore. Bahkan sebelum jam 8 sudah standby 

di TKP melihat-lihat persiapan kerja hari itu. Pokoknya “dunia tukang” 

adalah passion dia lah.

Tetapi inti dari cerita tentang Mang Adung yang mau saya sampaikan adalah 

dia selalu shalat awal waktu. Wah manusia langka ini. Terutama yang 

memiliki profesi sama dengannya. Di tengah-tengah lelahnya sebagai 

tukang bangunan, shalat berarti mengurangi jatah istirahatnya. 

Dalam keadaan badan berlumuran adonan semen, baju kotor segala macam 

noda kumpul jadi satu, tetapi Mang Adung tetap shalat, ini tekadnya level 

tinggi nih. Pahalanya juga pasti tinggi sesuai hadist Nabi. Beda dong sama

pengangguran. Bisa shalat awal waktu ya namanya juga nganggur, apalagi 

kerjaan nya kalau bukan nungguin shalat. Hehe.

Jadi saat kita sibuk dengan kerjaan dan bisnis kita, disitu ada kesempatan 

meraih pahala ibadah lebih besar dari hari-hari santai kita. Karena 

pengorbanan nya pasti besar. 

Setelah sepuluh niat awal, perkuat niat mencari rezekinya. Saat langkah 

pertama kaki kita keluar mencari rezeki, berniatlah "Ya Allah, saya niat 

untuk mengikuti para Nabi, dan untuk mensyukuri nikmatMu, dan untuk 

bekalku berziarah kepada NabiMu serta berziarah kepada orang-orang 

soleh, dan agar diampuni dosa-dosaku, dan untuk mensyiarkan Islam, dan 

mengejar pahala ibadah lebih melimpah”


43

HADIST KE-18

مثل الذي يذكر ربه والذي ال يذكر مثل الحي والميت

Perumpamaan orang yang berzikir kepada Allah dengan yang tidak, 

bagaikan orang hidup dengan orang mati

(Hadist Riwayat Bukhari dan Muslim)



44

DOA EVERYWHERE EVERYTIME

Seorang ulama memberi nasihat, agar jangan menyepelekan doa-doa yang 

kelihatan ringan. Seperti doa berjalan ke masjid, doa keluar rumah, dan lain-

lain. Bahkan jika doa-doa tersebut belum dihafal, maka catatlah dalam 

sebuah buku kecil ukuran saku, lalu bacalah saat keluar dari rumah. 

Sehingga lama-lama akan hafal sendiri.

Begitulah pentingnya doa. Rasulullah mengajarkan banyak sekali doa 

kepada kita. Hampir setiap aktifitas ada doanya. Baik aktifitas dalam rumah 

seperti makan, minum, tidur, maupun aktifitas luar rumah seperti naik 

kendaraan, masuk pasar, masuk masjid, dan lain-lain.

Sayang sekali saat kita ketemu kesempatan-kesempatan yang disitu ada 

doanya khusus, tapi malah kita lewati begitu saja. Mari menghitung 

sedapatnya saja, doa yang bisa kita borong saat kita mencari rezeki. Saat 

keluar rumah, saat naik kendaraan, saat bertemu orang lain, saat berpisah, 

saat macet di perjalanan, saat memasuki kantor/toko, saat menerima berita 

baik di kantor, saat menerima berita kurang baik menurut kita, saat ini, saat 

itu, wah banyak sekali.

Apa yang terjadi kalau kita jadi di rumah saja ? Doa-doa itu kapan dibacanya 

orang gak kemana-mana ?

Jadi setelah sepuluh niat awal, lengkapi niat mencari rezekinya. Saat 

langkah pertama kaki kita keluar mencari rezeki, berniatlah "Ya Allah, saya 

niat untuk mengikuti para Nabi, dan untuk mensyukuri nikmatMu, dan 

untuk bekalku berziarah kepada NabiMu serta berziarah kepada orang-

orang soleh, dan agar diampuni dosa-dosaku, dan untuk mensyiarkan Islam, 

dan mengejar pahala ibadah lebih melimpah, dan memperbanyak doa dan 

zikir”


45

HADIST KE-19

المؤمن للمؤمن كالبنيان يشد بعضه بعضا )ثم شبك بين اصابعه(

Seorang mukmin terhadap mukmin lainnya seumpama bangunan saling 

mengokohkan satu sama lain (kemudian Rasulullah merapatkan jari-jari 

tangan Beliau).

