22.11.20

JADI RESELLER YANG MENGHASILKAN

 Assalamualaikum.. 


Selamat datang di Program *6 Langkah meraih income rutin 3 juta perbulan bagi reseller*


Pada kesempatan yang baik ini saya akan membahas materi seputar Reseller.


Kenapa saya mengangkat topik ini ?? karena ternyata memang banyak banget temen – temen yang baru memulai bisnis itu berangkat dari reseller, begitu juga dengan saya.. Saya memulai bisnis online dari seorang Reseller.. Tapi jangan salah lho.. Reseller itu juga penghasilan nya menjanjikan jika di jalankan serius dan cara yg benar..


mulai dari hari ini Anda akan dapat 6 materi yang isinya langkah demi langkah bagaimana seorang reseller mampu memiliki penghasilan minimal 3 juta perbulan. . Tentunya atas ijin Allah Ta'ala.


Kenapa kami katakan minimal 3 juta?


Karena yang akan Anda pelajari adalah intisari dari pola yang telah di lakukan teman-teman Agen MEU.


Walaupun tidak mengurus produk, Alhamdulillah sudah banyak dari mereka yang penghasilannya bisa mencapai 3 Juta/bulan bahkan lebih.


Jadi silahkan simak tahap demi tahap yang kami jabarkan di program ini ya. . 😊


Ngomong-ngomong jika Anda ingin dapat hasil yang maksimal dari program ini, maka ada tips yang perlu Anda lakukan, hehe


Nah, apa itu?


Ok. . Agar program ini berdampak untuk Anda. . 

Silahkan *LUPAKAN SEMUA ILMU BISNIS YANG ANDA KETAHUI, MULAI DARI NOL*


"Koq gitu?"


Penjelasannya gini. . 


Pada dasarnya apapun bisnisnya, selama halal insyaAllah itu akan menghasilkan. 


Ada bisnis yang potensi penghasilan bulanannya miliaran rupiah.

Ada yang ratusan juta rupiah

Ada yang puluhan juta rupiah

Belasan juta rupiah

Dan terakhir jutaan rupiah



Ada gak bisnis yang hasilnya hanya ratusan ribu??


*GAK ADA !*


Mohon maaf, jika kita sudah berbisnis lama, tapi setiap bulan hasilnya di bawah angka cukup kita, maka pasti ada yang salah dengan cara kita berbisnis. 😭 


Kenapa bisa berfikir begini?


Jawabannya karena *Allah Maha Mencukupkan*


Ada yang berbisnis fashion, sukses.

Ada juga yang berbisnis fashion, gagal.


Ada yang berbisnis suplemen kesehatan, sukses.

Ada juga yang berbisnis suplemen kesehatan, gagal.


Padahal sama bisnisnya, tapi kenapa hasilnya berbeda?


Jawabannya karena *pengusahanya beda.*


Bukan beda nasib ya, karena bisnis bukan bakat.


Pengusahanya beda maksudnya beda mindset, beda ilmu, beda cara. Sehingga hasilnya juga beda.


Allah itu Maha Adil, Maha Kaya dan Maha Mengayakan.

Siapa yang usahanya sungguh-sungguh, maka rezekinya juga sungguh-sungguh mendekat kepadanya.

Jika usahanya setengah-setengah, ya rezekinya juga setengah-setengah, hehe.

Jika usahanya di bawah setengah?

Nah itu silahkan jawab sendiri. . πŸ˜†


Jika kita baru mulai bisnis, dan hasilnya sedikit, itu wajar. 

Namanya juga baru mulai. 

Iya kan??


Tapi kalau berbulan-bulan tidak ada peningkatan, itu namanya kurang belajar, ups. πŸ˜… 


Karena itu, lewat program ini setulus hati kami ingin Anda jadi pengusaha yang minimal punya penghasilan 3 juta/bulan.


Mulai dari situ, insyaAllah menanjak ke belasan juta, dan ke puluhan juta, aamiin. 😊 


Jika saat ini Anda penghasilannya sudah 3 juta/bulan.

Tetap ikuti saja materinya ya. 

InsyaAllah akan ada ilmu yang bisa Anda petik. 



Sekali lagi. . 

Silahkan ikuti tahap-tahap yang akan kami jabarkan dalam blog ini. Ikuti saja tanpa pertanyaan satu hal pun, dan tanpa menunda serta hilangkan kebiasaan tapi dan nanti.


Kita hidup di zaman berlimpahnya informasi, jadi agar membuat diri kita fokus ke tujuan, singkirkan info-info yang tidak kita butuhkan. . Setuju ya?


Mau perubahan kan??

Ini sudah tahun 2020 lho, hehe. . πŸ˜› 



Sesuai namanya, tema kali ini adalah *6 Langkah meraih income rutin 3 juta perbulan bagi reseller*

 artinya adalah langkah-langkah utama yang harus di lakukan meskipun tidak punya produk sendiri.



Jika kita berbicara langkah, artinya ada langkah pertama. Benar?


Langkah pertama, kedua, ketiga, dan seterusnya.


Nah, apa sih hal pertama kali yang harus di lakukan??


Ternyata agar bisnis Reseller bertumbuh ada 3 poin yang perlu di perhatikan.  


Sebut saja 3 poin ini garis awal.


Poin-poin pertama inilah yang membedakan mereka yang bisnisnya terus berkembang, dan mereka yang diam di tempat.


Salah langkah di awal, maka ke belakang ikut salah semua πŸ˜… 


Karena itu, agar Anda tidak salah langkah, kami coba sederhanakan apa yang perlu Anda lakukan di awal-awal. .


Seperti yang telah kami katakan, *ada 3 poin untuk memulai bisnis Reseller yang terus bertumbuh*


Agar mudah di hapal, kita akan singkat poin-poin tersebut dengan *SNP*


Ya, *SNP, mudah di ingat kan?


Apa saja 3 poin itu??


*POIN PERTAMA, S = SELF TARGET*


Alias Target diri sendiri.


Untuk apa Anda berbisnis?

Untuk apa Anda jadi Reseller?

Untuk apa??


Bisnis adalah sebuah perjalanan. 

Semua pengusaha melewati fase yang sama. 

Mereka semua pernah ada di fase *MEMULAI* .


Semua daftar pengusaha sukses yang kita kenal, dulunya adalah pemula.


Di perjalanan berbisnis, akan ada seleksi alam.

Banyak yang gugur, dan hanya segelintir orang yang mampu bertahan. 


Siapakah mereka yang mampu bertahan?


Merekalah pengusaha-pengusaha yang punya tujuan. .


Semua bisnis itu sama. 

*Sama-sama bermasalah*

Hehe


Bisnis bernilai ratusan juta juga punya masalah.

Bisnis bernilai puluhan juta juga punya masalah.


Biasanya semakin tinggi nilai bisnisnya, semakin kompleks masalahnya.


Nah, di terpa masalah maka akan membuat pengusahanya tumbang satu persatu.


Disinilah perbedaan besarnya.


Seorang pengusaha akan mampu bertahan ketika mereka punya tujuan yang ingin di capai. 


Ada sesuatu yang perlu di perjuangkan, itulah tujuan.


Tujuan ini seperti kewajiban yang harus di selesaikan.

Namanya kewajiban, tentu seseorang tidak bisa mangkir begitu saja kan? 


Karena itulah, pertama-tama milikilah tujuan.


*Haram hukumnya seseorang berbisnis tanpa tujuan.*

*Itu sama dengan buang-buang waktu.*


Sekali lagi ya. . 


Rumusnya begini.


1. Masalah dalam bisnis itu pasti.

2. Dan yang bisa membuat seseorang bertahan adalah tujuannya.

3. Motivasi mungkin hilang, tapi seseorang yang memiliki tujuan, akan kembali termotivasi.


Inilah yang kami coba sampaikan ke teman-teman yang belajar bersama Muslim Entrepreneur University.


*Jika ingin memperbaiki bisnisnya, salah satu yang di perbaiki pertama kali adalah tujuannya terlebih dahulu.*

(Catat)


Semakin kuat tujuan yang Anda miliki, maka semakin cepat bisnis Anda bertumbuh.


Mau Omzet tinggi? mudah insyaAllah.

Mau penghasilan besar? mudah insyaAllah.

Mau pelanggan banyak? mudah insyaAllah.

Tapi pertama-tama perjelasan apa tujuan Anda memiliki itu semua.


Bisnis akan menyita waktu Anda.

Menyita pikiran Anda.

Menyita energi Anda.

*Tanpa tujuan yang jelas, Anda tidak akan kemana-mana.*


Seseorang bebas kapan saja berhenti dari bisnisnya.

Tapi jika punya tujuan, maka seseorang tidak bisa berhenti begitu saja.


Sudahkah Anda punya tujuan???


Renungkanlah. .


Untuk memulai bisnis Reseller yang terus bertumbuh masih ada poin berikutnya. 


*KEDUA, N = NICHE MARKET* 


Tujuan wajib ada, setelah itu perlu apa lagi?


*Tentukan niche market yang ingin Anda layani.*


Di bagian ini banyak Reseller yang salah. 


Mereka pikir Reseller hanya jual produk lalu selesai.

Yang penting jualan, dapat komisi, Beres. 


Jujur saja. . 

Kalau begitu cara pikirnya, wajar jika bisnisnya tidak kemana-mana. 😡


Bisnis tidak hanya sekedar jualan.

Tapi ada aktivitas di luar itu. 


Perhatikan ya. . 

Anda boleh saja jual produk orang lain, tapi cara berfikirnya jangan berhenti sampai di situ.


*Pada dasarnya Reseller itu juga pengusaha.*

Bedanya mereka tidak memproduksi produknya sendiri.


Sekarang berfikir bisnis harus punya produk sendiri itu memang sudah ketinggalan zaman, hehe.


Bisnis bisa di mulai dari menjual produk orang lain.

Sah koq, yang di jual halal kan? 

Hehe


Kembali ke materi. . 

Lantas apa itu niche market?


Niche Market itu artinya *Pasar yang Spesifik.*


Pikirkanlah dengan mendalam. . 

*Sebenarnya siapa orang-orang yang Anda layani?*


Apa latar belakang dan profesinya? 

Apa yang mereka butuhkan dalam hidupnya? 


*Reseller yang bisnisnya terus tumbuh adalah mereka yang paham siapa sebenarnya yang mereka layani.*


Bisnis artinya _service people_, alias melayani sekumpulan orang.


Jika Anda tahu siapa yang sedang Anda layani, Anda tidak akan pernah kehabisan cara untuk mengembangkan bisnis Anda.



Berbeda lho. . 

Orang yang hanya jual hijab.

Dengan orang yang fokus membuat seorang muslimah tampil lebih cantik. 


Beda kan??


Seorang yang hanya fokus jualan hijab, hanya akan berfikir agar hijabnya laku.

Dia tidak terfikir apapun selain itu.


Sedangkan seseorang yang fokus membuat seorang muslimah tampil lebih cantik, maka dia akan menyediakan produk yang sesuai tujuannya, salah satunya mungkin hijab. 


Sekilas sama produknya, tapi beda pendekatannya.


Nanti suatu saat, ketika pasarnya butuh sesuatu yang lain, seseorang yang tahu siapa niche marketnya akan mencari cara untuk memenuhi kebutuhan pasarnya itu.

Jadi bisnisnya berkembang deh. 😊 


Begitulah. .


Jika Anda reseller dan ingin bisnis Anda bertumbuh.

Maka cobalah berfikir lebih luas lagi. 


*Bukan hanya sekedar jual produk, tapi pikirkanlah siapa sebenarnya yang sedang Anda layani?*


Apa yang mereka butuhkan? 

Bagaimana cara menyelesaikan masalah mereka? 

Apa produk yang mereka cari? 

Dengan media apa bisa terhubung dengan mereka? 

Bagaimana cara menjalin hubungan dengan mereka? 


Cara berfikir seperti ini namanya adalah *Market Centric*

Fokus ke Pasar, bukan sekedar ke produk.


Bisnis akan tumbuh, ketika Anda mulai memikirkan siapa pasar Anda sesungguhnya.


Rumusnya begini

1. Reseller itu juga Pengusaha.

2. Namanya pengusaha harus fokus ke market.

3. Kalau hanya fokus ke produk, pertumbuhannya terbatas.


Begitu ya. .




*Strategi Mencari Produk Potensial & Supplier yang Ideal* 



Bismillah, 



Kita masuk ya di materi ke 2 tentang langkah-langkah yang perlu di lakukan seorang Reseller agar memiliki penghasilan minimal 3 juta perbulan. 


Setelah Anda membaca materi di atas 


InsyaAllah sudah mulai paham bahwa ada 3 poin yang perlu di lakukan jika ingin bisnis resellernya bertumbuh. 😊 



Jika kita ulang sedikit


Poin pertama adalah *Self Target*


Miliki tujuan, sebagai sumber energi untuk bisnis Anda.


Bisnis pasti ada masalahnya.

Jika tidak punya tujuan, di terpa sedikit masalah pasti akan mudah berhenti.


Kedua tentang *Niche Market*


Gunakan cara befikir  "Market Centric"

Fokus ke pasar, bukan hanya ke produk.


Jangan heran jika ada Reseller yang menjual banyak produk tapi laris juga. Karena sesungguhnya, itulah yang di butuhkan pasarnya, dan dia berhasil menyediakan itu.


Kebayang ya? 



Lalu apa poin ke tiganya? 


Sebelum kesana, kami ingin menggaris bawahi. 


Biasanya masalah seorang Reseller tidak menghasilkan itu karena 2 hal .

Apakah itu? 


*1. Tidak tahu cara memasarkan produknya*


*2. Produknya memang tidak di butuhkan*



Jika masalahnya adalah cara memasarkan, tenang saja ini bisa di pelajari.


Anda bisa belajar ilmu pemasaran dari buku-buku, workshop, atau kursus-kursus online. 

Sekarang cari ilmu bisnis tidak susah.


Atau bahkan banyak supplier yang menyediakan bimbingan untuk resellernya agar mereka cepat menghasilkan.


Di MEU juga menerapkan sistem seperti itu.

Saat seseorang terdaftar jadi Agen  kami, maka mereka akan menerima bimbingan dari awal banget. 


Intinya, jika masalahnya adalah kesulitan dalam memasarkan, itu ada jalan keluarnya. 


Patokannya seperti ini. . 

Jika ada yang berhasil menjual produknya, artinya *semua orang punya kesempatan yang sama.*


Jadi jika ada yang berhasil menjual produk persis seperti Anda, maka Anda juga bisa seperti itu bahkan lebih baik dari itu. 😊 



Nah, sekarang bagaimana jika produknya yang bermasalah? 


Solusinya adalah carilah *Produk yang potensial* atau _Potential Product_


Inilah hal ke 3 yang perlu seorang Reseller lakukan di awal, agar bisnis mereka tidak diam di tempat dan selalu berkembang.


Di singkat *SNP*


*S = SELF TARGET*

*N = NICHE MARKET*

*P = POTENTIAL PRODUCT*


Agar Anda semakin paham materi ini, maka kami akan menjelasakan kenapa sih seorang Reseller harus fokus di  produk potensial? 


Jawabannya karena *AGAR SEMAKIN MUDAH MENGHASILKAN*


Sengaja kami tulis besar-besar ya, hehe. . 😁 



Seorang Reseller akan banyak bermain di sektor pemasaran. Jika produknya gak potensial, maka sulit jualannya. 


Kalau produknya sulit terjual, maka sulit cetak cashnya.


Polanya 


Produk tidak Potensial -> Sulit Jualannya -> Sulit dapat Cash


Yang perlu dilakukan adalah 


Cari Produk Potensial -> Agar mudah Jualnya -> Cepat dapat cashnya


Paham ya? 


Alhamdulillah. .  😊 



Lantas gimana caranya mencari produk yang potensial?? πŸ€”


Kalau secara teknis bakal panjang nih penjelasannya. 

Tapi tenang, kami tidak akan setengah-setengah memberikan materinya. Jadi kami akan jabarkan cara ringkasnya ya. 😁 


Lakukan hal dibawah ini


1. Pergi ke google dan Youtube, ketik keyword *"Cara Riset Produk Laris"* nanti Anda akan di bawa ke cara menemukan produk yang sedang laris di pasaran. Tinggal pelajari saja ilmunya.


2. Setelah tahu produknya, cari suppliernya. 

Kalau Anda ingin cari supplier yang harganya murah ketik di google atau di youtube keywordnya *"Cara cari Supplier"*


Praktikan ya, hehe. . 😊 



Nah, diatas itu teknisnya . . 

Sekarang kita akan membahas mindsetnya. 


