29.10.20

ANTARA PEMBAWA EMBER DAN PEMBANGUN PIPA


 BISMILLAH...


Pilih mana??


Anda kerja keras demi IMPIAN SENDIRI 5-12 bulan paling pahit 20 bulan kemudian tinggal menikmati hasil berupa PASIF INCOME ratusan juta?!


Atau


Bekerja keras demi IMPIAN BOS anda selama puluhan tahun bahkan mungkin selama hidup hanya untuk GAJI atau AKTIF INCOME beberapa juta saja?!


Pilihan ditangan anda sendiri dan saya hanya menawarkan saja SOLUSI USAHA SAMPINGAN (CIMO) yang nantinya bisa menjadi USAHA /BISNIS UTAMA ANDA setelah berhasil membangun ASET dan MENGHASILKAN PASIF INCOME 😍


https://bit.ly/MODAL-RECEHAN-HASIL-JUTAAN


MENDAPATKAN PENGHASILAN PASIF 100 JUTA 

SEBULAN.

Memiliki penghasilan pasif 100 juta pasti tidak terbayangkan bagi 

sebagian besar orang. Bahkan bagi saya dulu. Kalau mendapatkan 

penghasilan aktif 100 juta sebulan sih cukup mudah, tinggal menjadi 

dokter spesialis atau pengacara sudah beres, direktur atau berdagang 

sembako, jualan mobil, jadi agen asuransi, agen rumah dan 

sebagainya. Tetapi jika mereka tidak cerdas finansial, maka sudah 

terbukti bahwa penghasilan aktif yang besar justru menyebabkan

semakin miskin yang ditandai dengan bekerja semakin keras dari 

waktu ke waktu hanya untuk mempertahankan tingkat kehidupan, 

dan hutang yang semakin besar. Karena merasa bisa membayar 

cicilan, dengan mudah mereka kredit (berhutang) rumah, mobil 

mewah dan sebagainya. Tanpa tahu bahwa hidup mewah dengan 

penghasilan aktif adalah orang miskin. Ibarat menarik gerobak isi 

barang, semakin lama gerobaknya semakin penuh barang, suatu saat 

pasti tidak mampu lagi menarik bebannya itu. Karena kita sendiri

yang harus menarik gerobak yang semakin berat itu. Berbeda dengan 

mereka yang memiliki penghasilan pasif, ibaratnya naik gerobak 

yang ditarik kuda. Semakin besar penghasilan pasifnya dan semakin 

banyak sumbernya atau pipanya, maka semakin relaks kita karena 

sang kuda semakin banyak dan kuat serta sudah jalan sendiri sendiri.

Penghasilan pasif 100 juta sebulan itu ibarat memiliki deposito Rp. 

20.000.000.000,- . Bank umum biasanya memberi bunga deposannya 

sekitar 50%-60% dari keuntungan akibat deposito itu. Itu dirupakan 

bunga 6%-7% (bank umum) atau nisbah/porsi bagi hasil (bank 

syariah) yang jatuhnya ya kisaran 6%-7% di bank syariah (naik turun 

berdasarkan keuntungan bank), tergantung posisi tawar deposan. 

Deposan besar bisa mendapat bunga atau nisbah yang besar pula, 

kalau deposan kecil ya terpaksa ikut tarif terendah. Ambil saja yang 

rata rata yaitu 6%, maka deposito 20 milyar akan menghasilkan 100 

juta sebulan. Untuk mendapatkan uang 20 milyar, jika Anda 

menabung 20 juta sebulan, maka membutuhkan 1000 bulan atau 83 

tahun. Jika menabung 2 juta sebulan, butuh 830 tahun. Artinya itu 

suatu hal yang hampir mustahil.


