Kata Pengantar
Assalamualaikum wr wb
Apa kabar? Semoga teman-teman dalam keadaan sehat dan baik-baik saja
ya. Karena dengan begitu saja sudah sebuah nikmat dan rezeki dari Allah
SWT. Betul?
Salah satu nikmat yang bisa berbagi kembali melalui ebook yang
sebenarnya adalah ringkasan materi Kuliah Whatsapp ( Kulwa) tentang
Kalimat Iklan yang diadakan oleh Muslim Entrepreneur University (
MEU), dan Alhamdulillah waktu itu ada 73 grup kulwa dengan total
peserta kurang lebih 14.000. Masya Allah...
Semoga ebook sederahana ini bisa bermanfaat bagi pembacanya dan
menjadi wasilah tumbuhnya bisnis nya. Aamiin...
Selamat menikmati.
Team Agen MEU
FORMULA MENEMUKAN CALON
PEMBELI YANG TEPAT
Baik, sebelumnya, siapa di sini yang mau jualannya laris?
Saya yakin, hampir semuanya pasti mau kan. Gak ada penjual yang gak
mau laris dagangannya. Entah dia penjual secara online ataupun offline.
Semua ingin jualannya laris.
Kalau jualannya mau laris, maka cara jualannya juga harus benar. Gak
bisa asal. Apalagi jika jualannya secara online. Gak bisa asal postang-
posting iklan, dan gak perlu kerja pontang-panting banting tulang. Hehe
Dulu saat mau jualan online saya sempat berpikir. Enak juga ya kerja
postang-posting iklan saja sudah bisa dapat uang dari situ. Bahkan, pas
tahu ada kawan yang jualannya bisa laris dan punya penghasilan lumayan
dari online, maka jadi deh kepengen seperti itu.
Namun saat menjalankannya ternyata gak seperti di bayangin saat awal-
awal lihat teman yang jualannya laris. Bahwa cuma modal postang-
posting, bisa closing.
Ternyata kenyataannya jauh dari itu. Malah sekali posting iklan, eh malah
gak ada yang lihat. Gak ada yang like apalagi komen. Bikin down deh.
Ambyar.
Ada yang alami itu juga?
Nah, setelah saya belajar di MEU Academy, baru tahu ternyata jualan
online itu gak asal postang-posting biar bisa closing. Tetapi ada polanya.
Nah, kata guru saya…
SUKSES ITU BERPOLA DAN GAGAL PUN BERPOLA.
Kalau polanya salah, hasilnya jadi masalah. Kalau polanya benar,
hasilnya juga benar.
Begitu juga saat menulis iklan. Banyak yang beranggapan saat buat
postingan promosi, ya tulis aja dengan kata-kata :
Beli sekarang.
Yuk diorder!
Buruan sis dipesan!
Mumpung lagi promo, boleh dipilih kak.
Silakan dipilih-pilih.
Setelah itu, berharap ada yang komen, lalu closing.
Kenyataannya???
Gak ada yang ngelirik, gak ada komen. Iya kan?
Jawab dalam hati saja ya. Hehe
Oke kita bedah kenapa itu bisa terjadi.
Sebenarnya ada banyak hal yang membuat postingan iklan itu tidak ada
yang dilirik. Saya bahas 3 saja ya. Dan ini jadi pembahasan kita selama
diadakannya kulwa ini.
1. Beriklan pada orang yang salah.
2. Iklannya terkesan menyuruh.
3. Iklan tidak menarik.
Kita bahas satu per satu ya.
Pertama: Beriklan Pada Orang yang Salah.
Kesalahan yang banyak dilakukan penjual online pemula adalah
memasarkan produknya kepada TARGET MARKET atau calon pembeli
yang tidak tepat.
Mereka beranggapan bahwa produknya bisa dipakai oleh siapa saja. Jadi
beriklannya juga kepada semua orang.
Justru langkah itu keliru. Meski produknya bisa dipakai semua orang,
belum tentu semua orang adalah target market atau calon pembeli produk
Anda.
Target market salah, iklan jadi gak ngefek ke penjualan.
Lebih parahnya…
Target market salah, bisnis jadi bermasalah. Akhirnya bangkrut. Tutup.
Untuk itu, target market ini harus tepat. Target Market yang Tepat adalah
hal penting bagi kelangsungan usaha Anda.
Dan bagi copywriting, Target Market yang Tepat Jauh 10 Kali Lebih
Penting daripada Copywriting itu sendiri.
Kenapa?
Karena merekalah yang nantinya membaca iklan Anda dan beli produk
Anda. Catet…
Untuk itu, Anda perlu tahu dan menemukan target market yang tepat
untuk produk Anda.