Agar cepat menghasilkan, maka produk potensial harus punya 2 Syarat di bawah ini. 


*1. Demand tinggi*

*2. Cash Cepat*


Maksudnya bagaimana?


Penjelasannya begini. . 


Demand tinggi maksudnya produknya memang terbukti di butuhkan. Alias ada pasarnya.   


Kalau bisa bukan hanya trend sesaat, tetapi trendnya juga lama.


Kebayang kan kalau jual produk yang sudah jelas pasarnya?

Enak atau enak banget? 😊


Kedua, Cash cepat maksudnya cari produk yang bisa memberikan pemasukan rutin. 

Maksimal sebulan sekali ada pemasukan. 

Lebih cepat dari itu lebih bagus. 


Kalau 4 bulan sekali baru ada pemasukan, kan repot juga. πŸ˜…



Jika Anda bingung materi diatas maksudnya bagaimana, kami akan memberikan contoh ya. . 


Jadi gini. . 


Salah satu program yang dimiliki MEU adalah program ke Agenan. 


Disana, kami fokus membuat program dimana seseorang bisa belajar sekaligus menghasilkan.


Nah, karena kami paham bahwa teman-teman Agen butuh produk potensial, maka kami menggunakan mindset diatas. 


Pertama produk yang demandnya tinggi. 


Produk MEU adalah produk-produk pengembangan diri untuk para Pengusaha.


Sejarah sudah membuktikan, produk yang anti krisis, adalah produk pengembangan diri.


Coba lihat sekolah-sekolah, buku-buku, dan pelatihan-pelatihan. Setiap tahun bukannya berkurang, malah selalu bertambah.


Pertumbuhan penduduk, memang perlu di imbangi dengan pengembangan diri yang layak.


Lantas tau darimana produknya ada demandnya?


Menurut badan pusat statistika Nasional, jumlah pengusaha di Indonesia mencapai lebih dari 50 Juta orang.


50 juta, itu nolnya 7, hehe. . 

Ditulis 50.000.000

Banyak??


Ini yang terdata, artinya jumlah sebenarnya lebih dari itu lho. 


Visi kami di MEU adalah mencoba bermanfaat kepada sesama teman pengusaha.


Dalam waktu yang singkat, penetrasi pasar kami baru di angka ratusan orang. 

Jika di lihat dari skala bisnis, potensinya masih besar banget. Karena kami blm genap 6 bulan berdiri.


Rumusnya

*Demand Tinggi = Potensi Besar = Rezeki besar*


Sayangnya percuma jika produk demandnya tinggi tapi komisinya kecil. 


Karena itu kami punya sistem yang menguntungkan untuk teman-teman Agen. . 


Yaitu 

Sistem Komisi langsung + margin keuntungan yang tinggi.


Ya, ini rahasia dapur. 

Sssttt. . πŸ˜… 


Agen MEU dapat komisi Langsung . . 


Dan keuntungan tiap produk kami lebih dari 30% . 



Diatas adalah contoh yang di ambil dari studi kasus nyata


Logika itu bisa Anda terapkan saat mencari produk yang potensial. 


*Demandnya tinggi + Cashflow Cepat*


Ingat, bisnis itu harus ada pasarnya.

Jadi, jangan menjual produk yang terlalu sulit.


Anda perlu lari kencang. 

Caranya dengan menjual produk yang potensial.


Produk potensial itu tersebar di sekeliling Anda, silahkan di cari sampai ketemu. . 


InsyaAllah bisa di pahami ya. . 😊 



Selain produk, ada tambahan materi dari kami.

Yaitu cara mencari supplier yang ideal.


Semakin bagus suppliernya, semakin mudah Anda menjalankan bisnisnya. 


Bagaimana cara mencarinya?


Ini tips aplikatif dari kami


*1. Pilih supplier yang fokus membangun Brand*


Semakin besar brandnya, semakin mudah Anda menjual produknya. 


Bagaimana cara tahu supplier fokus ke brand?


Cek Pertumbuhan pelanggannya. . 


Jika pelanggannya bertambah, maka brandnya sedang berkembang. 


Dan semakin berkembang brandnya, itu juga sekaligus mengangkat nama Anda. .



*2. Punya beberapa produknya berkualitas*


Ini akan sangat berpengaruh terhadap bisnis Anda kedepannya.

Jika produknya berkualitas, maka akan memancing pembelian berikutnya.

Anda sebagai Reseller tentu akan di untungkan dengan kondisi tersebut. 


Lantas bagaimana tahu bahwa produk suppliernya berkualitas?


Jawabannya dari jumlah Repeat Order. 

Banyak pembeli yang kembali, itu parameter kualitas produk.



*3. Memberikan Total Support*


Maksudnya adalah ada fasilitas bantuan sampai ke konsumen.


Karena supplier yang bertanggung jawab terhadap produk, sebaiknya supplier tidak lepas tangan dan hanya mengirim produk saja. 


Tetapi juga menyediakan customer service untuk menjawab keperluan konsumennya. 


Bagaimana Anda tahu supplier memiliki poin ini? 


Caranya coba pesan 1 produk suppliernya sebelum Anda jadi resellernya.



*4. Kondisi Internal bagus sebagai tempat bertumbuh*


Poin yang ini, khusus untuk Anda yang pemula. 

Jadi carilah supplier yang memberikan bimbingan rutin.  Untuk apa?


Agar Anda cepat menghasilkan. . 


Cara tahunya bagaimana? 


Anda bisa bertanya kepada reseller aktifnya.


Terkadang bagus ke konsumen, belum tentu bagus ke reseller.


Jadi, jika Anda tanya ke reseller aktifnya, Anda bisa mengetahui kondisi internalnya. 



Nah, itulah tips mencari Supplier Ideal


1. Fokus ke Brand

Cara tahunya bisa lihat pertumbuhan pelanggan


2. Beberapa produknya berkualitas

Cara tahunya bisa lihat jumlah Repeat Order


3. Total Support sampai ke konsumen

Cara tahunya Anda bisa berpura-pura pesan produknya


4. Menyediakan ruang untuk tumbuh

Cara tahunya bisa tanya ke reseller aktifnya


Aplikatif bukan? 

😊 



Anda telah membaca rumus agar siapapun yang profesinya Reseller bisa langsung menghasilkan

*Produk Potensial + Supplier Ideal = Rapid Income*


*Rapid* artinya mengalir deras/mengalir cepat

Income artinya pemasukan



Untuk poin supplier sendiri, kami ada masukan lagi. . 


Ini rumus tambahan 


*Satu, yang pertama tidak harus sempurna*


Setiap bisnis tentu ada lebih dan kurangnya, jika saat ini supplier Anda belum seperti di atas, jangan buru-buru berputus asa. 


Tugas Anda hanya perlu fokus mencari supplier lainnya sampai ketemu yang pas 


Memang butuh waktu, tapi kalau ketemu yang cocok insyaAllah akan jadi lompatan. 



*Dua, jangan ragu untuk ganti Supplier jika memang perlu*


Melanjutkan dari tips sebelumnya, jangan sentimen.

Bisnis bukan drama. 


Kalau memang jauh dari ideal, maka carilah sampai menemukan yang tepat.


Setiap Reseller, ada jodoh Suppliernya.

Anda juga punya jodohnya koq. . 😁 



*Tiga, kalau memang Mentok, cukup cari yang mendekati sempurna* 


Jika sudah di cari lama tidak ketemu juga, maka dari seluruh supplier yang ada, pilihlah satu yang paling mendekati ideal. Lalu fokus disana.


Jangan buang-buang waktu. 



*Empat, tidak harus dari 1 supplier saja*


Ingat. . . 

Agar bisnis Anda tumbuh, Anda perlu menyediakan kebutuhan pasar. 


Jika produk yang dibutuhkan pasar Anda tidak ada di 1 supplier, maka masukan supplier baru ke bisnis Anda.


Tidak ada yang melarang supplier lebih dari satu kan? 😊 





*Tips Reseller Mudah Closing* 



Bismillah,



Kita masih ada di materi dengan tema 6 langkah meraih income rutin 3 juta / bulan bagi reseller. 


Sebuah langkah-langkah yang perlu di lakukan seorang Reseller agar mereka memiliki penghasilan bulanan minimal 3 Juta Rupiah. InsyaAllah. 


Karena ini materi ketiga,  itu artinya Anda sudah menerima 2 materi. Masih ingat isinya? 


Sekedar mengulang,


Tentang persiapan,

Itu adalah hal penting tapi sayangnya banyak yang melewatkan. 

Padahal, persiapan sangat menentukan hasil yang akan di dapatkan.


*Great Preparation = Great Result*


Semakin bagus persiapannya, semakin sempurna hasilnya. 


Banyak teman Reseller masih berfikir jualan, jualan dan hanya jualan saja.


Padahal jika ingin bisnis tumbuh, maka cara pikirnya harus lebih dari itu.


Nah, Anda yang tahu program ini harus punya cara berfikir yang berbeda ya. 😊 


Jadi silahkan selesaikan tahap persiapannya, agar bisnis Anda terus bertumbuh walaupun Anda tidak memproduksi produk sendiri. 


Persiapan itu seperti fondasi, dan bisnis secara keseluruhan adalah sebuah bangunan.

Sempurnakan dulu fondasinya, maka bangunannya akan berdiri kokoh. 


Tidak banyak koq yang mesti Anda perhatikan di tahap awal, hanya seputar *SNP* saja


1. Perjelas Tujuan Anda berbisnis (Self Target)

2. Fokus ke pasar, bukan sekedar ke produk (Niche Market)

3. Dan Temukan Produk potensial (Potential Product)


3 ini beres, insyaAllah kebelakangnya ikutan beres. 

3 ini bermasalah, maka hal-hal berikutnya juga ikutan bermasalah. . 



Sedikit gambaran. . 


Saat ini banyak orang yang belajar bersama kami. 

Lewat sana, Alhamdulillah tidak sedikit yang bisnisnya bertumbuh dan berubah ke arah yang lebih baik.


Meskipun begitu, tetap saja ada beberapa yang setelah belajar tidak juga mengalami perubahan. 

Aneh kan?


Padahal ilmunya sama.

Mulai belajarnya sama.

Materi belajarnya juga sama.

Lantas kenapa hasilnya berbeda?


Ternyata masalahnya ada di tahap persiapan.


Banyak yang buru-buru ingin cepat menghasilkan, tapi tidak mau beresin persiapannya. . 


Jangan begitu ya. . 

Persiapannya dulu di beresin. 

Jadi setelah itu jalannya akan lebih enak. 


Kami berharap semoga pesan kami diatas Anda pahami ya. . 


Jika bisnis dan kehidupan Anda membaik, tentu kami turut senang. 

Lewat sana semakin banyak kebaikan yang bisa Anda lakukan, insyaAllah. 😊 



Nah, jika diatas kita banyak membahas poin-poin persiapan.

Maka materi selanjutnya akan fokus di aktivitas lapangannya.


Kali ini kami ingin membahas cara mudah closing. 


Sudah tau closing kan? 


Closing adalah saat-saat mendebarkan ketika seseorang membeli produk yang kita jual, hehe



Setelah cukup lama berkecimpung di dunia bisnis, ternyata kami paham bahwa closing itu mudah. 


Mudah jika tahu caranya 😊 


Anda mau tahu apa rahasianya?


Baiklah, silahkan simak baik-baik. . 


Pada prinsipnya agar mudah closing kita harus punya prinsip bahwa *closing jangan di kejar*


Ya, closing tuh suka jual mahal. 

Kalau di kejar, dia semakin menjauh, hehe.   


Seharusnya seperti apa?


Nah, mari cara pikirnya di geser. . 


Cara berfikirnya jadi Closing itu adalah akibat


Ya, *closing adalah akibat*. 

Closing adalah hasil. 


Jika ada akibat, maka ada sebab. 


Jadi agar mudah closing, *yang perlu kita lakukan cukup penuhi saja dulu sebabnya*. . 


Apa sebabnya? 


Jadi penyebab jualan laris manis itu bisa di sederhanakan dalam bentuk rumus *(TP) x (XF) x (JP)*



Jika Anda kenal salah satu dengan agen MEU

Maka Anda pasti tahu kepanjangan dari rumus diatas.



Agar Anda tidak penasaran dengan rumus jualan laris manis, Anda bisa sapa mereka dan Anda akan tahu apa isi dari rumus diatas.



Kenapa sih tidak di jelaskan dalam pesan ini?


Karena lewat materi ini kami mau sampaikan rumus pengembangannya yang cocok untuk teman-teman reseller.   


Supaya tidak kepanjangan, kita langsung masuk ke rumus mudah closing untuk Reseller. Oke? 😊 


Gimana rumus mudah closing untuk Reseller?


Sekali lagi, closing adalah akibat.

Makin di kejar makin lari.


Maka yang benar, jangan kejar closing.

Tapi penuhi saja sebab-sebab yang membuat closing itu terjadi. 


Ilustrasinya seperti. . . 

Anda tidak bisa tiba-tiba kenyang tanpa makan.


Kenyang adalah akibat

Agar bisa kenyang, fokus saja ke sebab.

Dan agar bisa kenyang, penyebabnya adalah makan


Nah sama, Di bisnis reseller juga begitu.   


Penyebab agar mudah closing untuk Reseller adalah *TTM*


TTM bukan teman tapi mesra ya. . Hehe πŸ˜… 


TTM singktan dari *Traffic x Trust x Momentum*


Bagaimana penjelasannya?


Kita akan bahas satu-satu ya 😊 



*SYARAT PERTAMA, TRAFFIC*


Jika Anda sering mengikuti program Reseller MEU, maka Anda akan akrab dengan istilah Traffic.


Apa itu Traffic?


Traffic adalah jumlah orang-orang yang datang ke bisnis Anda atau lebih sederhananya *jumlah prospek Anda*


Kenapa sih jualan sepi melulu?


Jawabannya karena *Trafficnya sedikit bahkan gak ada* !


Jika seseorang jualan offline di tempat terpencil, dimana tidak ada seseorang pun yang lewat, maka bisa di pastikan jualannya akan bermasalah.


Atau jika seseorang punya bisnis online, tetapi tidak ada traffic yang dia miliki, maka bisa di pastikan dia akan kesusahan saat menjual sesuatu. 


Kenapa?


Jawabannya sederhana. 

*Kalau gak ada prospeknya, mau jualan ke siapa??* 

Hehe


Datangkan dulu orang ke bisnis kita, baru jualan. 

Ada trafficnya, baru nanti closing. Begitu. . 



Jika di Offline, orang-orang yang lalu lalang di depan bisnis kita adalah Trafficnya.

Jadi memang syarat laris bisnis offline, adalah ada di tempat yang tepat. 


Jika di Online, traffic ada di media promosi Anda.


Jumlah teman Facebook Anda jika Anda promosinya di Facebook.

Jumlah followers Instagram Anda jika Anda promosinya di Instagram.

Jumlah Pengikut LINE@ Anda jika Anda promosinya di LINE@

Jumlah Kontak WA Anda jika Anda promosinya di WA.

Jumlah List Email Anda jika Anda promosinya di Email.

Atau jumlah pengunjung web Anda jika Anda promosinya di web atau situs tertentu


Yang kami sebutkan diatas adalah contoh-contoh Traffic di dunia Online. . 


Nah, pertanyaannya sekarang. . 

Berapa jumlah Traffic yang sudah Anda miliki sampai saat ini?


Hukumnya begini. 

_1. Jika semakin banyak Trafficnya, semakin besar potensi closingnya_

_2. Jika produknya semakin rumit dan mahal, agar mudah closing, maka Trafficnya harus semakin banyak_


Katakan Anda mau closing lewat WA 100 pcs sehari. 

Ya tidak bisa kalau Trafficnya cuma 50. . πŸ˜… 


Tidak mungkin closing di WA 100 pcs/hari jika teman WAnya hanya 50, hehe


Jumlah Traffic harus *JAUH LEBIH BESAR* dari jumlah target closing. Itu baru yang benar. . 



Nah, kebayang kan?

Kenapa koq jualannya bisa sepi?


Masalahnya kebanyakan di Traffic. 


Karena itu. . 

Jika ingin jualannya membaik, perbaiki dulu Trafficnya.


Jika jualan Offline, pikirkan cara agar banyak orang mau datang ke bisnis Anda.


Jika jualan Online, pikirkanlah cara agar banyak orang mau terhubung dengan Anda.


Hasil jualan akan mengikuti Trafficnya. . 


Jika Trafficnya banyak, maka insyaAllah hasilnya banyak juga. . 😊 



Oke, itu baru rumus pertama ya. . 


Masih ada Trust dan Momentum yang belum kami jelaskan. . 