Untuk bisa mendapatkan penghasilan pasif sebesar penghasilan akhir 

saja, kita perlu punya deposito 200x penghasilan terakhir (bunga atau 

nisbah 0,5 % /bulan). Jika kenaikan gaji, bunga bank dan inflasi 

hampir sama, maka untuk bisa mendapatkan uang sebesar 200x 

penghasilan, jika kita menyisihkan 20% atau seperlimanya setiap 

bulan, butuh waktu 200 x 5 = 1000 bulan atau 83 tahun. Untuk bisa 

mendapatkan hasil 200 x penghasilan dalam waktu 40 tahun sehingga 

saat pensiun nanti penghasilan Anda tidak berubah, maka Anda perlu 

mendepositokan 200/480 x 100% = 41% sejak awal Anda bekerja di 

usia 25 tahun, sehingga nanti usia 65 tahun kehidupan Anda terjamin. 

Apakah Anda bisa ? lagi lagi sepertinya mustahil.

Kemudian bagaimana caranya agar saya bisa mendapatkan 

penghasilan pasif 100 juta sebulan ? Apakah saya harus menjalankan 

bisnis ini dan itu, investasi ini itu ?. Kalau itu Anda lakukan, maka 

Anda akan mendapatkan penghasilan pasif 100 juta sebulan di alam 

kubur, meninggal karena stress.

Beberapa tahun lalu, ketika awal awal belajar tentang pikiran, di 

sebuah pertemuan orang tua murid HSKN (Home Schooling Kak 

Seto) Surabaya, saya sempat ngobrol sebentar dengan pak Ariesandi, 

salah satu pakar hipnoterapi dan pikiran. Kami sama sama 

menyekolahkan anak kami disana. Saya bertanya ke beliau :”Maaf 

pak, bagaimana kita bisa tahu bahwa pola pikir kita ini sudah pola 

pikir kaya ?” Beliau menjawab :”Dari kehidupan kita. Ibarat 

komputer, pola pikir itu harddisk dan kehidupan kita layarnya. Kita 

hanya bisa melihat isi hardisk dari apa yang ada di layar komputer”. 

Jadi kita baru tahu bahwa pola pikir kita ini benar benar pola pikir 

kaya dari kehidupan kita, apakah kita sudah mengarah menuju kaya 

atau sebaliknya ?. Bagaimana cashflow kita?, bagaimana cara kita 

menggunakan uang?, bagaimana Indeks Kemakmuran kita ?, Jika 

semakin hari indeks kemakmurannya semakin menurun, meskipun 

saat ini penghasilan aktif kita puluhan atau ratusan juta, tetap saja kita 

sebenarnya memiliki pola pikir miskin karena secara keuangan kita 

bertambah miskin. Meskipun kita sendiri merasa kaya karena 

memiliki penghasilan besar, rumah besar dan mobil banyak. Kaya 

tidaknya kita bukan dilihat dari itu, tetapi dilihat dari Indeks


Kemakmuran kita. Lebih kecil dari 1 atau lebih besar dari 1 (lihat e 

book Kecerdasan Finansial Dasar).

Jadi sebenarnya bagaimana cara kita mendapatkan penghasilan pasif 

yang besar itu ? Gampang sekali, yaitu dengan menggunakan bakat 

terbesar kita, MENIRU !! ditambah dengan percaya akan hukum 

hukum alam. Hanya itu !!

Siapa yang bisa kita tiru ? yaitu mereka yang sudah sukses dan 

memiliki penghasilan pasif yang besar. Kita lihat apa yang mereka 

lakukan, Anda bisa menirunya, karena hanya 3 bidang yang bisa 

Anda lakukan untuk mendapatkan penghasilan pasif besar yaitu 

Investor, Konglomerasi dan networking. Saya tidak menyinggung 

waralaba karena itu hanya bisa jika Anda sudah memiliki uang. 

Anggap saja Anda memulai tanpa memiliki uang banyak :

1. Investor memulai dengan membantu menyukseskan orang lain. 

Investor saham menyukseskan pialang, investor sapi 

menyukseskan para peternak. Sementara pialangnya tidak pernah 

rugi karena mereka mendapat fee dari setiap transaksi baik itu 

transaksi rugi maupun untung. Sebaliknya si investor bisa untung 

dan bisa rugi, baik karena ketidak jujuran orang yang dibantu 

sukses (peternak/pialang) maupun karena faktor lain. Tetapi lama 

kelamaan, hasil si investor akan lebih besar dari pialang atau 

peternak, karena si investor bisa memiliki banyak sapi atau 

saham, sedang si peternak hanya mampu merawat beberapa 

ternak saja, begitu juga si pialang hanya bisa menangani beberapa 

transaksi.