“Lalu bagaimana menemukan target market yang tepat mas?”
Pertanyaan bagus.
Caranya, Anda perlu pahami bahwa target market yang tepat itu punya
ciri-ciri spesifik.
Ciri-ciri spesifik ini disebut dengan BUYER PERSONA.
Buyer Persona adalah kunci untuk menulis naskah iklan nanti.
Untuk tahu apa itu buyer persona, Anda hanya perlu jawab beberapa
pertanyaan berikut ini.
• Siapa Target Market Anda?
• Berapa Usia mereka?
• Apa Jenis kelamin?
• Berapa Pendapatan Rutin?
• Demografi? Tempat Tinggal?
• Apa Hobby Mereka?
• Siapa Public figure kesukaan?
• Apa kekhawatiran mereka?
• Apa yang diinginkan mereka?
• Apa yang ditakuti mereka?
• Apa mimpi mereka yang bisa Anda bantu wujudkan?
• Apa kebutuhan mereka?
• Apa masalah yang ingin diselesaikan?
Biar makin terbayang, saya berikan contohnya ya.
Silakan lihat gambar di bawah ini.
Menurut Anda, siapa TARGET MARKET yang tepat untuk produk sabun
tersebut?
Ya benar. Jawaban Anda saya prediksi sama.
Jawabannya adalah umumnya para wanita.
Lalu apakah semua wanita berpotensi membeli produk tersebut?
Belum tentu.
Karena itu, kita perlu lihat kembali ke pertanyaan-pertanyaan soal
BUYER PERSONA di atas.
Jadi, jawaban untuk buyer persona Sabun Lemonglo adalah…
Wanita berusia sekitar 18-45 tahun yang ingin punya wajah halus, cerah
dan ingin terlihat awet muda, tinggal di daerah perkotaan,
berpenghasilan 1 juta ke atas, suka dengan KPOP, serta khawatir dan
malu jika wajah terlihat berjerawat dan berminyak.
Sampai sini ada gambaran???
Sekarang kita lanjut ke bagian naskah iklannya.
Karena kita sudah tahu siapa target marketnya lewat buyer persona
tersebut, kita jadi lebih mudah untuk membuat naskah iklan untuk produk
tersebut.
Misalnya :
Khusus buat wanita yang ingin punya wajah glowing alami.
Ingin punya wajah mulus kayak artis KPop?
Rahasia mendapatkan wajah cerah dalam 7 hari.
Solusi Praktis Hilangkan Jerawat Lewat Lemon Glo.
Semua wanita yang berjerawat bisa punya wajah halus dengan Lemon Glo
karena bisa hilangkan minyak berlebih di wajah.
Kalau mau lebih terlihat halus dengan Storytelling bisa seperti ini.
Mak, kepengen kan ya punya kulit wajah yang cerah, cantik, dan alami
meski tanpa make up. Wah kalau punya wajah kayak gitu, suami pasti
bakal betah di rumah nih. Suami juga gak bakal lagi deh lirik-lirik yang
ada di luar sana.
Nah, siapa tahu informasi ini penting buat Mak, karena sebenarnya untuk
punya wajah mulus bak artis KPOP itu ternyata mudah. Dan yang
penting, gak perlu keluar banyak uang.
Apalagi, 8 dari 10 orang yang pernah pakai ini juga merasakan
khasiatnya. Kalau Mak mau, kita bisa ngobrol di 083834064949 biar saya
bisikin rahasianya.
Mau pakai teknik Covert Selling? Jadinya begini.
Banyak wanita ingin punya wajah cantik dengan mengeluarkan banyak
uang. Mereka rutin ke salon dan rela pakai kosmetik berharga jutaan.
Padahal ada cara gampang, murah, dan bisa dilakukan di rumah untuk
bisa miliki wajah cantik.
Caranya yaitu jaga hati dengan tidak sering mengeluh dan bergunjing,
perbanyak ingat Allah, serta rutin gunakan sabun Lemon Glo. Dijamin,
hati dan wajah jadi cantik. Percaya deh.
Gimana?
Mudah bukan?
Oke, sekarang giliran Anda menjawab pertanyaan soal BUYER
PERSONA untuk masing masing produk yang Anda jual.
Begitu ya.
RAHASIA MEMPENGARUHI PEMBELI
LEWAT KATA-KATA
Gimana? Sudah bisa menemukan target market yang tepat untuk produk
Anda?
Saya harap, Anda sudah bisa, atau minimal tahu apa yang harus dilakukan
pertama kali sebelum menulis iklan ya.