Kalau Traffic sudah ketemu Trust dan Momentum. . 

InsyaAllah Anda akan mudah closing deh. . 😁 



Sekarang, penasaran gak dengan rumus berikutnya?


Bakal panjang nih penjelasannya. .


saya akan simpan materi nya buat besok bagi anda yang membalas pesan ini dengan jawaban *saya mau lanjutan nya*).


*Strategi Reseller 3 Juta Perbulan*



Bismillah,



Alhamdulillah akhirnya kita masuk ke materi yang ditunggu-tunggu banyak peserta. 

Yaitu bagaimana caranya seorang Reseller memiliki penghasilan minimal 3 juta perbulan. 😊 


Namun sebelum kesana, ada sedikit pengantar dari kami. . 


Sejak MEU didirikan, salah satu fokus kami adalah bagaimana caranya seorang pengusaha bisa punya penghasilan tetap dari bisnisnya. . 


Kami percaya, setiap orang lengkap dengan rezekinya  masing-masing.


Jadi pada dasarnya, mau apapun pekerjaannya. 

InsyaAllah tetap bisa memiliki penghasilan tetap.


Entah itu karyawan ataupun Pengusaha. 


Hanya saja, mungkin banyak yang belum tahu caranya.

Karena itulah, kami coba berikan tips-tipsnya melalui program belajar Gratis ini.



InsyaAllah di tahun 2019 ini akan banyak program-program dari kami spesial untuk membantu bisnis Anda. . 


Mohon doanya semoga kami bisa konsisten berbagi. 


Mari kita lanjut ke Materi. 


Setidaknya ada 5 strategi yang bisa di lakukan agar Anda bisa menghasilkan minimal 3 juta walaupun tidak memproduksi produk sendiri. 


Kita mulai ya. . 😊



*STRATEGI SATU, MULTIPLE SUPPLIER*


Dimateri pertama, kami banyak menekankan tentang market centric, alias fokus ke pasar. 


Di awal bisnis, hindari menggarap lebih daripada 1 niche market. 


Kalau fokusnya ke market kesehatan, maka jangan garap market fashion. Apa hubungannya baju sama suplemen? Hehe πŸ˜† 



Kenapa di awal mulai gak boleh garap bisnis lebih dari satu niche?


Jawabannya karena *PUSING!*


Bukannya berkembang, malah gak ada peningkatan, hehe. . 



Anda boleh jual bermacam-macam produk, dengan syarat niche marketnya hanya satu. 


Misal Anda garap market Muslim.

Di awal-awal Anda boleh jual busana muslim, misal kemeja koko atau gamis.


Ketika marketnya Membesar, Anda bisa jual makanan halal.


Sepintas antara gamis dan makanan tidak ada kaitannya.

Tapi jika kita lihat dari sudut pandang market centric, maka dua produk diatas cocok untuk 1 jenis pasar. . 



Contoh lainnya misal Anda menggarap pasar ibu-ibu muda. 

Produk yang di jual misal pakaian bayi. 


Nah, coba tanyakan ke diri sendiri.

Apakah ibu-ibu muda hanya butuh pakaian untuk anaknya saja?

Tidak kan?


Di orang yang sama Anda bisa jual produk lainnya, seperti kebutuhan anaknya, atau bahkan kebutuhan ibunya. 


Seperti itulah ilustrasi fokus ke satu pasar.



Pada dasarnya 

Kebutuhan pasar akan terus tumbuh dan tumbuh.


Garap 1 niche market dengan benar, Anda sudah bisa hidup berkecukupan koq, hehe. 😁 

InsyaAllah.



Nah, karena kebutuhan pasar tumbuh, maka tentu saja permintaannya akan semakin banyak, rumit dan spesifik. 


Hal itu biasanya tidak bisa di cover 1 supplier.


Jadi mensiasatinya adalah dengan miliki supplier lainnya (multiple supllier)


Tapi Ingat hukum awalnya.   

Tambah supplier bukan untuk garap niche market yang berbeda-beda ya. 


Tetap fokus di 1 jenis pasar, produknya di tambah karena niatnya ingin memenuhi kebutuhan pasar yang di bidik. 

Oke? 😊 



Prinsipnya. . 

*Semakin banyak produk yang bisa di jual = banyak kesempatan untuk menghasilkan*


Semakin dekat deh ke 3 juta perbulannya.😊 


Itu strategi pertama. . 



*STRATEGI KEDUA, RENCANAKAN REPEAT ORDER*


Salah satu cara untuk meningkatkan penghasilan adalah dengan cara membuat pembeli lama kembali beli lebih banyak dan beli lebih sering.


Jadi setelah beli, ya beli lagi, hehe. . 

Atau istilah kerennya repeat order.


Pada dasarnya. . 

Saat Anda berbisnis, bisnis Anda harus bisa menciptakan pelanggan. 


Parameter bisnis yang tumbuh adalah jumlah pelanggannya bertambah. . 


Pembeli adalah orang yang membeli sekali.

Sedangkan pelanggan adalah orang yang membeli berkali-kali. 


Jika Anda hanya mencari pembeli baru, maka suatu saat Anda akan kecapekan. . 


Yang benar adalah setelah dapat pembeli, buat mereka jadi pelanggan. . 😊 


Bayangkan. . 

Jika Anda memiliki 1 pelanggan yang setiap tahun membeli 5 kali. Dan Jika setiap pembelian, orang tersebut memberikan Anda profit bersih 50.000


Maka dalam setahun, 1 pelanggan akan memberikan keuntungan 250ribu (50ribu x 5)


Bayangkan jika Anda punya 200 pelanggan?


Maka 250ribu x 200 = 50 juta


Dalam setahun uang yang bisa Anda hasilkan totalnya 50 juta


Dan jika di bagi 12 bulan


Maka penghasilan rata-rata bulanannya diatas 3 juta. . 

😊 


Itu baru dari 200 pelanggan dan total keuntungan yang Anda terima dalam setahun dari 1 orang adalah 50.000


Bagaimana jika pelanggan Anda diatas itu??


Maka silahkan utak atik sendiri, hehe 😁 



*STRATEGI KEDUA, TAMBAH MEDIA PROMOSINYA*


Setelah mahir menggunakan 1 atau 2 media promosi, maka jangan berhenti sampai situ. 


Pelajari media promosi lainnya. . 

Dan optimalkan juga. . 


Ajak prospek Anda untuk masuk ke semua media promosi Anda. . 

Buat apa??


Jadi pada dasarnya, seseorang tidak akan membeli produk yang Anda jual hanya karena membaca iklan Anda di 1 media.


Seseorang tidak akan jadi pembeli hanya karena berteman di WA dengan Anda. . 


Usahakan selain berteman di 1 media, berteman juga di media lainnya. . 


Semakin banyak media yang menghubungkan target pasar dengan Anda, maka semakin besar kemungkinan hasil penjualan yang bisa Anda dapatkan.   


*Banyak media promosinya = banyak rezekinya*


Nanti jadinya 4L

Lu Lagi Lu Lagi


Di fb ada lu lagi

Di IG ada lu lagi

Di WA ada lu lagi


Nah lho, tidak ada tempat untuk target pasar Anda bersembunyi, mereka sudah terjebak dalam strategi Anda. . 

Hehe


Pengalaman pribadi kami, 1 media yang di mainkan dengam benar, bisa menyumbang penghasilan bersih 10 juta perbulannya. 


Apalagi jika menggunakan banyak media sekaligus. . 


Kebayang enaknya? 😁 


Tapi ingat, jangan tambah media promosi sebelum media promosi sebelumnya di kuasai.   


Di awal-awal maksimal main 2 media saja dulu. . 

Kalau sudah ahli, baru tambah media lainnya. . 



*STRATEGI EMPAT, BANGUN BRAND*


Usahakan punya brand sendiri, atau setidaknya bangun personal brand. . 


Produk boleh dari orang lain. .

Tapi konsumen Anda *wajib* ingat Anda. . 


Kebanyakan reseller tidak membangun brandnya sehingga di ujung jalan mereka bingung harus apa. . 


Nah salah satu strategi memiliki penghasilan bulanan yang tetap adalah dengan bangun brand sendiri.   


Kalau tidak nama brand. 

Bangunlah personal brand.   


Jika Anda mengenal nama-nama Reseller yang berhasil.

Maka di balik itu sebenarnya mereka membangun brand sendiri atau personal brand. . 


Di cari ya ilmunya. . 😊 



*STRATEGI LIMA, MILIKI BANYAK DATABASE*


Jika Anda adalah agen MEU, maka Anda pasti paham bawah ini adalah hal yang paling di tekankan untuk dilakukan, hehe. . 😁 



Kebanyakan Reseller saat menjalankan bisnisnya berpatok di social media sebagai media promosi utamanya.

Seperti Facebook atau Instagram. 


Yang sebenarnya,

Pakai sosmed boleh saja untuk promo tapi jangan berhenti sampai sana. . 


Gunakan sosmed untuk membantu mengumpulkan database. 


Apa itu database?

Itu adalah kontak target pasar yang bisa Anda hubungi kapanpun.


Contohnya seperti nomor Hp, nomor WA, ID Line, pin BBM, dan alamat email. 


Lantas kenapa harus memiliki database?


Salah satu alasannya karena semua teman di sosial media belum tentu menerima penawaran kita.


Jika Anda memiliki teman Facebook sebanyak 3.000 orang, maka di pastikan 3.000 orang tersebut tidak akan mendapat penawaran Anda.


Begitupun jika Anda Anda punya puluhan ribu follower di Instagram, maka bisa di pastikan semua follower Anda belum tentu melihat postingan Anda. 


Koq gitu?


Jadi ada sistem di sosmed yang mengatur siapa saja yang akan muncul di deretan timeline.


Anda juga merasakannya koq.


Sadar gak?

Ketika buka sosmed yang muncul temannya hanya itu-itu saja? 

Padahal yang lainnya aktif lho. . 😝 



Bedanya dengan mengumpulkan database. . 

Jika Anda punya database jumlahnya ribuan, maka sebagian besar mereka akan menerima penawaran Anda karena pesannya di kirim secara langsung. 


Pada prinsipnya,

Saat promosi, penawaran kita harus sampai ke target pasar lalu mereka akan memutuskan untuk beli atau tidak.

Nah, kalau target pasar gak terima penawarannya, gimana mereka mau beli?

Iya kan? 😁 



Karena itu, sambil pakai Facebook atau Instagram untuk promosi. 

Mulai juga kumpulkan database target pasar ya. 

Kumpulkan nomor WA nya, sehingga Anda juga bisa berhubungan juga via WA dengan prospek Anda. . 


Sewaktu-waktu Anda ada promo, tidak susah untuk menghubungi mereka di banding hanya pakai sosmed saja yang belum tentu pesannya sampai, hehe. . 


Paham?



Nah, sekarang apa hubungannya database dengan penghasilan 3 juta??


Ternyata semuanya bisa di ukur. 


Perhatikan ya. . 


Misal keuntungan bersih tiap produk Anda adalah Rp. 20.000 


Agar bisa menghasilkan 3 juta, maka perbulan Anda minimal harus menjual 150 produk


150 dikali 20.000 hasilnya 3 juta


Susah dapat 150 penjualan perbulan?


InsyaAllah tidak susah jika Anda tahu caranya. . 😊 



Dan salah satu cara yang kami tahu adalah dengan *kumpulkan sebanyak-banyaknya database*. . 


Garis bawahi kata yang kami cetak tebal ya. 


Sebanyak-banyaknya. . Artinya sebanyak mungkin yang bisa Anda kumpulkan. . 😁 


Berdasarkan pengalaman yang sudah-sudah


Saat mengumpulkan database.

Ketika mencapai angka 1.000 maka setiap promosi insyaAllah tidak pernah sepi pembeli. 


Ketika mencapai 3.000 maka seseorang bisa mengunci penghasilan bulananannya.


Dan ketika mencapai 10.000 maka seseorang bisa menghasilkan di atas angka kebutuhannya. 



Intinya apa?


Anda harus mulai belajar mengumpulkan database sebanyak mungkin. . 


Di program-program kami sebelum ini selalu kami sampaikan. . 

*Jangan berharap hasil penjualan besar dari jumlah prospek yang sedikit*


Begitu Anda memiliki database dalam jumlah banyak, maka sebagian besar masalah penjualan Anda akan selesai. 


Ingat, *jualan ke 10 orang hasilnya berbeda dengan jualan ke 10.000 orang*


Semakin banyak database yang Anda miliki, maka akan semakin mudah mencapai target penjualan yang Anda inginkan. . 


Coba dan rasakan sendiri, hehe 😁 



Itulah 5 strategi yang bisa di terapkan seorang Reseller agar memiliki penghasilan bulanan minimal 3 juta rupiah


1. Miliki banyak supplier yang menyediakan kebutuhan target pasar selengkap mungkin.


2. Perbanyak pelanggan yang Repeat Order


3. Belajar maksimalkan setiap media promosi


4. Bangun brand sendiri


5. Miliki banyak database



*APA YANG PERLU ANDA LAKUKAN SEKARANG?*



_1. Buat daftar 10 kebutuhan utama Target pasar Anda, dan cari supplier yang bisa menyediakan itu_


_2. Buat 3 rencana agar pembeli yang sudah beli, balik lagi. Salah satunya bisa dengan cara memberikan service setelah pembelian agar Anda tetap terhubung dengan mereka_


_3. Setiap 3 bulan sekali targetkan kuasai media promosi baru_


_4. Mulai berfikir untuk bangun brand sendiri. Dan realisasikan secepatnya_


_5. Pikirkan cara agar target pasar Anda mau memberikan databasenya dengan sukarela. Jangan berhenti mengumpukan database. Karena berhenti = rugi_


Beberapa tugas diatas mungkin akan memaksa Anda untuk belajar hal-hal baru. 

Tidak apa-apa, selama bermanfaat untuk bisnis, maka pelajari saja ilmunya. 


Salah satu tempat belajar ilmu-ilmu diatas mungkin adalah di  MEU.



Besok adalah hari terakhir materi 6 langkah meraih income rutin 3 juta / bulan bagi reseller. 


Besok kita akan belajar hal-hal yang tidak kalah penting.



*SIAP ???*


*Faktor Penghambat & Faktor Percepatan*



Bismillah,



Selamat pagi. . 😊 



Program ini sengaja di buat untuk memberikan pencerahan kepada teman-teman yang profesinya Reseller agar bisnisnya cepat berkembang dan tidak diam di tempat.



Di materi ke 5 ini kita akan belajar faktor-faktor yang membuat kenapa banyak Reseller bisnisnya jalan di tempat.

Dan tambahan beberapa poin untuk mempercepatnya.



Sesungguhnya, menjadi reseller itu memang enak dan punya keuntungan tersendiri. 

Diantaranya tidak perlu urus produk, perijinan, legal, pajak, SDM, dan hal-hal teknis lainnya.


Tinggal fokus di pemasaran, kemudian lewat situ sudah bisa menghasilkan. . 


Tapi sayangnya, 

Kenyataan di lapangan tidak semulus itu. . 


Setelah melakukan riset, kami menemukan Ada satu masalah yang banyak di alami teman reseller. . 


Apakah itu? 


Jawabannya adalah "Bisnisnya diam di tempat"


Jumlah pembelinya tidak bertambah. 

Penghasilannya stag di satu titik.

Bahkan mudah jenuh.


Kenapa ini bisa terjadi?


Lama kami mencari penyebabnya, sampai akhirnya kami menemukan jawabannya.  


Ternyata mereka yang mengalami hal tersebut punya 1 sifat yang sama. 

Apa sifatnya?


Jawabannya adalah


*SUKA MENUNDA*


Hayoo. . 

Siapa tuh yang suka begini? πŸ˜… 


Jumlah pembelinya tidak bertambah, bukan karena tidak tahu cara jualannya. . Bukankah cara jualan bisa di pelajari?


Penghasilannya stag di satu titik, bukan karena nasib. 

Buktinya yang lebih tekun penghasilannya lebih banyak? 😊 



*Bisnis diam di tempat karena terlalu banyak MENUNDA*. .


Masih banyak reseller yang tidak menjalankan aktivitas harian. . Seperti menambah jumlah prospek, berinteraksi dengan target pasarnya, atau aktivitas lainnya. 


Sehingga. . Itu semua berpengaruh terhadap penghasilan bulanannya. 


Gimana bisnis mau tumbuh??

Kalau kewajiban sebagai pengusaha tidak di jalankan??

πŸ˜… 


Ingatlah. . 

Bisnis bukan sulap, bisnis menuntut adanya proses.

Semua tidak instan.


Pencapaian-pencapaian dari bisnis hanya bisa di capai dari action setiap hari. 