2. Kebanyakan para konglomerat memulai kerajaannya dengan 

magang kepada seseorang, membantu menyukseskan seseorang 

hampir tanpa pamrih dan bersikap jujur. Jika di titik ini dia gagal 

dan malah menipu orang kaya yang diikuti, maka kariernya akan 

berakhir. Kemudian ketika mulai bisa membuat perusahaan 

sendiri, di awal awalnya mereka juga membuat sukses banyak 

orang dulu, sementara mereka sendiri belum mendapatkan apa 

apa :


a. Pemilik perusahaan konvensional kuadran kanan, 

membayar dulu untuk bisa membangun pabrik, 

membayar direktur dan karyawan. Pada saat merintis, apa 

yang diperoleh para pekerja yang membangun, para 

direktur dan karyawan jauh lebih besar dibanding yang 

diperoleh pemilik perusahaan. Tetapi lama kelamaan bisa 

berbanding terbalik, pemilik bisa mendapat keuntungan 

sama besar atau lebih besar dari total yang diterima 

karyawannya. Sementara karyawannya menerima segitu 

gitu saja secara perorangan (karena harus dibagi ke 

banyak karyawan), si pemilik akan mendapat bagian 

semakin besar.

b. Pemilik perusahaan penjualan online seperti Alibaba, 

Bukalapak, Tokopedia dan lain lain, pada awalnya tidak 

mendapat apa apa, sementara para penjual yang dia layani 

sudah mendapat keuntungan dari jualannya. Jack Ma 

selama 3 tahun tidak mendapat uang, tetapi saat ini, dia 

mendapat ribuan kali lipat dari para penjualnya. 

Sementara para penjual online ya begitu begitu saja 

hasilnya, mereka yang melayani kehidupannya akan 

melesat.

c. Perusahaan aplikasi angkutan, nyaris tidak mengambil 

untung dari para pengemudi yang dia layani. Tetapi pada 

akhirnya, pengemudi yang sejak awal sudah dibantu dan 

diuntungkan itu hidupnya ya begitu begitu saja karena ada 

di kuadran kiri, sedang pemilik perusahaan akan semakin 

kaya dengan semakin banyak pengemudi yang dilayani.

3. Para pemain networking atau MLM yang sukses, sejak awal 

selalu membuat sukses orang lain. Mereka mau mengikuti sistem, 

ketika mulai aktif, mereka langsung belanja dan menambah 

sedikit penghasilan mentornya tergantung struktur dan peringkat 

si mentor (sekitar 3% dari belanjanya masuk ke mentor). Jika di 

titik ini saja dia tidak mau, maka hampir pasti gagal (tidak mau 

belanja dan kemudian di duplikasi). Ketika mulai membangun 

bisnis, dia mulai melayani anggota baru tanpa pamrih. Ketika


anggota baru itu bergabung, mereka tidak mendapat uang sama 

sekali dari biaya bergabungnya anggota itu. Ini berbeda dengan 

money game atau bisnis jaringan kuadran kiri, dimana kita 

mendapat uang dari pendaftar baru, sehingga kita bekerja bukan 

untuk menolong orang, tetapi untuk memanfaatkan orang. Di 

bisnis jaringan kuadran kanan, saat menjoinkan orang, kita justru

mendapat beban untuk membimbing. Si anggota baru

diperkenalkan dengan sistem, di dorong (terkadang dipaksa) 

untuk hadir di pertemuan pertemuan untuk meningkatkan plafon 

rejeki mereka karena bergaul dengan orang yang sudah sukses.