Oke kita lanjutkan materi sebelumnya ya.
Di materi pertama, teman-teman sudah tahu tentang :
• Bagaimana menemukan target market yang tepat
• Menentukan buyer persona untuk produk anda.
Sekarang, kita bahas tentang bagaimana agar iklan yang kita buat tidak
terkesan menyuruh-nyuruh calon pembeli.
Kalau disuruh-suruh, kesannya kok jadi seperti memaksa ya. Dan, tiap
orang itu gak suka dipaksa, apalagi dipaksa untuk mengeluarkan uang.
Hehe...
Maka dari itu, teman-teman bisa lakukan hal ini agar iklan yang Anda
buat tidak terkesan seperti itu.
Namun sebelumnya, saya ingin ngutip omongan motivator, penulis, dan
konsultan dari Inggris, Simon Sinek.
Beliau bilang begini…
“Kalau Anda tidak memahami manusia, Anda tidak memahami
bisnis.”
Wah. Maksudnya gimana mas?
Tenang gak usah kaget.
Awalnya kita menyangka, kalau belajar bisnis itu, harus belajar akuntansi,
manajemen, mengelola stok, programming, dan lain sebagainya.
Mungkin memang iya, harus belajar itu, tapi ada satu yang terpenting
adalah:
BELAJAR PSIKOLOGI.
Artinya, kita juga harus mempelajari ilmu tentang kejiwaan.
Kita juga harus mempelajari, bagaimana perasaan pembaca tulisan kita,
agar dia mau beli.
Ingat!!! Yang kita jualin itu manusia, bukan robot.
Kalau robot, di-klik tombol "OFF" dia diam. Di-klik tombol "ON" dia
bergerak.
Kalau manusia, beda. Ketika dijualin dengan mengatakan, "BELI
SEKARANG!"
Ada yang beneran beli. Tetapi ada yang mengatakan, "Ih ngapain!"
Hati-hati...
Karenanya, sekarang, kita akan mempelajari RAHASIA PENGARUHI
PEMBELI LEWAT KATA-KATA.
Penjelasannya begini…
Saya yakin setiap manusia itu ingin selalu bergerak untuk mendapatkan
apa yang mereka inginkan atau untuk menghindari apa yang tidak mereka
sukai.
Dengan kata lain, manusia bergerak itu dipengaruhi dua hal :
1. Mengejar Kenikmatan (Pleasure).
2. Menghindari Masalah (Pain).
Contoh :
- Ada orang yang pengen nikah karena ingin bahagia.
(pleasure/nikmat)
- Ada juga tipe orang yang ingin nikah karena gak tahan di-bully
karena status jomblonya. (pain/masalah)
Contoh lain :
- Ada jenis orang yang ingin punya perut sixpack, otot kekar, agar
bisa hidup sehat. (pleasure)
- Ada jenis orang yang takut gemuk, takut buncit, dan takut
kolesterolnya tinggi. (pain)
dan sebagainya...
Menurut penelitian, 80% orang itu sebenarnya tipe MENGHINDARI
MASALAH (PAIN) dan 20% sisanya adalah mengejar kenikmatan
(pleasure).
Maka dari itu, kalau Anda sudah menjawab pertanyaan tentang BUYER
PERSONA kemarin, sekarang mestinya Anda sudah tahu, apa saja
keinginan (pleasure) dan ketakutan (pain) yang dialami oleh target market
Anda.
Nah, saat menulis iklan Anda, tulislah dua hal tersebut dalam copywriting
Anda.
Tulislah keresahan apa kalau prospek Anda tidak pakai produk Anda
(pain) dan apa manfaat setelah menggunakan produk/jasa Anda
(pleasure).
Tulis semuanya dalam iklan yang Anda buat. Jangan berisi Pain doang,
atau Pleasure doang. Harus dua-duanya..
Misalnya, setelah membaca copywriting bertuliskan, "Setelah
menggunakan suplemen ini, Anda akan lebih sehat!"
Terus pembacanya berpikir, "Aku baik baik saja kok, udah sehat ini."
Padahal bisa jadi, suplemen itu dikonsumsi untuk pencegahan. Karena itu,
ditambah juga formula PAIN-nya.
Contoh :
Konsumsi rutin (nama produk) ini gak hanya bikin daya tahan tubuh
kamu kuat, tetapi juga mencegah kamu terpapar dari virus penyakit.
Dapatkan gamis eksklusif ini selagi Anda masih bisa memilikinya dengan
harga termurah, karena dalam 3 hari lagi kami tutup penjualannya
lantaran stok kami yang terbatas.