Bukan action seminggu sekali atau sebulan sekali πŸ˜… 


Di awal-awal mungkin belum terlihat hasilnya. 

Namanya juga baru mulai.


Tapi jangan berhenti hanya karena belum melihat sesuatu.


Semua pengusaha memang harus melewati tahap memulai. 


Lakukan saja terus menerus. 

Sedikit demi sedikit juga ada hasilnya. . 😊 



Coba tanyakan ke diri kita masing-masing. 


Apa yang selama ini sudah kita tunda?


Menunda belajar?

Menunda praktik apa yang telah dipelajari?

Menunda membuat strategi?

menunda action?


Penundaan memang enak, tapi mohon maaf, sifat itu akan memastikan Anda diam di tempat.


Menunda akan jadi kebiasaan.


Kalau sudah kebiasaan, obatnya tidak ada di apotik. . πŸ˜… 


Makin sering menunda, makin akut tuh penyakitnya. . Hehe. .


Makin akut penyakitnya, makin susah keluarnya. . Ups. . 



Lantas harus bagaimana??


Lawan penundaan dengan satu sikap.


Sikap itu adalah *PROAKTIF*


Ada sesuatu atau tidak, terus bergerak.

Di paksa atau tidak, terus bergerak.


Mohon maaf, jika kita baru bergerak karena di perintah. 

Apa bedanya dengan pembantu?


Sifatnya pengusaha itu. .   tidak perlu di minta mereka bergerak sendiri. . 


Itulah proaktif. 

Bergerak setiap saat. . 


Lihat penggunaan waktu kita. 

Jika masih ada waktu untuk buka sosmed, hura-hura tapi bisnis belum benar, maka ada yang salah dengan cara kita atur waktu. . 


Sedih dan merasa bersalahlah jika 1 hari berlalu tanpa hal produktif.


Tanpa action, maka seseorang tidak akan bisa move on.


Orang lain sudah lari 10 km, tapi ada yang bergerak 10 meterpun tidak. 

Ya wajar jika ketinggalan. 😡 


Karena itulah musuhi penundaan. 

Tundalah penundaan kita.


Kerjakan apa yang bisa kita kerjakan, walaupun itu hal kecil.


Tidak apa-apa lambat, yang penting Anda tidak berhenti.


Semua ada waktunya.


Hal-hal kecil yang Anda kerjakan, itu akan Anda petik hasilnya di masa depan.


Jika Anda tidak memulainya, maka di masa depan tidak ada yang bisa Anda petik. . 


Mau hidup lebih baik kan?

Maka jadilah proaktif. .  



Selain menunda, ada 1 lagi faktor penghambat seorang Reseller.


Yaitu *PENYANGKALAN*

Terlalu banyak berkata *"TAPI"*


Ya, Tapi Tapi, Nanti Nanti adalah musuhnya setiap pengusaha.


Pesan guru kami. . 

"Yang membatasi seseorang dengan kesuksesannya hanya sebatas kata Tapi dan Nanti"


Terlalu banyak menunda dan terlaku banyak menyangkal. 



Oke, menunda sudah kita bahas tadi. 

Sekarang kita bahas bagian keduanya. . 


Di ajari, tidak percaya dengan ilmunya.

Di arahkan, tidak di lakukan.

Di beri semangat, malah ragu dengan dirinya. . 

Tapi mau hidup enak. . 


Ampun deh, jadi gemes sendiri. . Hehe. . 😁 



Ini berhubungan dengan pola pikir. . 


Mulai sekarang belajarlah 2 hal

Pertama belajar rendahkan hati 

Kedua belajar yakin kepada diri sendiri


Ada pepatah mengatakan

*"Guru akan datang, saat murid sudah siap"*


Maksudnya bagaimana?


Jadi pada dasarnya di sekitar kita itu ada BANYAAAAK sekali pelajaran. . 


Bahkan kita bisa belajar dari hal-hal kecil di sekitar kita. 


Sayangnya, itu hanya bisa di pelajari jika seseorang merendahkan hatinya. . Tidak tinggi hati, tidak merasa sombong, tidak merasa pintar. 


Begitupun juga dari materi-materi yang sudah Anda terima.

Banyak yang bisa di pelajari jika hati kita cukup rendah untuk menerimanya.


Ilmu turun dari tempat tinggi ke tempat rendah.

Kalau hati kita tinggi, kita tidak akan bisa belajar.


*Kesombongan menuntup pintu masuknya ilmu, kemudian menutup pintu masuknya rezeki*


Jadi kalau rezeki kita bermasalah. . 

Bisa jadi karena ada sekat-sekat kesombongan. 

Hilangkanlah itu. . 



Selanjutnya. . Belajar yakinlah kepada diri sendiri. .


Pada dasarnya, 

Bisnis kita hanya sebesar cara berfikir kita. 


Ada quote yang isinya

*The common mistake of small business is they think too small*


Maksudnya. . 

Kesalahan yang paling sering dilakukan oleh bisnis kecil adalah cara berfikirnya yang kecil. 


Mereka tidak yakin dengan kemampuan dirinya.

Mereka tidak percaya di masa depan ada harapan-harapan besar menanti mereka.

Mereka meragukan hasilnya sebelum memulai. . 


Yang seharusnya di lakukan adalah. . 

Yakinkan diri sendiri bahwa Anda bisa.


Jika Anda tidak yakin terhadap diri sendiri, lantas bagaimana cara Anda meyakinkan orang lain? 

Bahkan tanpa keyakinan bagaimana cara Anda meyakinkan keberhasilan untuk datang ke dalam hidup Anda? 


Impiannya harus besar. 

Cara berfikirnya harus besar (Think Big)


Selain itu. . 

Actionnya harus banyak. 

Belajarnya juga wajib banyak. 


Percayalah. .

Allah itu Maha Adil. 

Anda akan kalah dengan mereka yang bekerja lebih banyak, belajar lebih banyak, dan ibadah lebih banyak. 


Jika Anda tidak bisa mengungguli seseorang dari segi kerja kerasnya, maka ungguli dia dari segi ilmunya. 

Banyak-banyalah belajar. 


Dan jika Anda tidak bisa mengungguli seseorang dari segi dunianya, maka ungguli dia dari segi akhiratnya. 


Jangan katakan Anda tidak bisa.

Anda bisa !!


Masa Anda gak percaya?

Kami saja percaya pada kemampuan Anda. . 


Yang memvonis Anda bisa atau tidak itu haknya Allah, bukan di diri sendiri. Jangan Geer tidak pada tempatnya dong, hehe. 


Jadi, mintalah ke Allah untuk di mampukan, bukan minder duluan. 


Jangan pikirkan ketidakmampuan kita.

Pikirkanlah ke Maha Besaran Allah.


Allah sudah banyak memampukan banyak orang, bisa jadi yang berikutnya adalah *Anda*


Ya, Anda yang sedang membaca materi ini.


Sekarang mungkin belum terlihat, tapi gak papa.

Anda di masa depan bukanlah orang yang sama dengan Anda di masa sekarang. 


Jangan terlalu banyak analisa. 

Allah tidak pernah kehabisan cara untuk mengubah hidup Anda jadi lebih baik. . 


Selama Anda yakin, insyaAllah ada jalan. . 😊 



Begitulah. . 


2 hal yang membuat seorang Reseller diam ditempat adalah 

Penundaan dan penyangkalan. 


Lawan penundaan dengan sifat proaktif.

Lawan penyangkalan dengan *Think Big* (berfikir besar)



Selain 2 hal tadi, kami akan share juga Faktor Akselerasinya.


Jadi kalau sebelumnya kita menyelesaikan penyakitnya.

Maka kali ini kita akan membahas faktor percepatan. . 



Kita mulai ya. 

Jadi begini. . 


Kami telah melakukan sebuah riset kecil-kecilan bahwa ada 1 Rahasia Mutlak seseorang bisa berhasil di segala bidang.


Ya, siapapun orangnya.

Jika punya 1 sifat ini maka dia akan berhasil.

Tentunya karena ijin Allah Ta'ala juga ya. 


Nah, apakah sifat itu?


Jawabannya adalah *TEKUN*


Apa itu tekun?


Jika ditanya pertanyaan diatas, tentu setiap orang punya jawaban berbeda-beda. . 

Kami juga seperti itu.   


Menurut kami, Tekun adalah *PERSISTEN*


Persisten itu artinya *MENYELESAIKAN YANG SUDAH DI MULAI*


Banyak orang memulai sesuatu, tapi mereka tidak menyelesaikannya. 

Mereka berhenti di tengah jalan, padahal jalannya belum selesai. . 


Disitulah bedanya mereka yang merasakan hasil dengan mereka yang tidak merasakan apa-apa. . 


Jadi. . 

Biasakanlah menyelesaikan apa yang Anda mulai. 


Seperti kami katakan sebelumnya. . 

Saat memulai sesuatu, wajar jika hasilnya belum terlihat.


Di awal-awal belum ada hasilnya.

Tidak apa-apa. . 

Tapi ya. . . *JANGAN SELAMANYA*, hehe


Kasihani hidup Anda, orang-orang yang Anda sayangi, dan orang-orang yang percaya Anda. . 


Setiap orang memang punya waktunya sendiri-sendiri. 

Ada yang 1 bulan mulai langsung menghasilkan.

Ada yang butuh 3 bulan baru menghasilkan.

Tidak masalah, yang penting kita menyelesaikan apa yang kita mulai, gitu lho. . 😁 


Entah itu sakit, pahit, membosankan, bahkan berderai air mata, selesaikanlah. 


Dari situ kualitas Anda sudah berbeda dari orang rata-rata.



Dan tips percepatan yang terakhir adalah *GOOD INNER CIRCLE*


Kelilingi diri Anda dengan lingkungan yang positif 


Minimal ganti teman terdekat Anda (Inner Circle)


Mainnya sama mereka yang positif dan menguatkan


Bukan sama negatif dan yang pesimis. 


Kenapa??


Karena vibrasi semangat itu menular. 


Jika Anda kumpul dengan mereka yang positif, semangat mereka akan nular ke Anda 


Kalau kumpulnya sama yang pesimis? 

Nah itu lebih cepat nularnya, hehe. . 


Belajarlah dari mereka yang Anda anggap berhasil


Dekatkan diri Anda dengan orang-orang yang tulus berbagi. 


Kuncinya ringan kaki, ringan tangan, dan ringan jari.


Kalau tidak bisa temu offline, minimal lewat dunia Online Anda dapat itu. . 


Dunia pengusaha banyak tantangannya.

Jika Anda sendirian, Anda akan kehilangan jati diri Anda. 


Jadi, penting memiliki relasi yang baik. . 😊 



Yang baru Anda baca kami sebut dengan *Entrepreneur Character*


Proaktif

Think Big

Persisten

Good Inner Circle


Miliki 4 sifat ini, insyaAllah bisnis Anda akan bertumbuh. 



Terkadang masalah dalam bisnis bukan di bisnis.

Bukan melulu soal teknis. 


Masalah di bisnis adalah pengusahanya, jadi jika ingin memperbaiki bisnis, perbaiki karakter pengusahanya. 


*Good character = Good Result*


Itu ya. . 😊 



*APA YANG HARUS DI LAKUKAN SEKARANG?*



_1. Belajarlah untuk tidak menunda hal yang bisa Anda kerjakan. Jika banyak daftar pekerjaan Anda, mulai cicil. Bukan di tinggal semuanya, hehe_


_2. Belajarlah dari siapapun, hargai orang lain dan muliakanlah sesama. Jangan menganggap diri Anda lebih baik dari orang lain._


_3. Yakinlah bahwa Anda mampu. Berfikirlah hal-hal besar. Caranya? Perbanyak informasi yang inspiratif. Terinsiprasi adalah cara tercepat termotivasi_


_4. Selesaikan yang Anda mulai. Persisten !_


_5. Jauhi lingkungan yang melemahkan, dan niatkan dalam hati untuk bertemu dengan orang-orang yang menurut Anda berhasil. Bergaul dengan mereka sewajarnya_



Itu ya materi 5

InsyaAllah materi 6 akan kita bahas besok...


*Bisnis Naik Kelas*



Bismillah,



Jika Anda membaca materi ini, itu artinya Anda sudah berada di ujung Materi .


Sebelum masuk ke materinya, maka mari kita sama-sama ucapkan syukur kepada Allah Ta'ala. 

Karena atas ijinNya program ini berjalan dengan lancar. . 

Alhamdulillah. 


Kami tulus berharap, semoga materi yang Anda telah terima beberapa hari ini ada nilai keberkahannya untuk kehidupan Anda.  Aamiin. . 



Sekarang yuk kita pelajari materi terakhir sama-sama ya. . 😊 



Jadi. . . 

Karena di program-program sebelumnya sudah banyak di bahas tentang mindset dan beberapa hal teknis, maka materi terakhir ini adalah penyempurnaannya.


Apa materinya?


Kami ingin bisnis Anda *Naik Kelas*


Naik kelas maksudnya adalah kondisi bisnisnya jadi lebih baik dari sebelumnya.


Omzetnya besar.

Pelanggannya semakin banyak.

Dan penghasilannya meningkat.

InsyaAllah. 



Kami sharing materi ini karena kami paham betul bahwa fitrahnya manusia adalah bertumbuh. 


Semua orang, termasuk Anda dan kami akan sangat senang jika hari ini lebih baik daripada kemarin.

Dan di masa depan, itu lebih baik dari hari ini. 


Ya, itu adalah fitrah. 



Dan karena itu adalah sifat alami manusia, maka secara tidak langsung setiap orang akan punya Target-target untuk di capai dalam hidupnya. 

Benar kan?

Anda juga punya Target kan dalam hidup Anda?


Kalau belum punya, ya di buat saja dulu, hehe. . 😝 



Pertanyaannya sekarang. . 

Kenapa koq banyak target yang dibuat jarang tercapai??



Setelah melakukan pengamatan,

Banyak alasan yang membuat target tidak tercapai, tapi jika di kerucutkan ternyata ada 2 alasan utama. 


2 alasan kenapa target tidak tercapai adalah karena


*Pertama, Targetnya tidak memiliki alasan yang kuat*


*Kedua, karena kesalahan dalam merencanakan*



Tidak memiliki alasan saat membuat target adalah *KESALAHAN FATAL* !


Kenapa?


Tanpa alasan yang kuat, target seperti apapun akan mudah di lupakan. 


Gimana mau tercapai??

Yang punya target aja lupa. . Haha πŸ˜… 


Mayoritas kehidupan manusia di kontrol oleh alam bawah sadarnya.

Jika targetnya memiliki alasan yang kuat, maka secara otomatis tubuhnya akan mencari cara untuk mencapai target tersebut. 


Sambil makan kepikiran target

Di jalan mikirin target

Mau tidur mikirin target

24 jam kepikiran targetnya.

Itulah yang terjadi jika target memiliki alasan yang kuat. 


Jadi saran kami. . . 

Mulai sekarang saat Anda punya target untuk di tuju tanyakan berkali-kali ke diri sendiri

*"Kenapa Anda harus mencapainya?"*


Kenapa?

Kenapa?

Kenapa?


Tanpa alasan yang kuat, jalan mencapai target akan sangat membosankan. . 


InsyaAllah paham ya. . 😊 



Kita masuk ke poin kedua. . 


Alasan yang kuat kadang tidak cukup untuk membuat target tercapai. . 

Karena itulah di butuhkan perencanaan yang detail. 



Dari kondisi yang di inginkan, ke kondisi saat ini itu ada jarak. 

Jarak itu namanya *Goal Gap*


Rencana di butuhkan agar Goal Gap tersebut bisa di sebrangi. .


Tujuan dari materi kali ini adalah agar Anda bisa menyusun rencana untuk mencapai hal yang Anda inginkan. 

Karena itulah tema kali ini di sebut masterplan. 


Jadi kesimpulannya. . . 

Target Anda butuh rencana, bukan sekedar impian dan tanggal saja.   



Lantas bagaimana cara membuat rencana untuk mencapai target? 



Ikuti petunjuk di bawah ini ya. . 


Jadi. . . 


Di awal-awal 

Buatlah *Goal yang besar*. .


Biarkan imajinasi liar Anda lepas. . 


Pikirkan hal-hal yang tidak masuk akal untuk Anda capai.   



Ya tidak masalah. . 


Biarkan saja orang lain mengatakan itu tidak masuk akal. 

Mungkin mereka lupa jika Allah itu Maha Besar, hehe. πŸ˜… 


Ingat, 

Yang mengijinkan target tercapai adalah Allah

Bukan penilaian HambaNya Allah. 


Target tercapai bukan penilaian Manusia !