Barulah ketika si anggota tadi mulai aktif berbelanja dan 

membangun grup, dia mendapatkan hasilnya. Mungkin dari 10 

yang dibimbing, hanya 1 atau 2 yang benar benar akan memberi 

hasil kepadanya. Tetapi para network builder atau pembangun 

jaringan yang akhirnya berhasil tersebut tidak peduli, dia terus 

melakukan dan melakukan sampai akhirnya berhasil mendapat 

penghasilan pasif besar dan bisa freedom seumur hidup dia dan 

keturunannya. Semakin banyak anggota yang dibantu dan 

dibimbing sehingga sukses, akan semakin besar penghasilannya. 

Hukum Alam Memberi dan Menerima akan selalu bekerja.

Di setiap cara itu selalu ada resiko kegagalan, bahkan yang gagal jauh 

lebih banyak dibandingkan yang berhasil. Mereka yang gagal 

umumnya karena tidak memiliki kesabaran, ingin segera mendapat 

hasil dan tidak mau rugi. Para investor ketika merasa rugi satu dua 

kali sudah berhenti berinvestasi. Para calon pengusaha kuadran B 

sama juga, setelah bangkrut satu dua kali karena ditipu orang yang 

dia sukseskan, kemudian berhenti menyukseskan orang lain dan 

mengerjakan sendiri semuanya, kembali ke kuadran S atau 

pengusaha kecil. Para pengusaha networking juga sama, yang gagal 

adalah mereka yang tidak memiliki kesabaran dan enggan 

menyukseskan orang lain. Ada yang enggan belanja produk, ada yang 

ketika sudah menjalankan beberapa bulan kemudian berhenti karena 

merasa tidak mendapatkan uangnya. Mereka orang orang yang rugi, 

ibarat sudah menanam, tidak mau merawat karena merasa 

tanamannya tidak segera berbuah. Kemudian mereka berhenti


merawat pohon itu dan meninggalkan lahannya. Akhirnya dirawat 

orang lain dan orang itulah yang mendapatkan hasil. 

Bagaimana dengan profesi seperti dokter, guru, notaris, pemilik 

rumah yatim, pengacara, dan banyak lagi. Bukankah pekerjaan 

mereka juga menolong orang dan membantu orang agar bisa lebih 

sukses? Mengapa mereka tidak bisa sesukses contoh contoh pebisnis 

kuadran kanan diatas ? Penyebabnya karena mereka menolong dan 

langsung mendapatkan imbalannya. Sehingga seringkali niatnya 

bukan lagi menolong tetapi numpang hidup kepada yang ditolong, 

yaitu langsung mendapat penghasilan dari kegiatan itu. Kemudian 

langsung di nikmati, maka selesai sudah lingkarannya. Tidak ada lagi 

Hukum Alam Pertumbuhan ataupun Memberi dan Menerima disana, 

karena dis asudah menerima langsung, dan tidak sempat 

ditumbuhkan sudah habis dimakan.


Banyak orang berusaha sukses dengan meniru tindakan orang lain. 

Mereka heran ketika mendapati bahwa hasil akhirnya tidak sama. 

Mereka lupa dengan hal terpenting, yaitu cara berpikir dari orang 

yang ditiru itu. Tindakannya sama, misal mengajak orang tetapi 

dengan niat (pikiran) yang berbeda, maka hasilnya akan berbeda. 

Maka semua kita tiru dari awal, yaitu dari pola pikirnya.


KESIMPULAN.

Untuk memiliki penghasilan pasif besar sebenarnya setiap orang 

bisa, mulai penjahit miskin di Indonesia, penjual duren di Cina, 

profesor sampai penasehat presiden di Amerika. Syaratnya cuma 

satu, yaitu MAU BERUBAH. Apapun dan siapapun Anda saat ini, 

apakah tinggal di gubuk atau di rumah mewah, apakah 

berpenghasilan satu juta atau ratusan juta per bulan, JIKA 

FAKTANYA SAAT INI Anda belum memiliki penghasilan pasif 

yang besar, berarti pola pikir Anda belum memenuhi syarat untuk 

bisa memiliki penghasilan pasif besar. Atau dengan kata lain Anda 

belum memiliki kepantasan untuk memiliki penghasilan pasif besar.

