Bismillah...
Mari kita selalu bersyukur pada Alloh Swt atas segala karunianya selama ini. Yakinlah hanya padaNYA, jangan yg lain...
Kalau dipikir2 ga akan sanggup kita menghitung nikmat yg telah kita dapat. Contoh kecil seperti mata... Pernahkah anda membayangkan atau memikirkan bagaimana orang2 tuna netra setiap harinya? Berapa nikmat mata yg kita dapatkan selama ini?...
Baru satu kenikmatan mata saja apabila dihilangkan kita akan berasa betapa sengsaranya hidup ini bukan?
Lalu bagaimana dgn para difabel yg setiap hari hidup dgn keterbatasan?
Kalau mereka saja ada yg selalu bersyukur apalagi kita yg notabene normal ya harusnya lebih bisa bersyukur...
Namun yg perlu kita catat dan garis bawahi bahwa hidup ga selalu berjalan sesuai dengan harapan tapi walau begitu kita harus selalu siap, dalam artian apapun yg terjadi yakinlah bahwa itulah yg terbaik buat kita... Susah atau senang, miskin atau kaya, gagal atau sukses... Kalau semua itu kita sikapi dengan khusnudzon ya insyaa Alloh ga akan ada bedanya karena sejatinya Alloh itu maha baik maka sebenarnya ga ada itu yg namanya susah atau miskin dan juga gagal yg ada hanyalah senang, kaya dan sukses... Ya, semua itu hanya masalah rasa saja kok. Bukankah beda tipis antara susah dan senang dan juga ada orang yg kaya hati tapi miskin harta serta ada juga ungkapan bahwa kegagalan adalah keberhasilan yg tertunda... So percayakan saja semua hidup dan kehidupan kita hanya padaNYA (ya tentunya tanpa meninggalkan yg namanya ikhtiar atau berusaha)
Jadi intinya harus ada keseimbangan antara keduanya yaitu kehidupan dunia yg sementara sama kehidupan akherat yg kekal abadi alias selama lamanya.
Mari kita selalu bersyukur pada Alloh Swt atas segala karunianya selama ini. Yakinlah hanya padaNYA, jangan yg lain...
Kalau dipikir2 ga akan sanggup kita menghitung nikmat yg telah kita dapat. Contoh kecil seperti mata... Pernahkah anda membayangkan atau memikirkan bagaimana orang2 tuna netra setiap harinya? Berapa nikmat mata yg kita dapatkan selama ini?...
Baru satu kenikmatan mata saja apabila dihilangkan kita akan berasa betapa sengsaranya hidup ini bukan?
Lalu bagaimana dgn para difabel yg setiap hari hidup dgn keterbatasan?
Kalau mereka saja ada yg selalu bersyukur apalagi kita yg notabene normal ya harusnya lebih bisa bersyukur...
Namun yg perlu kita catat dan garis bawahi bahwa hidup ga selalu berjalan sesuai dengan harapan tapi walau begitu kita harus selalu siap, dalam artian apapun yg terjadi yakinlah bahwa itulah yg terbaik buat kita... Susah atau senang, miskin atau kaya, gagal atau sukses... Kalau semua itu kita sikapi dengan khusnudzon ya insyaa Alloh ga akan ada bedanya karena sejatinya Alloh itu maha baik maka sebenarnya ga ada itu yg namanya susah atau miskin dan juga gagal yg ada hanyalah senang, kaya dan sukses... Ya, semua itu hanya masalah rasa saja kok. Bukankah beda tipis antara susah dan senang dan juga ada orang yg kaya hati tapi miskin harta serta ada juga ungkapan bahwa kegagalan adalah keberhasilan yg tertunda... So percayakan saja semua hidup dan kehidupan kita hanya padaNYA (ya tentunya tanpa meninggalkan yg namanya ikhtiar atau berusaha)
Jadi intinya harus ada keseimbangan antara keduanya yaitu kehidupan dunia yg sementara sama kehidupan akherat yg kekal abadi alias selama lamanya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Tq, sukses buat anda