Titik ! Gak pakai koma, hehe. . 😁 



Target besar untuk memaksa Anda berfikir keras. 

Keluar dari zona nyaman Anda.

*Memaksa Anda jadi Anda yang baru*

Berbeda dari sebelumnya. 


Setelah tahu apa targetnya. . 

Tanyakan 2 hal kepada diri Anda. . 


Pertanyaan pertama. 

*Kapan Anda YAKIN target tersebut akan tercapai?*


Beri tanggal Target Anda. 


Pertanyaan kedua

*KENAPA anda harus mencapainya?*

Kenapa?


Ingat. . 

Selama alasannya tidak kuat, Target itu akan mudah di lupakan. . 



Nah sampai sini, kita masuk ke cara merencanakan pencapaian Target. . 



Targetnya sudah ada

Tanggalnya sudah ada

Alasannya sudah ada

Maka selanjutnya adalah *pecah targetnya berdasarkan waktu* . . 


Buat yang namanya *Daftar Progress*


Misal Target Anda adalah 

*"Ingin punya penghasilan 10 juta perbulan di akhir 2019 agar hidup tidak susah lagi"*

(Misal lho ya)


Maka dari waktu Anda saat ini ke batas target Anda, Anda perlu buat yang goal yang harus di capai perbulan. 


Goal-goal kecil itu namanya Daftar Progress. 


Paham? 😊 


Targetnya 10 juta di akhir tahun


Maka harus jelas 

Bulan 1 mau mencapai apa

Bulan 2 mau mencapai apa

Bulan 3 mau mencapai apa

Begitu seterusnya sampai batas waktu yang di tentukan. . 


Woi ! Mencapai target itu gak kayak buat Mie instan.

Tidak bisa jadi begitu saja dan harus terukur. . πŸ˜… 


Inilah yang tidak di lakukan orang-orang. . 

Buat target, asal buat aja. . Hehe


Akhirnya waktu berlaku dan tidak ada pencapaian apa-apa. . 


Nah, Anda beda. 

Bersyukurlah karena ikut program kali ini, jadi Anda tahu bagaimana detailnya. . 

Alhamdulillah. . 



Oke, sampai membuat daftar progress itu belum selesai.   


Di lanjut ya.   


Karena Daftar progress itu bulanan. 

Maka pecah goal tiap bulan jadi *goal perminggu*


Ya, tiap minggu apa yang harus di capai agar target perbulan ikutan tercapai?



Setelah itu masuk ke tahap yang *paling penting*


Kalau sudah punya goal mingguan. . Maka tanyakan ke diri sendiri. . 


Pertanyaannya adalah

*"Apa aktivitas harian yang harus Saya lakukan agar goal mingguan Saya tercapai?"*



Begitulah. . 

Jadi punya Goal besar, katakanlah goalnya tahunan. 


Setelah itu buat daftar goal-goal kecil bulanan yang mendekatkan dengan goal tahunan. 


Setelah punya goal bulanan, buatlah goal-goal kecil yang harus di capai perminggu. 


Setelah goal mingguannya jadi, maka tulis daftar aktivitas harian agar goal tercapai. 


Di mengerti ya? 😊 



Terus setelah itu ngapain?.


Yang harus dilakukan adalah *Disiplin melakukan aktivitas harian*


Jadi anggap saja goal itu adalah 1 buat Pentol Bakso yang sangat besar seukuran bola. . 

Nah, Anda tidak bisa menelan bakso itu bulat-bulat, hehe. 


Yang bisa Anda lakukan adalah memotongnya kecil-kecil, kemudian dimakan pelan-pelan. 


Begitulah ilustrasinya. . 


Goalnya tercapai, karena aktivitas rutin yang kita kerjakan. . 



Jadi. . . 

Punya goal besar tidak masalah, yang penting jelas tangga untuk mencapainya


*Turunannya Goal adalah Aktivitas harian*


Kalau berhenti hanya di membuat goal itu salah

Yang benar harus ada aktivitas harian untuk di kerjakan. . 



Anda harus punya Masterplan, harus punya Rencana. . 



Kami berikan contoh ya. . 


Misal Target penghasilan Anda di Tahun ini 10 Juta perbulan di Bulan Desember 2019


Maka katakanlah . . 

Bulan 1 Goal Anda adalah fokus kuasai 1 ilmu yang dibutuhkan agar 10 juta tercapai . . 


Jika diturunkan ke Goal mingguan. . 


Minggu 1 konsultasi ke ahli, ilmu apa yang harus di pelajari

Minggu 2 Cari buku atau pelatihannya

Minggu 3 dan 4 Belajar dan praktik


Sehingga di akhir bulan, Anda jadi paham. 

Ada progress. . 


Mingguan di turunkan ke aktivitas harian. . 

Hari Senin cari daftar Ahli yang sudah memiliki ilmu mencapai 10 juta perbulan


Hari selasa target kumpulkan minimal 20 nama 


Hari Rabu mulai cari kontak mereka


Hari Kamis susun strategi untuk menghubungi dengan sopan


Hari Jum'at, mulai hubungi. . 

Jika orang yang di targetkan terlalu tinggi, dan minder untuk menghubungi, cari karyanya belajar lewat sana. 


Nah, begitu cara mainnya. . 


Jadi aktivitas hariannya rinci. . 

Jelas mau ngapain. . 


Dengan melakukan arahan diatas, insyaAllah bisnis Anda akan naik kelas. . 


Gitu ya. . 

Jangan sia-siakan materinya lho. . 

Praktikan, hehe.   



Untuk materi Reseller sendiri.   

Di MEU punya support program. .


1. Agen  MEU. Tempat belajar sekaligus menghasilkan. . Sudah banyak agen MEU yang penghasilannya 1 - 3 juta/bulan. Pendaftaran Akan di buka *beberapa bulan kedepan*, so siap2 buat yang ingin maju dan berkembang bersama kami.


2. Buku Reseller Jago Jualan karya Mas Hermas Puspito


3.  E – Course Akademi Membangun Reseller.. Di khususkan bagi mereka yang ingin membangun Pasukan reseller untuk mendongkrak penjualan bisnis mereka.   



4.  Buku Terbaru ( Akan di luncurkan PO nya beberapa hari lagi ) bertemakan membangun tim reseller



Sekedar review materi kali ini. . 


Cobalah pelajari ilmunya sekali lagi. 

Ilmu sama, di pelajari di waktu berbeda, hasilnya berbeda. . 


Perbaiki bisnis Anda di mulai dari perbaiki garis awalnya. . Buka ulang materi 1 dan 2 

Reseller mulai dari SNP

Self Target, Niche Market, dan Potential Product


Agar mudah closing buka materi 3

Ada rumusnya TTM

Traffic x Trust x Momentum


Ada yang sudah praktik materi ke 3 ini dan mengatakan kepada kami bahwa tipsnya ampuh. . Silahkan Anda rasakan sendiri. . 😊 


Saat action di lapangan barengi dengan materi 5. 

Karakter entrepreneur. 

Proaktif, Think Big, Persisten, dan kelilingi diri Anda di Good Inner Circle


InsyaAllah cepat lambat Anda akan merasakan perubahan dalam hidup Anda. . 


Jika ingin memiliki penghasilan 3 juta/bulan, praktikan materi ke 4. . Ada 5 strategi ampuh untuk di jalankan. . 


Dan jika punya Target diatas itu, buatlah rencana sampai akhirnya Anda tahu aktivitas harian apa yang harus di lakukan. . Seperti materi terakhir ini. . 😊 



InsyaAllah 7 hari yang singkat ini sarat dengan pelajaran yang bisa di petik. . 


Pesan kami adalah. . 

Untuk mencapai yang Anda mau, tidak cukup dengan menulis rencana. . 

Perlu ada aksi nyata di lapangan. .


Rencana tanpa action itu namanya adalah mengkhayal. 


*Jadi, rencanakan yang ingin Anda lakukan.*

*Dan lakukan yang Anda rencanakan.* .


Kami dari sini tulus mendoakan kehidupan dan bisnis Anda semoga menjadi semakin baik. . Aamiin. . 😊 



Sebagai penutup program ini. . 

Anda boleh langsung sampaikan materi  ini dengan kesan positif yang Anda rasakan setelah ikut program barusan. . 


buat yang memberikan kesan positif akan saya doakan dengan sepenuh hati agar bisnis nya semakin baik dari waktu ke waktu 😊

MINDSET LARIS MANIS

 *MATERI 1*

*Mindset Laris Manis*                                           


Perkenalkan Saya adalah *M Soleh*

Di antara kesibukan yang Saya miliki, Saya adalah Agen *Muslim Entrepreneur University*

Selama ini MEU fokus untuk memberikan manfaat kepada sesama teman pengusaha, karena itulah Saya berbagi materi ini. 

Kedepannya, 

Kita mungkin akan belajar sama-sama tentang banyak hal ya.

Untuk sekarang, mari kita belajar caranya *jualan laris manis*

Laris manis adalah sebuah istilah yang digunakan ketika seseorang mampu menjual produknya dalam jumlah banyak.

Karena itu. . . .  goal dari materi ini adalah bagaimana agar hasil jualan Anda *LEBIH BANYAK* dari sebelumnya. 

Asik? 😊 

Mampu menjual dalam jumlah banyak adalah keinginan setiap pengusaha. 

Tentu senang rasanya jika produk yang kita jual di serbu oleh pembeli. . 

Sayangnya, kenyataan di lapangan tidak semulus itu.

Saat menjual sesuatu, seseorang harus menghadapi ujian seperti dicueki, di tolak, sepi, dan hasil yang di dapat sedikit.

Apakah Anda merasakan hal itu juga??

Nah, agar hal tersebut berubah, maka pertama-tama ubah cara berfikirnya

*Kenapa Harus Menjual dalam Jumlah Banyak?*

Jawabannya agar bisnis bisa *TUMBUH*

Penjualan adalah hal yang penting dalam sebuah bisnis.

Saat berhasil menjual sesuatu, uang masuk ke dalam bisnis.

Dan akhirnya bisnis berputar.

Sebaliknya, jika jualannya bermasalah, maka bisnisnya otomatis bermasalah.

Banyak sekali bisnis yang *MATI*, bukan karena pasarnya lesu.

Tetapi karena pengusahanya *TIDAK BISA* menjual produknya.

Angka penjualannya jelek. 

Pahamilah bahwa angka penjualan akan berpengaruh ke pertumbuhan bisnis.

Dalam dunia bisnis, jika jualannya bermasalah, segera cari cara perbaiki hal tersebut. 

Kenapa?

Karena itu akan berpengaruh ke *MENTAL PENGUSAHANYA*

Mohon maaf, 

Banyak yang menyerah di dunia bisnis dan akhirnya berhenti, karena tidak mampu menjual dalam jumlah banyak.

Hasil jualannya di bawah angka kebutuhan, akhirnya bisnis di tutup, dan banting stir ke dunia lainnya.

Sebaliknya,

Ketika seseorang jualannya lancar, maka dia akan semakin ketagihan di dunia bisnis.

Paham ya?

Banyak orang yang berkata, *berbisnis adalah salah satu cara untuk punya banyak uang*

Kalimat diatas itu benar, tapi jangan di telan mentah-mentah.

Punya bisnis itu benar, tapi sekedar punya, itu belum cukup.

Selain memiliki bisnis, milikilah juga kemampuan menjual dalam jumlah banyak.

Rumusnya. . 

*Jika Anda mampu menjual dalam jumlah banyak itu artinya semakin tinggi penghasilan yang bisa Anda miliki*

Ya, dicoba deh. 

Kalau gak percaya bisa buktikan sendiri.

Coba jual sesuatu sebanyak-banyaknya. 

Nanti Anda akan tahu seperti apa enaknya. . Hehe 😁 

Masalahnya. . 

Banyak orang paham hal diatas tetapi mereka belum tahu caranya.

Mereka yang tidak tahu, akhirnya mencari caranya.

Ada yang mencari caranya dengan merenung, alias bertapa, hehe

Ada juga yang mencari caranya dengan belajar cara jualan laris manis kesana kemari. 

Sampai bagian belajar, itu sudah benar. 

Ketika kita belajar, maka kita akan mengerti.

Sayangnya, belajarnya sudah benar, tetapi banyak yang bermasalah di bagian action. πŸ˜… 

Banyak orang berfikir jika ingin jualannya lebih laris maka yang diubah adalah cara iklannya, media promosinya, atau hal-hal teknis lainnya. 

Padahal *BUKAN* itu yang diubah pertama kali. 

Lalu apa yang diubah agar jualan Anda lebih laris dari sebelumnya??

Cobalah berfikir bahwa . . 

*LARIS ADALAH HASIL*

*LARIS ADALAH AKIBAT*

Angka penjualan yang tinggi, *TIDAK MUNCUL BEGITU SAJA*

Haloooo. . 

Ini jualan, bukan sulap. 😝 

Hasil jualan banyak, tidak muncul tiba-tiba. . 

Jualan laris adalah akibat. 

Jika ada akibat, artinya ada *SEBAB*

Nah, jika ingin mengubah akibatnya, maka utak utik sebabnya. . 

Fokus perbaiki sebab, maka hasil akan mengikuti.

Di program ini kita akan belajar cara mengubah sebabnya.

Ternyata, jualan laris itu ada penyebabnya. 

Jualan laris itu ada rumusnya. . 

Rumusnya adalah. . . 

*(TP) x (XF) x (JP)*

Bacanya Te pe dikali Ex Ef dikali Je Pe

Sip?

Apa maksudnya?

Sebentar, jangan buru-buru. . 😁 

Program ini ada langkah langkahnya, jadi Anda akan belajar bertahap, hehe.

Yang perlu Anda ketahui adalah. . 

Rumus diatas sudah di uji coba beberapa kali di banyak bisnis. .

Lantas gimana hasilnya?

Ternyata memang terbukti berhasil berkali-kali. . 

Jika berhasil 1 kali, bisa saja itu artinya kebetulan. 

Jika Berhasil berkali-kali, artinya itu adalah sebuah pola.

Pola meninggalkan jejak.

Jejak bisa diikuti.

Dan semua yang bisa diikuti artinya bisa ditiru.

Anda tinggal terapkan saja rumus diatas ke bisnis Anda.

Dan BOOOOM !!!!

Dengan ijin Tuhan Yang Maha Kuasa maka Anda akan mampu mencetak penjualan yang lebih banyak dari sebelumnya. 😊 

Ingat,

Jualan Laris adalah akibat.

Dan akibat hanya bisa berubah, jika sebabnya diubah.

Jualan laris, sebabnya adalah (TP) x (XF) x (JP)

Sudah tidak sabar mau tau ilmunya??

*Materi Kedua*

*Element Laris Manis*

Lanjut ya. 😊 

Kita masih belajar bagaimana caranya menjual dalam jumlah banyak. . 

Jika di materi pertama kita belajar bahwa Laris adalah Akibat, maka kali ini kita akan belajar hal yang lebih teknis. 

Tapi sebelum masuk ke materinya, pahami baik-baik ya bahwa laris tidak muncul tiba-tiba.

Jika Anda baru mulai menjual sesuatu, jangan berkhayal orang lain akan langsung mengantri. 

Bisnis itu butuh proses.

Mungkin awalnya laku belasan.

Naik kepuluhan.

Kemudian ratusan.

Sampai akhirnya ribuan atau diatas itu.

Mentalnya pengusaha adalah mental berproses.

Kalau mau yang instan-instan, rebus saja mie instan atau seduh kopi instan hehe. . 😁

Guru Saya mengatakan. . 

*"Jualan laris itu prinsipnya seperti menanam"*

Jika kita fokus ke sebabnya, maka hasil akan mengikuti dengan sendirinya.

Jangan mengejar hasil, karena semakin di kejar, hasil akan semakin menjauh. 

Sebaliknya,

Fokus saja ke sebab, nanti hasil akan mendekat. 

Jadi, berapapun target penjualan yang Anda inginkan. 

Cobalah *fokus ke penyebabnya*. . 

Dan seperti materi yang Saya bahas di atas

Agar Anda mampu menjual lebih banyak, ada rumusnya. 

Rumusnya adalah *(TP) x (XF) x (JP)*

Rumus diatas adalah penyebabnya. . 

Nah, sekarang kita akan bedah rumusnya. . 

Variabel pertama agar jualan laris adalah (TP)

TP artinya adalah *Target Pasar* 

Atau lebih detailnya adalah Target Pasar yang tepat.

Mungkin Anda pernah menjual sesuatu, tapi dicueki. πŸ˜… 

Posting di Facebook yang respon gak ada. .

Jualan di Instagram, hasilnya sepi. .

Kirim pesan di WA atau BBM, gak ada yang balas . . 