Jika ingin memiliki penghasilan pasif besar, harus merubah pola 

pikirnya dahulu, kemudian merubah tindakan tindakannya, merubah 

kebiasaannya sehingga memiliki karakter tertentu dan barulah Anda 

memiliki nasib berpenghasilan pasif besar.

Karena itu di BTD ini pendidikannya ada 3 tahap, dimana 2 tahap 

pertama (BTD dan Seminar) untuk meningkatkan pola pikir, dan 

tahap ketiga (bagi yang mau), untuk melatih tindakan, kebiasaan 

sampai pembentukan karakternya dengan menjalankan bisnis 

kuadran kanan dengan bimbingan. Tentu tidak semua orang akan 

berlanjut dari satu fase ke fase lain. Semua fase sifatnya sukarela, 

karena ini pendidikan orang dewasa, dimana Anda bebas untuk 

keluar dari grup kapan saja. 

Yang paling berat tentu di tahap ke tiga yaitu menumbuhkan 

kepantasan kita untuk bisa mendapatkan anugerah penghasilan pasif 

100 juta per bulan dari Tuhan. Karena itu disini yang paling sedikit 

orangnya. Karena untuk masuk sini saja bawah sadar dan ego Anda 

sudah ketakutan terlebih dahulu. Bahkan salah satu murid saya 

mengatakan :”Ini bisnis yang paling dibenci orang. Anda mau apa 

tidak ?” Mereka yang bisa memiliki penghasilan pasif 100 juta, 

seperti yang dikatakan Robert T Kiyosaki adalah mereka yang bisa 

membangun dirinya sehingga memiliki sikap kepemimpinan yang 

tinggi, dan karakter yang kira kira seperti ini :

1. Jujur, memiliki integritas tinggi.


2. Bisa bersikap adil,

3. Bersifat mengayomi semua orang dan menghindari menyakiti 

hati seseorang.

4. Mampu mengantongi egonya, tidak mementingkan dirinya 

sendiri

5. Memiliki people skill yang tinggi.

6. Selalu siap membantu siapapun tanpa pamrih.

Seperti yang dikatakan salah satu rekan bisnis saya mbak Allisa 

Wahid, bisnis ini sangat islami karena telah memaksa orang untuk 

selalu berbuat baik dan menghindari dosa. Mereka yang sudah 

berhasil, tidak mungkin berani ke tempat tempat maksiat. Begitu 

mereka mendatangi tempat itu, selesai sudah. Begitu mereka

bertindak tidak jujur demi kepentingan pribadi, selesai sudah. Begitu 

dia bertindak kasar atau tidak adil kepada seseorang, selesai sudah. 

Bisnis yang sudah dibangun dengan susah payah akan runtuh seperti 

menara kartu tertiup angin.

Tetapi dari pengalaman selama ini, yang tidak mau berubah tidak 

akan berhasil mendapatkan penghasilan pasif. KITA HARUS MAU 

DIUBAH JIKA INGIN BERHASIL.

Surabaya, 29 Januari 2018, revisi Mei 2019

Sigit Setyawadi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tq, sukses buat anda

Ayat Tentang Pernikahan

Tidak menikahi mahram atau sosok yang haram untuk dinikahi Ijab kabul untuk selamanya Tidak ada paksaan Kepastian dalam menetapkan pasangan ...

Ketik kata kunci pencarianmu

Mengenai Saya

Foto saya
malang, jawa timur, Indonesia
Saya suka BISNIS dan BIDANG PENGEMBANGAN DIRI Utk bisnis saya suka bisnis jaringan sebab bisa menghasilkan PASIF INCOME dan terdapat hubungan MUTUALISME yg saling menguntungkan. Saya perkenalkan BISNIS ONLINE 'Affiliate Marketer' dgn moto 'NO ACTION NO PROFIT' Jadi ini bisnis MODALNYA MAU BERPROSES DAN MENURUT APA KATA MENTOR dan di sinii potensi penghasilan anda TAK TERBATAS tergantung kepada ketekunan dan kesungguhan serta KOMITMEN pada TUJUAN BESAR atau IMPIAN ANDA. wa.me/+6283833724728 atau cantumkan WA dan waktu luang anda untuk kami follow up di KOMENTAR