Bayangkan setelah Anda terdaftar jadi peserta kelas Jago Nulis Iklan,
Anda akan lebih mudah lagi membuat copywriting yang menarik, dan
iklannya tidak lagi dicuekin calon pembeli.
Gimana? Jauh lebih ngena kan?
Nah, untuk memudahkan Anda membuat iklan menggunakan formula
Pleasure dan Pain, saya tuliskan beberapa kata 'pemancing' ya.
KATA PEMANCING PAIN
- Menurunkan (apa)
- Mencegah (apa)
- Menghemat (berapa)
- Menghindari (apa)
- Melindungi dari (apa)
- Tidak lagi (apa)
- Tidak perlu (apa)
- Agar tidak (apa)
- Terbebas (dari)
dan masih banyak lagi...
KATA PEMANCING PLEASURE
- Memudahkan (untuk)
- Membantu (untuk)
- Menaikkan (apa)
- Mempercepat (apa)
- Menghasilkan (apa)
- Mendapatkan (apa)
- Membantu (apa)
- Solusi (dari)
dan lain-lain...
Nah, sekarang, gunakan kalimat pemancing tersebut untuk menulis
copywriting produk Anda ya.
Praktekkan sekarang ya. Jangan ditunda!
Sekian untuk malam ini. Saya kembalikan ke moderator.
Tabik ( salam hormat )
TEKNIK BIKIN IKLAN YANG DILIRIK
CALON PEMBELI
Salah satu kemampuan yang harus dimiliki oleh penjual/pebisnis
online adalah kemampuan menulis iklan yang menarik, sehingga
membuat pembacanya merespons sesuai dengan keinginan kita.
Hanya saja, tujuan tersebut sulit tercapai jika iklan Anda tidak bisa
membuat pengguna sosmed tertarik membaca iklan Anda.
Nah agar iklan Anda dibaca, maka ada faktor STOP yang membuat
orang berhenti scrolling dan mau membaca iklan Anda.
Nah faktor STOP ini penting sekali, karena hanya dalam waktu yang
sangat singkat, kurang lebih 3 detik menentukan iklan Anda dibaca
atau dilewati.
Kebayang kan…
Betapa pentingnya, bahkan saking pentingnya, ini lebih penting dari
isi iklan Anda.
Kenapa bisa begitu ??
Ya buat apa Anda bikin iklan keren, bagus, cetar membahana kalau
tidak ada orang yang membacanya.
Toh iklan tersebut bisa menghasilkan transaksi jika iklan tersebut
dibaca. Betul begitu kan ??
Faktor STOP ini sebenarnya ada 3 jenis. Apa sajakah itu ?
1. Gambar
2. Video
3. Headline
Ketiganya wajib memiliki sifat yang menarik, bikin penasaran, bikin
kaget, ataupun hiperbola.
Karena kali ini ini kita membahas menulis iklan, maka yang akan kita
bahas adalah HEADLINE.
Apa sih Headline itu ??
Headline atau lebih mudahnya saya katakan judul Promosi, adalah
sebuah rangkaian kata dalam 1 kalimat yang membuat pembaca
tertarik membaca iklan anda.
Dalam waktu 3 detik saat membaca headline, pembaca akan
memutuskan meneruskan membaca atau skip iklan Anda.
Begitu pentingnya headline, sehingga sering sekali dikatakan bahwa
Headline adalah iklannya iklan Anda.
Karena begitu pentingnya headline ini, hampir setiap copywriter yang
saya kenal, dan guru guru saya pun meyakini, bahwa memikirkan
headlne ini membutuhkan waktu yang paling lama.
Lantas bagaimana buat headline yang menarik?
Jadi, sebelum kita belajar lebih jauh, harus dipahami dulu GOAL-nya,
atau tujuan utamanya.
Jangan salah ya, tujuan ditulisnya copywriting dengan tujuan
ditulisnya HEADLINE itu berbeda.
Headline, tujuannya adalah calom pembeli MAU BACA/MAU KLIK
iklan kita.
Sedangkan…
Copywriting, tujuannya adalah membuat agar calon pembeli MAU
BELI.
Beda lho ya...
Jadi jangan sampai Anda membuat headline yang buru-buru menyuruh
untuk beli.
Paham ya? Lanjuuut...
Nah, untuk membuat seseorang tergerak sesuai yang kita arahkan,
maka kita wajib memberi Motivasi dalam iklan headline tersebut.
Tanpa motivasi, mustahil seseorang mau bergerak.
Motivasi manusia sebenarnya hanya ada 2.
Ingat materi kemarin soal Pleasure dan Pain?