Hasilnya. . Tidak ada satupun produk yang terjual. 

Anehnya,

Mau berapa kalipun diulang.

Hasilnya sama saja.

Tidak ada peningkatan jualan.

Lantas kenapa hal ini bisa terjadi??

Ada banyak sebab yang bisa menjelaskan tentang hal tersebut.

Tetapi ada satu alasan yang terkuat kenapa hal itu bisa terjadi.

Ketika jualan dicueki, jawabannya adalah karena penjualnya menawarkan produknya ke Target Pasar yang salah

Ya, banyak sekali orang yang gagal menjual produknya karena bermasalah dengan hal ini. 

Jangan berfikir produk kita itu cocok untuk semua orang.

Itu adalah kesalahan *FATAL*

Setiap produk, itu diciptakan untuk menyelesaikan suatu masalah yang *SPESIFIK*

Setiap produk, punya karakter pembeli yang berbeda-beda. . 

Sekedar cerita. . . 

Salah satu produk yang Saya jual adalah Buku dan Kursus Online, nah saya tidak bisa menjualnya kesembarangan orang.

Saya hanya bisa menjualnya ke orang yang ingin hidupnya semakin baik. . 

Apa yang terjadi ketika saya menjual ke sembarangan orang?

Ya rentan terhadap penolakan, kalaupun promosi kemungkinan besar akan dicueki, hehe. 

Produk Saya punya Target pasar spesifik. 

Sama, produk Anda juga seperti itu.   

*SETIAP PRODUK, PUNYA PEMBELI YANG BERBEDA-BEDA*

Tugas kita sebagai penjual adalah *MENEMUKAN MEREKA*

Bisa dikatakan, penjual itu seperti biro jodoh. 

Tugasnya hanya mempertemukan produk dengan target pasarnya. . 

Di beli atau tidak, ya itu urusan nanti, hehe

Tapi kalau produk disodorkan ke bukan target pasarnya, maka bisa di pastikan jualannya akan bermasalah. . 

Jadi, jangan asal promosi ke sembarangan orang. .

Jualah produk Anda ke Target pasarnya. . 

Target pasar adalah orang yang mungkin tertarik dengan produk kita, mungkin butuh produk kita dan punya kemungkinan besar untuk membeli.

Sekali lagi, tugas penjual adalah menemukan target pasar yang akan cocok dengan produknya.   

Ngomong-ngomong soal menemukan, untuk menemukan sesuatu, maka terlebih dahulu kita harus tahu apa yang kita cari. . 

Jadi jika Anda ingin menemukan Target Pasar Anda, maka pertama-tama Anda harus mengetahui siapa mereka. . 

Bagaimana caranya mengetahui siapa mereka?

Beruntunglah Anda ada program ini, karena Saya akan beritahu caranya. . 

Untuk mengetahui siapa target pasar Anda bisa menggunakan 2 cara. . 

Cara Pertama adalah *PROFILING*

Cara Kedua adalah *REPROFILING*

Cara pertama profiling, artinya mendeskripsikan target pasar kita berdasarkan analisa pribadi. .

Ya, jadi Anda mengira-ngira siapa target pasarnya. 

Nah, agar deskripsinya tidak melebar. 

Anda bisa jawab pertanyaan di bawah ini

1. Usia Target pasar Anda? Belasan? Puluhan? 17 sampai 35 tahun misal? Atau berapa? Nilainya harus spesifik

2. Jenis kelamin mereka? Apakah laki-laki? Perempuan? Atau produk Anda cocok untuk keduanya?

3. Profesi? Pelajar? Pekerja? Pengusaha? Pengangguran? Sarjana? 

4. Status pernikahan? Single? Sudah kawin?

5. Apa hobby mereka? Aktivitas yang mereka lakukan saat senggang?

6. Apa hal yang diminati mereka? Yang membuat mereka tertarik?

7. Siapa tokoh yang mereka kagumi? Artist? Motivator? Penulis?

8. Apa social media Favorite mereka? Facebook? IG? LINE?

9. Apa aplikasi chatting favorite mereka? BBM? WA?

10. Dimana Anda bisa menemukan mereka? Grup tertentu? Komunitas tertentu? Fanpage tertentu? Wilayah tertentu?

Sebenarnya untuk melakukan profiling, masih ada pertanyaan lainnya.

Hanya saja, 10 pertanyaan diatas sudah bisa membantu Anda menentukan "Siapa" target pasar yang Anda bidik. . 

Tinggal pikirkan bagaimana caranya Target pasar Anda mau datang ke bisnis Anda.

Untuk menjawab pertanyaan diatas, Anda terlebih dahulu harus paham produk yang Anda jual. 

Karena prinsipnya, semakin Anda mengenal produk Anda, semakin Anda kenal dengan Target pasar Anda

Perlu diketahui, karena cara pertama hanya mengandalkan analisa saja, maka kemungkinan besar analisa bisa salah. 

Oleh karena itu, jangan terpatok pada analisa pertama Anda.

Sewaktu-waktu, lakukan profiling ulang agar bidikan target pasar Anda semakin tepat 😊 

Cara kedua untuk tahu siapa Target pasar Anda, adalah dengan cara Reprofiling. 

Jika dilihat dari segi keakuratan. 

Maka cara kedua ini lebih akurat. 

Nah, bagaimana caranya? 

Begini langkahnya. . 

1. Surveylah pembeli lama Anda. .

2. Jawab 10 pertanyaan tentang profiling diatas berdasarkan data pembeli lama Anda.

3. Mayoritas data yang muncul, adalah Target pasar Anda. . 

Misal pertanyaan nomor 9, aplikasi yang sering mereka gunakan untuk chat mayoritas menjawab adalah WA, itu artinya WA adalah jawabannya. 

Begitu ya.   πŸ˜Š 

Sekali lagi, 

Tentukan siapa Target pasar Anda, sebelum mulai mempromosikan produk yang Anda miliki. 

Jangan berfikir semua orang akan membeli karena itu adalah sebuah kesalahan Fatal. 

Semua orang bukan konsumen kita.

Produk kita punya target pasar spesifik. 

Saya perlu tekankan. 

Jualan ke orang yang bukan target pasarnya, itu hanya berakhir Capek.. hehe. 

Jadi jangan di coba, Hemat tenaga Anda dengan cara tawarkan produk Anda ke target pasarnya. 

Lalu apa yang perlu Anda lakukan sekarang?

Pertama tentu saja mendeskripsikan siapa Target pasar Anda.

Setelah itu. . 

Jika Anda jualan di facebook, isi temannya dengan Target pasar Anda. 

Jika Anda jualan di Instagram, isi followernya dengan Target pasar Anda. 

Jika Anda jualan di BBM, isi temannya dengan Target pasar Anda. 

Jika Anda jualan di WA, isi kontaknya dengan Target pasar Anda. 

Jika Anda jualan di LINE@, isi pengikutnya dengan Target pasar Anda. 

Jika Anda jualan di email, isi subscribernya dengan Target pasar Anda. 

Jika Anda jualan di Web, datangkan target pasar Anda ke web tersebut. 

Jika Anda jualan dengan cara Offline, taruh toko Anda di sekitar target pasar Anda lalu lalang. . 

Lakukan hal diatas, dan rasakan perubahannya ke penjualan Anda. 😊


*Materi Ketiga*

*Faktor Laris Manis*       

                                          

Sekarang masuk materi. . 

Jika di materi sebelumnya kita bedah Variabel pertama

Yaitu TP artinya Target pasar.

Maka di Materi ini kita akan pelajari variabel kedua, dari penyebab jualan bisa laris manis.

Variabel kedua adalah (XF)

Kepanjangaannya adalah *X Faktor*

X Faktor disini maksudnya bukan acara TV itu ya, karena itu pakai C bukan pakai K, hehe 😝 

X Faktor maksudnya Faktor-Faktor yang membuat orang mau membeli sebuah produk. . 

Masih ingat pesan Guru Saya di materi kedua?

Bahwa *Jualan Laris Manis itu adalah Menanam*

Jika ingin jualannya laris, fokuslah ke sebabnya, nanti hasil mengikuti.  

Karena saat kita ubah sebab, maka hasil akan berubah. . 

Lalu apa maksudnya X Faktor?

Jadi ternyata *ada 3 hal yang membuat seseorang mau membeli produk yang dijual.*  

Sayangnya, masih ada penjual yang sibuk menawarkan produknya tanpa memperhatikan 3 hal ini. . 

Jika 3 hal tersebut diabaikan, ya gitu deh hasil jualannya. . 

Terlalu kejam untuk Saya jabarkan, hehe. . πŸ˜… 

Lalu apakah 3 hal ini? 

Saya akan jelaskan satu persatu pelan-pelan. 

Silahkan di simak, dan terapkan dalam bisnis Anda ya. 

*FAKTOR PERTAMA, PENJUALNYA*

Sebuah buku berjudul Sales Magic karangan Kerry L. Johnson mengatakan bahwa "83% transaksi bisnis closed, karena *PEMBELI MENYUKAI PENJUALNYA"*

Artinya, mayoritas penjualan terjadi karena Pembeli nyaman dengan penjualnya. . 

Jadi, sebuah kesalahan jika kita mengabaikan faktor ini. 

Sebelum jualan, cobalah membuat Target pasar *percaya* kepada Anda. 

Perhatikan cara kita berkomunikasi dengan target pasar.

Jika cara komunikasinya salah, dan akhirnya membuat target pasar tidak suka dengan yang kita lakukan, maka sebagus apapun produk yang kita jual tidak akan mampu menarik uang keluar dari dompet mereka, hehe. πŸ˜… 

Memang, kita tidak bisa membuat semua orang menyukai kita. Tapi ingat, *KITA BISA MENGUSAHAKANNYA*

Jadilah penjual yang menyenangkan. 

Enak di ajak ngobrol.

Nyaman di ajak bicara.

Ramah kepada calon pembeli.

Memperlakukan mereka seperti teman.

Dan sejenisnya.

Kepercayaan publik juga akan membantu Anda.

Misal ada testimoni, atau bisnis Anda mencetak prestasi. 

Intinya, berusahalah jadi penjual yang dipercaya.

Saya selalu ingat kata Guru Saya. Pesan dari beliau

_"Bagi sebagian orang, uang adalah suatu hal yang berharga. Dan sudah pasti siapapun tidak mau memberikan hal berharganya ke sembarangan orang. Mereka hanya mau memberikan hal berharganya ke orang yang dipercaya. Karena itu, agar target pasar mau memberikan uangnya, maka jadilah penjual yang bisa dipercaya"_

Hal ini juga berlaku di Anda. 

Anda juga tidak mau kan memberikan uang Anda ke sembarangan orang??

Anda hanya mau membeli sesuatu ke penjual yang Anda percaya. 

Sama, hal tersebut juga berlaku ke Target pasar Anda.

Selalu pegang prinsip diatas. 

*NO TRUST, NO SALES, NO INCOME*

Tidak ada kepercayaan, Tidak ada Penjualan, Tidak ada Pemasukan. . 

Selama prospek tidak percaya dengan penjualnya.

Maka selama itu juga tidak akan terjadi penjualan. 

Sebaliknya,

Jika sudah di percaya. Mau produk mahal, atau rumit sekalipun, maka akan semakin mudah menjualnya. 😊 

Lalu gimana agar target pasar percaya Anda?

Anda bisa pakai tips singkat ini.

1. Berikan bukti, misal testimoni pengguna sebelumnya.

2. Jadi penjual yang memberikan manfaat ke target pasar. Jadi bukan hanya datang saat mau jualan saja.

3. Ramah komunikasi dengan konsumen.

4. Jika bisa, biarkan calon membeli mencoba sampel produknya . Ingat, jika bisa lho.

5. Fokus ke masalah calon pembeli. Tunjukan Anda peduli. Calon pembeli Anda suka di perhatikan.

6. Bangun personal brand yang berhubungan dengan bisnis Anda

7. Berikan ruang untuk prospek memilih produk untuk dirinya.

8. Aktif bertanya apa sebenarnya yang diinginkan prospek, bukan sibuk menjelaskan hal yang tidak perlu. Banyak bertanya dan banyak mendengar.

9. Hadirlah untuk memberikan solusi. Ingat SOLUSI !

10. Jujur, ceritakan produk Anda jangan di lebih-lebihkan.

Masih banyak tips membuat Anda jadi penjual yang dipercaya, tapi cukup saja dulu ya. 

Dari hal diatas, kita jadi sadar. . 

Ternyata untuk laris, Anda tidak perlu jadi penjual yang pintar, tapi jadilah penjual yang menyenangkan. 

*FAKTOR KEDUA, PRODUKNYA*

Ujung-ujungnya jika berbicara dunia penjualan, maka kita tidak bisa lepas dari produk. . 

Penjual memang akan membuat transaksi *MUDAH* terjadi.

Tetapi produk akan menentukan terjadinya transaksi atau tidak. . 

Pegang prinsip. . 

Orang tidak akan membeli produk yang tidak mereka inginkan dan tidak mereka butuhkan. .

Ya, jika seseorang *TIDAK INGIN* dan *TIDAK BUTUH*, maka mereka *TIDAK BELI*

Bagaimana cara membuat orang ingin dan butuh produk Anda?

Anda bisa gunakan strategi ini. 

1. Edukasi pembeli target pasar Anda sampai mereka paham apa manfaat produk Anda.

2. Sering-sering gunakan cerita saat menerangkan produk, karena cerita mudah disimpan alam bawah sadar.

3. Tonjolkan masalah target pasar Anda, dan katakan produk Anda adalah solusinya.

4. Perbaiki tampilan produk Anda. 60% orang adalah tipe visual. 

5. Libatkan unsur emosi. 80% orang membeli karena emosi mereka dibanding logika. Contohnya katakan produknya akan berpengaruh ke orang yang mereka sayangi, atau masa depan mereka

6. Buat orang merekomendasikan produk Anda. Ada yang merekomendasikan = Produknya Terpercaya = Mengundang banyak pembeli datang lebih banyak

X Faktor. . 

Faktor pertama penjualnya

Faktor kedua adalah produknya.

Sebelum lanjut ke Faktor ketiga. 

Saya ingin ingatkan lagi bahwa yang sedang Anda baca adalah materi agar orang membeli produk Anda. . 

Jadi, perhatikan 3 Faktor ini, agar Anda semakin mudah saat menjual sesuatu. 😊 


*FAKTOR KETIGA, PENAWARANNYA*


Pahami bagian ini karena ini sering dilupakan banyak orang. 

Sejujurnya. . 

Produk yang kita jual itu *BISA DI DAPAT DIMANA SAJA*

Anda jual apa?

Sebenarnya, target pasar Anda juga bisa mendapatkan itu di tempat lain. 

Jangan beranggapan produk Anda adalah satu-satunya.

Ayolah, bisnis rumit sekelas pabrik pesawat terbang saja banyak yang punya. 

Masa kita ngaku-ngaku bisnis kita hanya kita sendiri yang pemainnya? hehe. . 

Target pasar Anda. . . 

Mereka bisa membeli di penjual lainnya.

Mereka bisa mendapatkan manfaat produk Anda di produk yang bentuknya berbeda.

Karena itulah ada faktor ke tiga yaitu penawaran Anda. 

Apa yang membuat produk Anda *LEBIH SPESIAL* dari produk serupa?

Kenapa harus membeli kepada Anda?

Kenapa target pasar harus mengeluarkan uang dalam jumlah tertentu untuk mendapat produk Anda?

Pikirkanlah. . 

Jika penawaran Anda tidak menarik, maka prospek tidak melirik. . Selesai, hehe. . πŸ˜… 

Anda bisa gunakan Tips ini

1. Milikilah Differensiasi, alias pembeda. Jadi produk Anda punya perbedaan menonjol dibanding produk serupa.

2. Tawarkan ke target pasar yang benar-benar ceruk. Maksudnya tawarkan ke orang-orang yang benar-benar spesifik.

3. Buat jadi menarik. Ada diskon, garansi, isi lebih banyak, atau apa? Pikirkan. . 

4. Pastikan Harga di bawah Manfaat yang akan dirasakan konsumen. Nama kerennya Value Over Price. 

5. Bangun Brand produk.

6. Berikan kemudahan transaksi.

7. Berikan batasan penawaran. Misal terbatas waktu, atau terbatas jumlah produk. 

Dan masih banyak hal lainnya, tapi nanti jadi panjang. . Hehe

Intinya. . . 

Setelah Target pasarnya sudah tepat, agar jualan jadi semakin mudah, maka perhatikan X Faktor ini. 