(Hadist Riwayat Bukhari dan Muslim)


46

ORANG MISKIN YANG BANYAK HARTANYA

Banyak orang-orang sukses yang saya kenal mereka punya prinsip, “Hidup 

hanya sekali, maka buatlah sebanyak mungkin manfaat buat orang lain”. 

Prinsip seperti ini super banget buat saya. Hidup itu untuk melayani dan 

memuliakan orang lain. 

Maka tidak heran ada seorang yang sedekahnya setiap bulan mencapai 30 

juta rupiah. Fantastis ya, penghasilan nya berapa kalau sedekahnya aja 

segitu. Ternyata penghasilan nya gak sebesar yang kita duga kok, yang besar 

itu kedermawanan nya.

Bicara soal dermawan itu bicara hati, bukan bicara harta. Tidak sedikit pula 

orang yang hartanya banyak tetapi hatinya miskin. Tepatnya miskin dari 

kepedulian kepada saudaranya. Maka nya disebut sebagai orang miskin 

yang banyak hartanya.

Karena itu, pertama perbaiki hati kita. Kedua perbaiki keuangan kita. Karena 

kita juga tidak leluasa membantu orang lain saat gak punya duit. Betul kan. 

Dana BOS (Bantuan Operasional Saudara) harus selalu ada saldonya di 

dompet kita. Jangan sampai kosong.

Jadi setelah sepuluh niat awal, lengkapi niat mencari rezekinya. Saat 

langkah pertama kaki kita keluar mencari rezeki, berniatlah "Ya Allah, saya 

niat untuk mengikuti para Nabi, dan untuk mensyukuri nikmatMu, dan 

untuk bekalku berziarah kepada NabiMu serta berziarah kepada orang-

orang soleh, dan agar diampuni dosa-dosaku, dan untuk mensyiarkan Islam, 

dan mengejar pahala ibadah lebih melimpah, dan memperbanyak doa dan 

zikir, dan untuk membantu orang lain”


47

HADIST KE-20

اتقوا هللا وأعدلوا فى أوالدكم

Bertakwalah kepada Allah dan berlakulah adil terhadap anak-anakmu.

(Hadist Riwayat Bukhari dan Muslim)


48

MAHKOTA BAGI ORANG TUA

Suatu hari ketika para penduduk surga sedang dalam keadaan bahagia 

dengan aneka kenikmatan dari Allah, datanglah serombongan pelayan surga 

dengan seragam yang sangat gagah layaknya tentara di istana kepresidenan

lengkap dengan kuda-kuda kencana cantik bertaburan emas, menemui 

seorang ayah di dalam istananya di surga.

“Maaf ayah kami ingin sampaikan ada seseorang yang sedang menunggu 

ayah. Kami bertugas menjemput ayah”

“Wah siapa yang menunggu saya ? Apakah Rasulullah ?”

“Bukan Rasulullah, tetapi putra ayah”

“Ada apa putraku menjemputku segala dengan pasukan lengkap yang 

megah seperti ini ?”

“Karena hari ini adalah hari istimewa ayah”

“Hari apa ini ?”

“Hari dimana ayah akan mengikuti prosesi upacara penyematan mahkota

berlian dari putra ayah. Bukankah ayah telah mendidik dia sehingga menjadi 

penghafal Al-Quran ? Hari inilah hari yang dijanjikan. Rasulullah akan hadir 

pada prosesi ini dan akan berbangga dengan ayah”

Mendengar cerita seperti ini saja sudah menetes air mata kita. Apalagi kalau 

tokoh ayah dalam cerita tersebut adalah kita sendiri.

Jadi setelah sepuluh niat awal, lengkapi niat mencari rezekinya. Saat 

langkah pertama kaki kita keluar mencari rezeki, berniatlah "Ya Allah, saya 

niat untuk mengikuti para Nabi, dan untuk mensyukuri nikmatMu, dan 

untuk bekalku berziarah kepada NabiMu serta berziarah kepada orang-

orang soleh, dan agar diampuni dosa-dosaku, dan untuk mensyiarkan Islam, 

dan mengejar pahala ibadah lebih melimpah, dan memperbanyak doa dan 

zikir, dan untuk membantu orang lain, dan untuk mendidik anak-anak kami”


49

PENUTUP

Alhamdulillah 20 hadist pertama sudah kita bahas bersama-sama. Insya 

Allah 20 hadist kedua akan saya sampaikan pada jilid kedua buku ini. 