Maka itu, headline pun harus mengandung motivasi. Entah mengejar
kesenangan ataupun menghindari rasa sakit.
Oke…
Inilah beberapa jenis headline yang menarik dan bisa membuat calon
pembeli mau membaca iklan Anda.
1. SELECTIVE HEADLINE
Namanya juga selective, artinya headline Anda membuat target market
yang spesifik tertarik.
Secara tidak langsung, headline ini juga 'mengusir' orang lain yang
tidak sesuai dengan PROSPEK Anda.
Contohnya banyak. Tapi ingatkah Anda saat Anda bergabung ke
kulwa ini ada kata-kata khusus belajar NULIS IKLAN?
Dapat ide?
Agar lebih ngena, saya memberkan contoh lain :
- "Untuk kamu yang suka musik!"
- "Untuk wanita yang ingin terlihat lebih muda dari usia
sebenarnya!"
- "Spesial untuk pengusaha yang ingin meningkatkan omsetnya."
2. FEAR HEADLINE
Headline jenis ini bertujuan untuk menakut-nakuti pembaca agar
segera klik, atau ada info berbahaya yang harus pembaca tahu.
Masih ingat materi PAIN?
Nah, kalau Anda benar-benar sudah mencatat apa kerugian orang lain
bila tidak memiliki produk Anda, maka membuat headine ini cocok.
Contoh :
- Hati hati! Penyakit ini bisa menjangkiti setiap orang usia berapa
pun!
- Yakin? Air yang Anda minum benar-benar aman?
- Jangan sampai kehabisan! Seat terbatas!
- Awas bangkrut!
3. CURIOUS HEADLINE
Ya, curious berarti PENASARAN.
Jadi, buatlah orang penasaran dengan judul iklan Anda.
Tipsnya, berikan informasinya nggak lengkap, ambigu, sehingga
membuat orang mau klik dan baca.
Contoh :
- "Ini dia 7 tips diet buat si wanita karir!"
- "Begini rahasia saya mendapatkan 10 juta per bulan tanpa keluar
rumah!"
- "Kuasai cara jualan laris tanpa biaya promosi!"
- "Bagaimana membuat uang mengejar-ngejar Anda?"
- "Akhirnya terbongkar kebiasaan seorang miliarder sebelum ia
sukses."
Rumus idealnya, ganti jawabannya dengan kata "ini."
Kalau jawabannya berupa cara, ganti dengan "begini cara."
Gimana? dapat ide?
4. BENEFIT HEADLINE
Kalau tadi Anda belajar FEAR HEADLINE karena ketakutan,
sekarang kebalikannya.
Sekarang, Pleasure-nya yang ditunjukkan.
Contoh :
- Bonus senilai Rp 3.654.000 untuk pembeian hari ini!
- Super hemat 50%!
- Cara menjadi KAYA CEPAT, dan HALAL!
- Langsung langsing dalam 30 hari, Tanpa diet!
- Gigi lebih putih dalam 10 hari, DIJAMIN!
Intinya, buat pembaca merasa diuntungkan, baik itu keuntungan secara
EKONOMIS atau untung secara psikologis.
Kalau keuntungan secara ekonomis, biasanya benefit yang
menjanjikan uang, hemat, dan sebagainya.
Beda dengan keuntungan secara psikologis.
Biasanya karena efek produknya. Yuk praktekkin!
5. NEWS HEADLINE
Ya, di headline ini bertujuan untuk memberikan info.
Jadi, ada info menarik yang membuat pembaca tertarik.
Contoh :
- Seminar bisnis pertama dan terakhir kali di tahun 2019!
- Berikut ini fakta menakjubkan tentang uang!
- Penemuan hebat menghilangkan jerawat dalam 3 hari.
Di jenis headline seperti ini, sebaiknya Anda share informasi
bermanfaat dulu di awal. Lalu, di akhir informasi baru diselipkan
jualannya.
Kalau informasinya cocok, maka peluang closingnya lebih besar.
Oke, baru saja Anda mempelajari 5 headline terbaik.
Sekarang, gilirian Anda untuk mempraktekkannya dalam bisnis Anda.
Siap??
Oke sampai disini materi dalam ebook ini, buat teman-teman yang
ingin belajar banyak tentang Teknik Menulis Iklan ( Copywriting),
teman-teman bisa ikut bajar di kelas Jago Nulis Iklan.
Berikut cuplikan materi dan bonusnya.
Kalau ada yang tanya “bagaimana cara daftarnya?”, silahkan hubungin
Reseller / Agen Resmi Muslim Entrepreneur University ( MEU).



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Tq, sukses buat anda