Penjualnya

Produknya

Penawarannya

Bisa di singkat *3P* 😊

Setelah Anda baca materi diatas, yang perlu Anda lakukan adalah *MEMPRAKTIKANNYA*

Ya, jika Anda sudah melakukan hal diatas syukurlah. 

Jika masih ada yang belum Anda lakukan, maka lakukan yang belum Anda lakukan.

Jika belum ada yang Anda lakukan, silahkan di coba. 

Jualan laris itu Hasil. 

Untuk bisa dapat hasil yang diharapkan, Fokus ke sebabnya

Fokus di rumusnya. . 

Rumusnya adalah (Target Pasar) x (X Faktor) x (JP)

Tinggal variabel terakhir nih, (JP)

Apa itu (JP)?


*MATERI 4*

*Variabel Terpenting*                                                 


Masih bahas tentang Cara Jualan Laris Manis.

Bagaimana prinsip menjual dalam jumlah banyak. .

Di materi ini, Saya tidak akan bosan mengulang-ngulang kalimat. . 

Bahwa Laris adalah Akibat.

Ada Akibat, tentu ada Sebabnya. . 

Saya ulang-ulang kalimatnya. Agar Anda dapat poinnya. . 

Laris adalah Akibat

Laris adalah Akibat

Laris adalah Akibat

Laris adalah Akibat

Laris adalah Akibat

Hehe. . 😁 

Dulu Saya sering bingung dan bertanya-tanya. 

Koq ada ya yang bisa jualannya laris *BERKALI-KALI?*

Garis bawahi kata berkali-kalinya. . 

Berkali-kali, artinya tidak satu kali. 

Menariknya, ternyata tidak hanya 1 orang yang bisa seperti itu. . 

Banyak orang yang bisa jualannya laris berkali-kali. 

Jika orangnya banyak, dan terulang. Artinya *SIAPA SAJA* bisa melakukan hal tersebut. . 

Akhirnya saya mencari tahu rahasianya. 

Mencari tau apa penyebabnya kenapa bisa seperti itu. 

Dan akhirnya ketemulah satu faktor terpenting. 

Masih ingat rumus jualan laris di materi ini?

(TP) x (XF) x (JP)

TP artinya Target Pasar

XF artinya X Faktor

2 hal diatas sudah dijelaskan di materi sebelumnya.

Anda bisa baca ulang. . 


Nah, ternyata ketika 2 hal diatas bertemu (JP), maka *BOOOOMMMM!!!!*

Siap-siap, siapa saja jualannya bisa laris manis.  

Jujur saja, 

Diluaran sana banyak ilmu penjualan yang beredar kebanyakan menjelaskan masalah teknik.

Teknik inilah, teknik itulah.

Padahal teknik akan *MEMAKSIMALKAN* hasil jualan, tapi *BUKAN* itu yang membuat jualan laris. 

Yang membuat jualan laris, bukan teknik. 

Jika teknik, maka yang tidak sekolah tidak bisa jadi pengusaha sukses. 

Nyatanya. . . Banyak juga tuh pengusaha yang sekolahnya tidak tinggi tapi bisa berhasil. 

Jika teknik yang membuat jualan laris. Maka dipastikan emak-emak yang ngaku gaptek dan punya urusan sama tumpukan cucian tidak bisa jualan laris manis.

Tapi ternyata, sekarang banyak juga lho emak-emak yang jualannya laris. . 

Ya, bukan teknik faktor terpentingnya.   

Rahasia terbesar yang membuat jualan laris itu adalah (JP)

JP singkatan dari *JUMLAH PROSPEK*

Guru Saya selalu berpesan

*"Sebanyak apa jumlah prospek yang kita miliki, sebesar itulah potensi penjualan yang akan kita dapatkan"*

Jumlah Prospek adalah *MODAL*

Jika jumlahnya sedikit, maka otomatis hasilnya sedikit.

Jika jumlahnya banyak kemungkinan hasilnya bisa banyak. 

Jualan adalah Matematika sederhana. 

Jualan ke 10 orang, tentu hasilnya berbeda di banding jualan ke 1000 orang. 

Lantas apa yang harus di lakukan?

Saya akan katakan dengan jelas.

*MAU JUALAN ANDA LEBIH LARIS?*

*TAMBAH JUMLAH PROSPEKNYA !*

Perhatikan bisnis yang Anda anggap besar diluaran sana. 

Jika penjualan mereka besar, itu karena Jumlah Prospek mereka juga besar. . 

Prospek adalah orang yang tertarik dan datang ke bisnis kita. 

Ingat, prospek *HANYA DATANG*

Prinsipnya. . . 

Yang datang belum tentu semua menyimak

Yang menyimak belum tentu semua tertarik

Yang tertarik belum tentu semua bertanya

Yang bertanya belum tentu semua ingin transfer

Yang ingin transfer belum tentu semua jadi beli

Begitulah jualan . . 

Datang, menyimak, tertarik, bertanya, deal, jadi pembeli.

Ada prosesnya. . Dan prosesnya mengerucut. 

Jumlah yang membeli, tentu *LEBIH SEDIKIT* dari jumlah yang datang. 

Nah, jika yang berhasil kita kumpulkan sedikit??

Segitulah hasil jualan kita. . πŸ˜… 

Guru Saya keras akan hal ini. ..

Kata beliau

*_"Jangan Berharap hasil jualan yang besar dari jumlah prospek yang sedikit"_*

Siapa tuh yang sering gitu?

Pingin jualannya tinggi, tapi nambah prospek malas?

Hehe. . 

Sederhana prinsipnya, tapi jika Anda terapkan dalam bisnis Anda, atas ijin Yang Maha Kuasa, Anda akan merasakan bahwa bisnis Anda akan membaik dari waktu ke waktu. 

Jika jumlah prospek kita 10 orang, maka yang beli dibawah itu. 

Jika jumlah prospek kita 100 orang, maka yang beli dibawah itu. 

Jika jumlah prospek kita 1000 orang, maka yang beli dibawah itu. 

Kumpulkanlah Prospek *DIATAS* target penjualan Anda.

Jika target Anda adalah 100 sales, maka jumlah prospeknya harus *JAUHHHH* diatas itu. 

Kenapa saya katakan harus Jauh?

Karena semakin banyak prospek yang Anda kumpulkan, semakin besar kemungkinan Target penjualan Anda tercapai. 

Jangan berfikir prospek yang Anda kumpulkan, 100 persen akan membeli. . 

Jualan dengan teknik secanggih apapun itu akan *MUSTAHIL*

Jadi daripada pusing, tambah saja prospeknya. Maka hasil akan mengikuti dengan sendirinya. .  

Menambah prospek adalah cara *PALING MASUK AKAL* untuk meningkatkan penjualan. 

Jika Prospeknya tidak bertambah, maka penjualannya akan diam di tempat. . 

Ketika prospeknya bertambah, otomatis jumlah penjualannya ikut bertambah. . 

Jualan ke 10 orang, tentu hasilnya berbeda di banding jualan ke 1000 orang. 

Paham ya? 😊 

Coba dihitung jumlah Persentase Closing Anda.

Misal selama ini Persentase Closing Anda adalah 5 persen, jadi dari 100 orang prospek, yang beli adalah 5

Dan target Anda misal 500

Maka berfikir keraslah untuk mengumpulkan prospeknya jadi 10.000

Dengan  Persentase closing yang sama, maka angka penjualan Anda tercapai. .

_"Dari 10ribu yang beli cuma 500?_

_Dikit dong?_

_Kemana sisanya?"_

Gak perlu di pikirkan. 

Hemat energi Anda untuk tambah prospek saja 😁 

Tentu diatas hanya hitungan asal saja. Biasanya kenyataan di lapangan hasilnya lebih baik. 

Kebayang ya?

Sejujurnya. . . 

Saat Anda berbisnis dan memiliki produk untuk dijual. 

Maka Anda akan dengan mudah memiliki penghasilan yang besar.

Koq bisa?

Salah satu cara menambah penghasilan adalah dengan *MENAMBAH JUMLAH PENJUALAN*

Dan cara menambah Penjualan, salah satunya adalah dengan *MENAMBAH PROSPEKNYA*

*MORE PROSPECT, MORE SALES, MORE INCOME*

Penghasilan Anda akan bertambah, ketika Anda mulai menambah jumlah prospek Anda.

Semakin banyak jumlah prospek Anda, itu artinya semakin banyak orang yang akan menerima informasi produk Anda, yang ujungnya semakin besar kemungkinan Anda membukukan penjualan dengan jumlah yang tinggi. . 

Dengan hitungan diatas

Katakan saja ketika menjual 1 produk, untung Anda adalah 20ribu.

Menjual 5 artinya Anda dapat 100ribu.

Jika menjual 500? Anda bisa dapat 10 Juta. 

Jangan berfikir itu berat. 

Karena pada dasarnya dunia bisnis memberikan banyak kesempatan. . 

Penduduk Indonesia itu diatas 250juta jiwa..

Masa' jualan hanya closing 1?

Jangan sering bercanda ya. . Hehe. . 😊 

Yuk tambah prospek Anda *SETIAP WAKTU*

Seberapa banyak?

Jawabannya *TIDAK ADA BATASANYA*

Suka-suka Anda saja, hehe

Kejar ribuan, puluhan ribu, atau diatas itu. 

Yang penting, jika ingin penghasilan terus meningkat, dan jualan hasilnya lebih banyak, tambah prospeknya ya. . 😊 

Jika Anda jualan di facebook, isi temannya dengan Target pasar Anda *SEBANYAK-BANYAKNYA*

Jika Anda jualan di Instagram, isi followernya dengan Target pasar Anda *SEBANYAK-BANYAKNYA*

Jika Anda jualan di BBM, isi temannya dengan Target pasar Anda *SEBANYAK-BANYAKNYA*

Jika Anda jualan di WA, isi kontaknya dengan Target pasar Anda *SEBANYAK-BANYAKNYA*

Jika Anda jualan di LINE@, isi pengikutnya dengan Target pasar Anda *SEBANYAK-BANYAKNYA*

Jika Anda jualan di email, isi subscribernya dengan Target pasar Anda *SEBANYAK-BANYAKNYA*

Jika Anda jualan di Web, datangkan target pasar Anda ke web tersebut *SEBANYAK-BANYAKNYA*

Jika Anda jualan dengan cara Offline, taruh toko Anda di sekitar target pasar Anda lalu lalang dan pastikan yang lalu lalang itu *BANYAK*

oke?

Asik kan materinya? 😊 

Itulah rumus jualan Laris Manis

*(Target Pasar) x (X Faktor) x (Jumlah Prospek)*

Ingat selalu ya rumus diatas. 

Target pasarnya tepat

Faktor yang membuat orang beli terpenuhi

Dan jumlah prospeknya banyak

Dengan hal sederhana ini, maka Andapun bisa menjual dalam jumlah yang banyak. . 😊


*MATERI 5*

*Teknik Membuat Naskah Iklan yang Menarik*                                                  

Salah satu skill yang di perlukan agar jualan bisa laris manis adalah mampu membuat iklan promosi yang menjual. 

Dengan kekuatan kata-kata yang tepat, maka kita akan mampu membuat target pasar tertarik, menyimak, dan tidak sabar untuk memiliki produk kita. 

Asik kan? 😊 

Sayangnya, mungkin banyak yang masih bingung bagaimana cara membuat iklan yang menarik. 

Jika Anda juga seperti itu, Anda bisa pakai tips praktis ini 

Yang perlu Anda lakukan hanya melengkapi bagian-bagian di bawah ini untuk bisa menulis naskah iklan yang menjual. 

Ya, naskah promosi yang menjual, ternyata punya pola yang *jumlahnya 4.*

Dan pola itu wajib ada seluruhnya, karena hilang satu maka keampuhannya juga akan hilang, hehe.

Nah apa saja urutannya? 

4 hal itu adalah 

1. Sticking Point

2. Value Description

3. Conviction

4. Action

Oh ya, walaupun nama-nama diatas di sebut dengan bahasa inggris, jangan bingung ya. Saya akan jelaskan satu-satu koq. 😁 

*PERTAMA, STICKING POINT*

Apa itu? 

Sticking Point adalah bagian yang membuat orang lain mau *MENYIMAK* iklan Anda. . 

Jadi . . . 

Saat mengirimkan iklan kepada target pasar Anda. 

Hal yang harus di hindari adalah 

Jangan sampai pembaca iklan Anda berfikir

"Ah pasti dijuali"

Ketika mereka berfikir hal tersebut, maka produk Anda akan ditolak sebelum mereka membaca iklannya.

Kenapa begitu? 

Karena pada dasarnya tidak ada orang yang suka dijuali terang-terangan. . hehe.

Lantas apa yang harus di lakukan? 

Anda harus punya strategi agar iklan Anda di simak oleh target pasar. 

Dan salah satu strategi yang bisa digunakan agar bisa seperti itu adalah gunakan *"Kata yang Tepat"*

Dengan pemilihan kata yang tepat, Anda bisa bisa mengubah hasil penjualan Anda bagai bumi dan langit. 

Saat ini, bahasa Indonesia punya kurang lebih seratus ribu kosa kata. . 

Jadi tenang saja, Anda tidak akan kehabisan kata untuk menjelaskan sesuatu. . 😊 

Agar orang mau menyimak naskah promosi Anda

Di bagian sticking point, gunakanlah kata-kata Trance words

Trance adalah suatu kondisi dimana gelombang otak turun dari gelombang beta ke gelombang alfa maupun tetha

Nah, dalam kondisi ini, pikiran seseorang yang sedang trance cenderung lebih rileks, dan lebih fokus terhadap suatu hal.

Dalam kondisi ini, Seseorang jadi lebih mudah menerima suatu sugesti yang diberikan kepadanya

Jadi Trance Word adalah kata-kata yang membuat pembacanya masuk ke kondisi trance

Contoh kata-katanya adalah

- Bayangkan

- Pikirkan

- imajinasikan

- Ingat

- Rasakan

- Tahu

- Sadar

- Paham

Kata-kata diatas pengaruhnya kuat sekali. 

Saya ambil contoh jika ingin mempromosikan sebuah produk

Mana yang lebih enak di baca? 

Kalimat yang di buka dengan

"Jangan sampai kehabisan ya"

Dibanding kalimat "Coba ingat-ingat kembali, apakah Anda pernah mengalami satu atau beberapa hal di bawah ini?"

Perhatikan susunan kalimatnya.

Yang pertama langsung jualan

Yang kedua menggunakan trance word

Menggunakan Trance Word akan memudahkan Anda mengarahkan pembaca naskah promosi Anda, karena dengan kata-kata itu akan memicu mereka untuk fokus .

Selain itu menggunakan Trance Word, ada tips tambahan.

Saat memberikan pernyataan, gunakan kata *"Mungkin"*

Jadi begini, 

Usahakan di bagian awal iklan, *TIDAK ADA* yang namanya perbedaan pendapat dengan pembaca. . 

Jika ada benturan, itu efeknya akan buruk.

Orang akan antipati sebelum membaca kalimat selanjutnya.

Prinsipnya,

Semakin banyak pembaca mengangguk saat membaca iklan kita, semakin mudah kita mengarahkan mereka. . 

Kebanyakan penjual di luaran sana, saat menjelaskan sesuatu mereka mengatakan

"Anda pasti pernah mengalami. . . ."

Ups, ini salah. . 

Ganti kata *"pasti"*, dengan kata *"mungkin"*. . 

"Anda mungkin pernah mengalami. . . ."

Jika Anda salah sekalipun, kata "mungkin" akan menyelamatkan Anda, hehe. . 

Lebih baik sok ganteng dan sok cantik di banding sok tahu. . Hehe. . 😁 

Intinya 

DI bagian awal, iklan Anda harus mampu mencuri perhatian pembaca.


Selain dari pengguanaan kata yang tepat. 

Seseorang mau menyimak iklan kita karena 

- Isinya menarik

- Bahasanya tidak membosankan

- Ada gambar yang mendukung

- Kalimat-kalimat pertama yang rasanya "gue banget"

- Melibatkan unsur emosional

Coba di pahami ya. 


*KEDUA, VALUE DESCRIPTION*


Setelah berhasil membuat pembaca hanyut dalam tulisan Anda, hubungkan itu dengan produk yang Anda jual. 

Ingat, disebut iklan karena tujuannya mempromosikan sesuatu. 

Kalau tidak ada yang dipromosikan, itu namanya ngobrol, hehe.   

Di bagian ini,

Aduk-aduk emosi pembaca Anda . . 

Kenalkan produk Anda. 

Tonjolkan manfaatnya

Tunjukan ke mereka apa yang produk Anda bisa berikan. 

Ingat. . 

Kenalkan, tonjolkan, tunjukan. . 

Ini cara menjual yang bukan membual. . 