Temanya tetap sama yaitu berkaitan dengan niat mencari rezeki. Doakan 

saya agar tetap sehat dan semakin istiqomah ya.

Jadi apa kesimpulannya ? Saat kesibukan kita mencari rezeki sudah 

berorientasi kepada nafsu duniawi, segera putar haluan. Jangan sampai 

ibadah ini hangus begitu saja tanpa bagian apa-apa untuk kita kecuali hanya 

kelelahan.

Selalu ingat dan ulang-ulang niat kita yang begitu banyak ini. Islam menjadi 

kuat dengan peran seluruh ummat baik ulama, pemerintah, maupun 

pengusaha dan pegawai. Ambil bagian kita untuk memajukan Islam!

Inilah 20 niat terbaik dalam mencari rezeki, "Ya Allah nawaitu mencari 

rezeki ini agar Engkau ridha kepadaku, dan Rasulullah ridha aku sebagai 

ummatnya, dan untuk mematuhi ayat Al-Quran, dan mengikuti jejak para 

ulama soleh, dan agar aku bisa menunaikan haji dan umroh, dan agar aku 

bisa menyalurkan zakat dari hartaku, dan untuk menafkahi keluargaku, dan 

agar aku bisa memilih yang halal saja dari karuniaMu, dan aku berniat 

silaturahmi, dan untuk memuliakan orangtuaku, dan untuk mengikuti para 

Nabi, dan untuk mensyukuri nikmatMu, dan untuk bekalku berziarah 

kepada NabiMu serta berziarah kepada orang-orang soleh, dan agar 

diampuni dosa-dosaku, dan untuk mensyiarkan Islam, dan mengejar pahala 

ibadah lebih melimpah, dan memperbanyak doa dan zikir, dan untuk 

membantu orang lain, dan untuk mendidik anak-anak kami”


50

TENTANG PENULIS

Wah saya pengen eksis juga nih nulis bab ini. Hehe. Insya Allah gak gitu ya, 

niat saya silaturahmi kepada saudara semua. Biar saya duluan yang 

memperkenalkan diri, tapi nanti gantian saudara yang menyapa saya ya. 

Saya dan isteri adalah orang tua dari empat anak kami (sampai buku ini 

ditulis), semuanya laki-laki. Alhamdulillah. Kami tinggal di Jakarta, walaupun 

aslinya saya dari Cirebon dan isteri dari Bandung. 

Saya menyelesaikan pendidikan di bidang kimia di Universitas Padjadjaran 

Bandung, kemudian mendalami ilmu agama Islam di kota Tarim, Republik 

Yaman. Alhamdulillah.

Saya akan merasa sangat beruntung bila saudara berkenan memberi 

masukan tentang buku ini, agar menjadi tambahan ilmu buat saya. Atau 

sekedar bersilaturahmi di akun telegram saya

 @MukafiArafat. 

Salam Hijrah

Waktunya bangun dan berubah dari tidur panjang kita !


https://s.id/TanyaSomad



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tq, sukses buat anda

Ayat Tentang Pernikahan

Tidak menikahi mahram atau sosok yang haram untuk dinikahi Ijab kabul untuk selamanya Tidak ada paksaan Kepastian dalam menetapkan pasangan ...

Ketik kata kunci pencarianmu

Mengenai Saya

Foto saya
malang, jawa timur, Indonesia
Saya suka BISNIS dan BIDANG PENGEMBANGAN DIRI Utk bisnis saya suka bisnis jaringan sebab bisa menghasilkan PASIF INCOME dan terdapat hubungan MUTUALISME yg saling menguntungkan. Saya perkenalkan BISNIS ONLINE 'Affiliate Marketer' dgn moto 'NO ACTION NO PROFIT' Jadi ini bisnis MODALNYA MAU BERPROSES DAN MENURUT APA KATA MENTOR dan di sinii potensi penghasilan anda TAK TERBATAS tergantung kepada ketekunan dan kesungguhan serta KOMITMEN pada TUJUAN BESAR atau IMPIAN ANDA. wa.me/+6283833724728 atau cantumkan WA dan waktu luang anda untuk kami follow up di KOMENTAR