Tuliskan kelebihan produk Anda. 

Apa kelebihannya?

Lebih murah?

Lebih banyak?

Lebih hemat?

Lebih cepat?

Lebih terpercaya? 

Atau apa?


Saya percaya, setiap produk ada manfaatnya. . 

Nah, lalu kenapa koq ada orang yang akhirnya memutuskan beli ada yang memutuskan tidak beli?


Jawabannya sederhana. . 

Mereka membeli karena paham. . 

Paham manfaat produknya

Paham bahwa mereka butuh produknya. 

Intinya paham. . 


Karena itu. Saat membuat copywriting, tugas Anda sederhana..

Buat calon pembeli Anda "paham". . 

Ketika mereka paham, maka jika punya uangnya prospek akan beli. . Sederhana. . 😊

Ada 5 strategi yang bisa Anda coba. . 


Pertama. . 

Jabarkan beberapa manfaat produk Anda dalam 1 kalimat sekaligus. . 

Contohnya saat Saya mempromosikan kursus judulnya *Basic Skill Mastery*

Kalimat yang Saya gunakan adalah. .  .

_"Saat Anda terdaftar di kursus ini nanti, Anda akan belajar cara jualan online yang terbukti menghasilkan dari awal banget, teknik jitu mendapatkan Target calon pembeli, dan Bagaimana caranya punya personal Brand yg kuat dengan biaya pendaftaran tidak lebih dari biaya paket internet sebulan"_

3 manfaat dalam 1 kalimat. . 

Silahkan Anda tiru. . 😊 

Cara Kedua. . 

Anda juga bisa menjabarkan manfaat Anda dalam bentuk poin-poin. 

Jika manfaat produknya banyak, cara ini bisa digunakan. 

Ketiga, gunakan teknik Metafora

Apa itu teknik metafora? 

Teknik metafora adalah sebuah teknik yang digunakan untuk menjelaskan sesuatu yang rumit dengan mengambil perumpamaan yang lebih akrab dikenal target pasar.   

Contohnya program kali ini. . 

Jika Saya jelaskan program ini secara detail, akan banyak sekali pertanyaan, seperti apa itu Basic Skill Mastery , isi materinya apa aja, dan merembet kemana-mana. . 

Tapi dengan teknik metafora. . Bahasanya jadi begini

"Daftar di program ini, nanti akan dapat materi kemampuan dasar berjualan online di sosial media"

Nah, Anda juga bisa gunakan teknik ini jika produk yang Anda jual itu rumit dan belum banyak orang yang paham apa produknya. . 

Buat perumpamaan yang gampang di mengerti ya. . 

Strategi keempat adalah ulangi

Ya, ulangi saja manfaat produk Anda dalam 1 iklan.   

Terserah saja mau taruh dimana. . 

Jika Anda mengulang-ulang manfaat produk Anda, itu akan lebih "nancep" di benak prospek. . Di banding Anda mengatakannya hanya sekali.   

Dan strategi terakhir adalah kamuflase kata. . 

Saat menjelaskan produk, jangan terlihat bahwa Anda seperti sedang jualan. . Hehe

Ganti kata-kata yang Anda gunakan. . 

Ganti kata "Harga" dengan "Nilai"

Daripada mengatakan "produk ini seharga. ."

Lebih baik katakan "produk ini senilai. ."

Contoh yang lain

- Ganti kata "Murah" dengan "Terjangkau"

- Ganti kata "Mahal" dengan "Esklusif"

- Ganti kata "Produk" dengan "Solusi"

Dan banyak lainnya. . 

Intinya jangan buat orang lain tidak nyaman dengan kata-kata Anda. . 

Jangan kelihatan menjuali mereka, karena tidak ada orang yang suka itu. . 😊 


Membuat prospek tertarik sudah, membuat mereka paham juga sudah. . 

Nah, di bagian ini yang banyak terlewatkan. . 

Apa itu? 


*KETIGA, CONVICTION*


Dalam iklan yang disebar, kebanyakan penjual tidak menjelaskan kenapa harus action sekarang. . 

Ya, kenapa harus beli sekarang? 

Kenapa harus pesan sekarang?

Berikan mereka alasan yang masuk akal.

Sebuah alasan yang membuat prospek Anda tergerak.

Sayangnya, bagian ini sering dilewatkan. . 

Banyak yang sibuk menjelaskan detail produknya, tapi tidak menjelaskan kenapa harus beli sekarang?

Ingat,

selama tidak diberi alasan untuk segera beli, prospek akan bebas menunda.

Sedikit tips dari Saya. . 

Dalam ilmu psikologi, membuat orang tergerak itu karena 2 hal. 

Pertama karena mereka menghindari sakit.   

Kedua karena mengejar kesenangan. . 

Beritahu mereka. 

Apa yang mereka lewatkan jika menunda?

Apa yang mereka rasakan jika tidak segera beli?

Bisa juga,

Jelaskan ke mereka apa yang mereka dapatkan ketika mereka segera action?

Atau bahkan jelaskan ke dua-duanya. . 

Bisa di pahami ya? 😊 

Semakin kuat alasan yang Anda berikan ke mereka, semakin besar kemungkinan mereka untuk tertarik dengan produk Anda. . 

Tips lagi dari Saya di bagian ini. . 

Banyak-banyaklah menggunakan kata "Anda" daripada kata "Saya"

Jangan katakan "Saya ingin merekomendasikan sesuatu"

Lebih baik katakan "Anda mungkin telah lama mencari solusi ini. . ."

Tunjukan bahwa Anda peduli. . 

Tidak ada orang yang peduli solusi yang kita hadirkan, mereka hanya peduli masalahnya selesai, mereka hanya peduli keinginannya terpenuhi.

Jadi gunakan kata "Anda" untuk meyakinkan para prospek

Ingat di poin Conviction ini Anda harus mampu mengkikis keraguan si prospek.   

Handle keberatannya

Kenapa harus percaya?

Kenapa harus beli sekarang?

Tuliskan hal-hal tersebut. . 

Oh ya, jika ingin hasil iklan Anda maksimal, pastikan produk yang Anda tawarkan menyentuh sisi *FRUSTASI TERDALAM* atau *IMPIAN TERBESAR* prospek Anda. . 😊 


*BAGIAN TERAKHIR, NAMANYA ACTION*


Setelah membaca, terus apa yang harus di lakukan?

Jika Anda tidak mengarahkan prospek Anda, maka mereka tidak akan melakukan sesuatu. . Mereka hanya menikmati tulisan-tulisan Anda saja. 

Karena itu, arahkan. . 😊 

Beritahu apa yang harus di lakukan. . 

Apakah beli sekarang? daftar sekarang? gabung sekarang? 

Kemana harus menghubungi? 

Bagaimana formatnya? 

Terserah saja dengan cara apa.   

Apakah secara terang-terangan? 

Apakah secara halus? 

Secara persuasif?

Atau secara sembunyi-sembunyi?

Intinya beritahu mereka apa yang harus dilakukan. . 

Perhatikan juga. . 

Prinsipnya, bagian ini harus jelas. . 

Jika meminta mereka beli, gimana caranya?

Jika meminta mereka daftar, apa yang harus di lakukan?

Harus jelas, karena tidak semua orang peka. . Hehe. 

Hati-hati, di bagian ini banyak yang blunder. . 

Bagian sebelumnya udah mantap, sayangnya bagian actionnya seperti menyuruh-nyuruh

"Daftar sekarang"

"Hubungi ini"

Tidak ada yang suka di suruh-suruh, jadi iklannya tidak menghasilkan. 

Jika mau mengarahkan. 

Bisa gunakan kalimat ini

"Untuk dapat Bonus spesial, silahkan hubungi. . .  "

"Agar tidak kehilangan kesempatan ini, daftarkan diri Anda sekarang. Caranya . . . "

Beda? 😊 

Jangan lupa Ubah kata juga ya

Hindari kata "Beli"

Karena bagi sebagian orang konotasinya negatif. . 

Beli artinya keluar uang, hehe

Ganti kata Beli dengan miliki, nikmati, rasakan, dapatkan

Lebih halus. . 

Tips terakhir di bagian action ini

Asumsikan prospek pasti beli produk Anda. 

Karena secara tidak langsung itu akan memberikan sugesti. 

Banyak penjual tidak yakin iklannya menghasilkan. Ya pantas tidak menggerakan pembaca, yang nulis saja gak yakin. Hehe. . 

Mulai sekarang, asumsikan yang baca iklan Anda pasti beli. . Nah, gimana caranya? 

Gunakan kata "Langsung" dan "otomatis"

Kalimatnya kurang lebih begini

- "Ketika Anda resmi terdaftar di Kursus Online Muslim Entrepreneur University, otomatis Anda akan dapat Materi spesial dan bimbingan rutin dari tim pusat"

Atau contoh lainnya. . . 

- "Untuk segera merasakan manfaatnya, langsung hubungi. . ."

Begitu ya. . 

Membuat iklan yang menarik itu sebenarnya ada polanya, bukan asal nulis. 

Dan salah satu polanya, adalah seperti yang Saya jelaskan panjang lebar diatas. .


Anda tinggal ikuti saja. 

Mulai dari Sticking Point untuk membuat target pasar mau membaca iklan kita.

berikutnya Value Description agar target pasar paham produk yang kita jual.

Setelah itu Conviction, agar target pasar yakin membeli produk kita.

dan terakhir Action, mengarahkan target pasar untuk melakukan sesuatu.

Sip? 

Ngomong-ngomong selamat ya, yang Anda baru saja baca itu materi senilai jutaan, tapi Anda dapatkan gratis.

Sekarang, Saya cukupkan dulu materi ini. 

Soalnya sudah panjang banget, hehe.


*Materi Penutup*


Tidak terasa ya. . 😊

Jika Anda baca materi ini, itu artinya Anda sedang membaca materi terakhir dari program *Cara Jualan Laris Manis* 

singkat saja, semoga apa yang Saya sampaikan bisa memberikan Anda pencerahan tentang prinsip menjual lebih banyak. 

 - Jualan laris itu seperti menaman, tidak bisa instan.

Perlu proses, karena jualan laris adalah akibat.

Jika akibatnya ingin di ubah maka ubah sebabnya.

- Penyebab jualan laris adalah (TP) x (XF) x (JP)

Target pasar yang tepat

Ada faktor yang membuat orang beli, 3P (Produknya, Penjualnya, Penawarannya),

Dan berapa jumlah Prospeknya 

- Menambah prospek, secara tidak akan langsung menambah penghasilan Anda.

Jadi tambah terus prospek Anda.

- Dan  belajar 1 teknik membuat iklan yang menarik.

Buat iklan sesuai urutannya

Sticking Point

Value Description

Conviction, dan 

Action


Silahkan ulang-ulang materinya, karena kata guru Saya

*"Ilmu sama yang di pelajari di waktu yang berbeda, maka hasilnya juga akan beda"*

Saya percaya melalui program ini sedikit banyak Anda telah mendapat sesuatu yang bermanfaat.

Karenanya, di materi penutup ini, Saya tidak ingin berbicara tentang ilmu lagi, tapi lebih kepada prinsip agar bisnis Anda bertumbuh.

Saya ingin menyadarkan Anda tentang sesuatu, kita sama-sama paham bahwa ternyata *Belajar* itu bermanfaat untuk bisnis kita.

Belajar memang tidak akan membuat bisnis kita langsung berubah jadi baik seketika. Karena memang bisnis bukan sulap, butuh proses. 

Tetapi dengan belajar, kita jadi tidak melakukan kesalahan yang tidak perlu kita lakukan.

Dengan belajar dari pengalaman dan pengetahuan orang lain, itu jadi jalan pintas menuju yang kita mau. 

Dalam bisnis, ilmu seperti rambu-rambu.

Dengan ilmu kita jadi tahu kapan harus berhenti, jalan terus, belok atau istirahat sejenak. 

Tanpa ilmu?

Semua perlu coba-coba. 

Dan belum lama hasilnya. 

Karena itu, teruslah belajar untuk pertumbuhan bisnis Anda. 

Bisnis Anda akan bertumbuh jika pengusahanya terus bertumbuh.

Dan salah satu cara agar pengusahanya tumbuh adalah dengan terus belajar. 

*Hari dimana kita berhenti belajar, adalah hari dimana bisnis kita diam di tempat*

Dan dari segala macam ilmu bisnis, salah satu ilmu yang perlu di pelajari adalah *Ilmu jualan*

Jika masih ingat, di materi yang telah Anda dapatkan Saya ada mengatakan bahwa Banyak bisnis mati karena jualannya bermasalah

Karean itu, segeralah selesaikan masalah jualan Anda. 

Jika Anda merasa kurang mengerti, baca bukunya, kejar ilmunya, cari gurunya, ikuti pelatihannya.

Intinya jangan diam begitu saja. 

Sudah banyak bisnis yang tumbuh, karena masalah penjualannya selesai.

Karena banyak, itu artinya bisnis Anda juga mampu seperti itu. 

Memiliki skill jualan yang menakjubkan, atas ijin yang Maha Kuasa akan membuat bisnis jadi lebih aman.

Koq bisa?

Pada dasarnya bisnis adalah seni memutar uang.

Bagaimana kemampuan kita memainkan cashflow bisnis, akan menentukan kehidupan bisnis.

Dan dalam seni ini, ada bagian memasukan uang ke dalam bisnis.

Nah, aktivitas memasukan uang ke dalam bisnis, itu adalah tugas penjualan.

Jika jualannya lancar, maka uang akan masuk dengan lancar ke dalam bisnis. 

Jika penjualannya tidak lancar, bisnis akan sulit bergerak.

Dan ketika bisnis sulit bergerak, itu artinya kondisi bisnis tidak aman.

Selain itu, dengan pola pikir tentang jualan yang benar, maka Anda akan lebih mudah mendapatkan penghasilan yang Anda inginkan. 

Katakan jika target penghasilan Anda adalah 10 Juta Rupiah/bulan.

Jika untung bersih rata-rata produk Anda adalah Rp. 20ribu rupiah, itu artinya perbulan Anda harus bisa menjual 500 buah.

Dimana 10 juta di bagi 20ribu sama dengan 500

Apakah mungkin perbulan menjual 500 produk? 

jawabannya adalah mungkin sekali 

Nah, tinggal di cari caranya. . 

Tentu saja jika Anda punya skill jualan, Anda akan lebih mudah menjawab soal diatas. 😊

Pahamilah. . 

Menjual satu dua produk, kita bisa asal-asalan

Tapi jika ingin menjual ratusan sampai ribuan, tentu ada caranya, tidak bisa asal-asalan.

Ilmu  penjualan itu luas.

Jadi jangan bosan untuk pelajari ilmunya ya.

Karena belajar ilmu jualan, secara tidak langsung berhubungan dengan pertumbuhan bisnis Anda, dan juga penghasilan Anda. 

Nah, yang Anda pelajari dari program ini adalah konsep agar jualannya bisa laris manis

Kita belum berbicara lebih dalam seperti bagaimana cara membuat prospek mau membeli tanpa menunda. 

Cara membuat target pasar membeli lebih banyak

Membeli lebih cepat

Membeli lebih mahal

Membeli berkali-kali 

Dan lain-lain

Tuh luas kan? 

Perlu banget belajar jualan. . 

Begitu ya. . 

Selalu semangat untuk belajar tentang jualan. . 

Semoga tulisan yang baru Anda baca bisa menyadarkan Anda bahwa ilmu jualan itu penting.


https://sosusafa.blogspot.com/


#Agen MEU
#Indahnya BERBAGI
#SOSUSAFA

Ayat Tentang Pernikahan

Tidak menikahi mahram atau sosok yang haram untuk dinikahi Ijab kabul untuk selamanya Tidak ada paksaan Kepastian dalam menetapkan pasangan ...

Ketik kata kunci pencarianmu

Mengenai Saya

Foto saya
malang, jawa timur, Indonesia
Saya suka BISNIS dan BIDANG PENGEMBANGAN DIRI Utk bisnis saya suka bisnis jaringan sebab bisa menghasilkan PASIF INCOME dan terdapat hubungan MUTUALISME yg saling menguntungkan. Saya perkenalkan BISNIS ONLINE 'Affiliate Marketer' dgn moto 'NO ACTION NO PROFIT' Jadi ini bisnis MODALNYA MAU BERPROSES DAN MENURUT APA KATA MENTOR dan di sinii potensi penghasilan anda TAK TERBATAS tergantung kepada ketekunan dan kesungguhan serta KOMITMEN pada TUJUAN BESAR atau IMPIAN ANDA. wa.me/+6283833724728 atau cantumkan WA dan waktu luang anda untuk kami follow up di KOMENTAR